Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
MASA LALU RENDI


__ADS_3

"sudahlah, noda nya juga hanya sedikit." Ucap Rendi menyadarkan mereka berdua.


"Maaf, kak." Ucap Lani dengan berhenti mengelapnya.


"Iya tidak apa-apa." Dingin siswa itu.


Lani terus memperhatikan siswa itu yang sedang berjalan ke arah kursi, tatapan mereka kembali bertemu siswa itu mengedipkan satu matanya kepada Lani.


Rendi tetap tidak menyadari nya karena ia hanya terus menatap wajah cantik Lani.


"Terimakasih sekali lagi kak, permisi." Pamit Lani yang langsung kembali membawakan beberapa pesanan pelanggan.


"Sangat sopan." Batin Rendi kagum.


Seminggu berlalu Rendi dan Lani semakin dekat.


Rendi memberanikan dirinya untuk menyatakan perasaan nya kepada Lani di depan siswa-siswi.


"Mau kah, kau menjadi pacarku?." Ucap Rendi dengan memberikan sebatang bunga mawar dan berlutut di depan Lani.


"Terima, terima, terima.." sorak siswa-siswi.


"A....aku ma-mau." Ucap Lani gugup yang langsung mengambil bunga mawar itu.


Setelah mendapatkan jawaban Rendi langsung memeluk tubuh lani dengan gembira.


Dua tahun kemudian....


Rendi telah berpacaran dengan Lani hingga kelas 3 smp.


Hari ini Rendi sudah menyiapkan kado istimewa nya kepada Lani yang hari ini sedang ber ulang tahun.


Ia berjalan ke arah kelas Lani yang sekat dengan gudang sekolah.


Saat berjalan Rendi mendengar suara ******* dari dalam gudang sekolah nya yang gelap itu.


"Aahh...sayang." ucap Lani yang sedang merasakan kenikmatan di dalam gudang itu.


Rendi membuka sedikit celah pintu gudang dan melihat Lani sedang bercumbu dengan siswa yang dua tahun lalu terkena noda makanan diseragamnya saat dikantin.


"A...apa yang terjadi??." Batin Rendi tak percaya apa yang ia lihat dan merasakan sakit hati yang sangat mendalam.


Rendi tanpa sengaja ia menjatuhkan kado itu dan berlari pergi dari tempat itu.


Breegghh...(kado terjatuh)


Mereka berdua tak menghiraukan suara itu dan terus melanjutkan permainannya.

__ADS_1


"Aakkhh...." Teriak Rendi di atas atap sekolah nya.


"Kenapa aku sangat bod*h?!!." Teriak Rendi dengan memukuli kepalanya sendiri dan berniat bunuh diri.


"Aku telah merelakan semuanya untuk mu lani!! Kenapa kau mengecewakan ku?!!." Teriak Rendi frustasi.


"Buat apa aku hidup?! Bila wanita yang ku cintai mengkhianati diri ku?!!." Teriak Rendi yang terus memukuli kepalanya sendiri.


Rendi sudah siap berdiri di pager tinggi yang menjadi pembatas di atap sekolah nya dan bersiap melompat.


"Heyy...bila kau mati pun, dia tidak akan kembali kepada mu!!." Ucap siswa lelaki yang sedang tertidur di kursi panjang dengan menatapnya.


"Siapa kau?!!. Yang berani lancang kepadaku?" Ucap Rendi.


"Entahlah, saya hanya tidak mau kau mengganggu tidurku dengan Teriakan mu Itu." Ucap Reyfano santai.


Rendi yang kesal akhirnya kembali turun dan menghampiri Reyfano yang masih santai tiduran di kursi itu.


"Cihh...kau Sangat membuatku marah!!." Ucap Rendi yang langsung menghajar Reyfano.


Dengan sigap Reyfano bisa menghindarinya dan terbangun dari kursi itu.


"Kenapa kau marah?." Ucap Reyfano santai dengan menarik tipis sudut bibirnya.


"Kau!!." Ucap Rendi yang terus berusaha menghajar Reyfano, namun Reyfano terus menghindari.


Buugghhh....


reyfano memukul sekali perut Rendi dan itu membuat Rendi terjungkal ke belakang.


"Ciihh...lemah sekali." Ucap Reyfano meremehkan nya.


"Kau meremehkan ku?!!." Ucap Rendi kesal sembari kembali memukul Reyfano yang terus bisa menghindarinya.


"Sudahlah, bro wanita itu tidak pantas untukmu, mengapa kau semarah ini hanya karena wanita murahan itu." Ucap Reyfano santai yang terus masih menghindari pukulan Rendi.


Degg...


"Karena aku sangat mencintainya." lirih Rendi dengan berhenti memukuli Reyfano.


Reyfano tersenyum dan langsung memeluk tubuh Rendi dengan erat.


"Aku sangat mencintainya, kenapa dia mengkhianati ku?!." lirih Rendi di dalam pelukan Reyfano dengan menangis.


"Sabarlah bro, Dia tidak pantas untuk mu." Ucap Reyfano dengan mengelus-elus punggung rendi.


"Hikss...hikss...dia mengkhianati ku." lirih Rendi.

__ADS_1


"Hey...bro kau menangis?." Ucap Reyfano tidak percaya.


"Tidak!." Ucap Rendi yang langsung menyeka air matanya dan kembali memukuli Reyfano yang terus menghindar.


"Hahaha....ternyata kau menangis." Ucap Reyfano dengan tertawa kencang.


"Tidak!!." Ucap Rendi yang terus mengelak.


Brruukkk....


Mereka berdua terjatuh di tanah dengan melentangkan kedua tangannya.


"Kau, Sangat hebat menghindar." Ucap Rendi.


"Huuff...kau, mempunyai tenaga yang tidak ada habisnya." Ucap Reyfano kelelahan karena harus terus menghindar.


"Hahahaha...." Tawa mereka berdua pecah dan semenjak hari itu mereka menjadi sahabat dan masuk ke SMA yang sama.


flashblack of


Brreengg....


rendi melemparkan gelas kopi yang tadinya berbentuk sempurna akhirnya pecah di lantai hanya tersisa bling-bling kecil yang berserakan serta kopi yang tumpah.


"Ciihh... mengingat nya saja membuat ku jijik!!." ucap Rendi dengan mengusap kasar wajahnya.


"sadar Rendi!! dia pasti sama seperti nya!!." Ucap Rendi yang meyakini dirinya dan memukuli kepalanya.


"pak Asep!!." Teriak Rendi menggema di seluruh ruangan rumahnya yang megah.


"Ada apa dengan nya?."Batin Reyfano saat mendengar teriakan Rendi.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?." Ucap pak Asep saat baru datang. (pembantu)


"cepat bersihkan!!." perintah Rendi setelah mendengar nya pak Asep langsung membersihkan sisa-sisa pecahan itu serta kopi nya.


Rendi berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


ceklek!


terdengar suara shower yang menyala dari dalam kamar mandi nya yang luas.


ia mengelap kasar wajahnya di bawah air shower yang menyala dengan terus memukuli kepalanya saat mengingat kejadian itu selalu membuat nya frustasi berat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hayy....apa kabar? semoga kalian baik-baik saja ya🤗

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA YAA...SOBAT😍👇


__ADS_2