
"Baik, Nona. saya akan membawa para perawat lainnya untuk membawa nya ke UGD." Jawab suster wanita tersebut seraya berlari kencang sesuatu tempat.
Di ruang UGD, Nalisya telah mendapatkan izin oleh pihak rumah sakit untuk melakukan pengobatan kepada adiknya setelah ia memberikan identitas dirinya yang baru saja lulus dari jurusan kedokteran jantung.
Sedangkan ditempat lain, tepatnya dihalaman Rumah Sakit Selara dengan pemandangan pepohonan hijau yang menyejukkan mata memandang ditemani pula para pasien yang terduduk di kursi roda bersama keluarga yang sedang menjenguknya.
"Hikss.. Hikss.."
Siapa wanita itu... ?
Mengapa ia hanya diam saja saat ada wanita lain menyentuh dirinya seenaknya saja?
Apakah kelakuannya sama seperti Rendi?
Batin Uswah terus saja melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sangat mengusik jiwa dan raganya saat mengingat pemandangan itu.
"Hikss.. Hikkss..." Bulir-bulir air mata turun secara perlahan dari kedua bola mata indah nan berkilau nya dengan ditemani bunga-bunga layu didepannya yang terlihat ikut bersedih nan bergoyang perlahan bagaikan sedang bernyanyi alunan sedih dan menyentuh hati siapa saja yang dapat mendengarnya.
Dari kejauhan terlihat seorang pria berjaket hitam yang sedang berdiri menundukkan wajahnya didekat semak-semak pepohonan dekat dengan Uswah berada.
Ia terus saja menatap dengan lekat kearah Uswah yang sedang terduduk lemas nan menangis tersedu-sedu di taman Rumah Sakit Selara.
__ADS_1
Wanita itu.. !
"Karena tidak adanya alat yang lengkap, pasien harus segera dipindahkan secepatnya ke Rumah Sakit luar negeri!" Tegas Nalisya kepada para suster disana.
"Tolong persiapkan kelanjutannya!" Ujarnya kepada salah satu suster yang mengangguk.
Di taman Rumah Sakit Selara, ada seorang gadis kecil berumur sekitar lima tahun yang menghampiri Uswah.
Gadis kecil tersebut memberikan setangkai bunga mawar kepada Uswah dan berlari kencang menjauh darinya.
"Ada apa ini? Sungguh lucu tingkah anak kecil itu.." Lirih Uswah saat ia melihat kearah gadis kecil tadi yang sedang berlari ke suatu tempat dan pandangannya teralihkan kearah setangkai bunga mawar merah ditangannya.
"Sepertinya bunga ini sangat harum." Gumam Uswah seraya menghirup aroma bunga mawar tersebut.
Brukk! Ia terjatuh tanpa disadari oleh orang lain yang juga berada di taman, ada seorang suster wanita melihatnya. Namun, ia berfikir jika Uswah memanglah hanya tertidur dengan posisi tubuhnya yang bersender ketembok disampingnya.
"Mungkin Nona itu sangat kelelahan.." Batin suster wanita tersebut.
"Berhasil!" Batin seorang pria bertopeng yang sedang bersembunyi dibalik tembok besar nan tinggi. Ia menghampiri Uswah dan langsung menggendong tubuhnya menuju sebuah mobil Alphard putih yang telah terparkir didepan taman Rumah Sakit Selara.
"Siapa pria itu?" Batin seorang lelaki yang masih terduduk santai didalam mobil miliknya dan melihat hal itu didepan matanya.
__ADS_1
"Tuan, ada apa dengan istri Anda?" tanya seorang suster wanita lainnya yang melihat hal itu menjadi khawatir sembari mendekati Mereka.
"Istri saya ketiduran setelah menjenguk keluarga kami." jawab pria tersebut dengan lantang.
"Mau saya bantu, Tuan?" tanya suster tersebut.
"Tidak usah! Saya bisa sendiri.." Jawabnya yang membuat suster tersebut akhirnya berpamitan.
"Dasar mengganggu!" Geurutu pria tersebut, sembari menaruh tubuh Uswah secara perlahan diatas kursi mobil.
Bruum! Mobil Alphard putih tersebut pergi menelusuri setiap pepohonan dipinggri jalan dengan ranting-ranting kecilnya yang berkali-kali menyapa mobil yang berlalu lintas.
"Pria itu! ingin membawa Azizah kemana?!" Gumam pria bermasker hitam yang berada didalam mobil sembari mengikuti mobil Alphard didepannya.
"Sepertinya ada yang mengikuti!" Batin pria bertopeng tersebut, saat melihat dibalik kaca spion. ada satu mobil hitam yang sudah sejak tadi mengikuti dirinya dibelakang.
Bruum! Ia mempercepat laju mobil miliknya yang membuat pria bermasker hitam itupun juga melajukan mobilnya semaksimal mungkin.
"Ternyata dia sudah tau jika diriku mengikutinya!" Batin lelaki bermasker hitam tersebut, sembari mempercepat mobilnya agar sejajar dengan mobil Alphard putih didepannya.
"Woyy! Buka!!" Teriak pria bermasker tersebut, setelah membuka kaca mobil miliknya, ia berteriak kearah mobil Alphard putih yang sekarang telah berada disebelah kanannya.
__ADS_1
Cheket.. Pria bertopeng itu membuka pula kaca mobil miliknya yang sebelah kiri sembari memberikan pemandangan yang mencekam nan tegang kepada pria bermasker itu.
"Astaga! Azizah!!!" Teriak pria bermasker hitam tersebut, dengan kedua bola matanya yang merah padam melihat hal itu!