
Hari Senin.
Setelah sampai di Sekolah, Azizah memarkirkan sepedanya.
Tikk...Tikk...
Hujan gerimis turun dengan cepat membuat Azizah berlari kearah kelas, selang bebarapa lama Hujan akhirnya menjadi sangat deras.
Dreess....
"Astagfirullah." batin Azizah sembari berlari dengan tas berada di atas kepalanya.
Tak...Tak..
"Huhh...hampir saja, basah kuyup." batin Azizah setelah sampai di kelasnya.
"Azizah?." ucap Intan dengan melambaikan tangannya.
Azizah menoleh dan langsung melambaikan tangannya.
"Intan, Viona kemana?." Tulisan di buku diary Azizah setelah ia menaruh tasnya, ia segera menghampiri kursi Intan.
"Dia, izin hari ini karena ada urusan keluarga." ucap Intan.
"Intan, temani aku kekantin yuk?." tulisan di buku diary Azizah karena ia lupa untuk sarapan tadi pagi.
Intan mengangguk.
"Hhmm...ketemu dia lagi." batin Azizah saat melihat Grup R4 sedang nongkrong di kursi pribadi mereka di kantin.
"Azizah, kamu kenapa?." ucap Intan saat melihat Azizah ingin kembali berjalan keluar dari kantin.
"Ada dia?." batin Rendi dengan menoleh kearah sumber suara itu.
Azizah hanya menggeleng dan menarik lembut tangan Intan untuk keluar dari kantin.
"Apa kamu tidak lapar?." ucap Intan.
Azizah menggeleng.
"Tetapi, aku lapar." Gumam Intan yang masih bisa di dengar oleh Azizah.
Deg...
"Ternyata dia lapar." batin Azizah dengan segera ia kembali berjalan kearah kantin.
"Eehh...Azizah, kamu kenapa?." ucap Intan heran saat melihat Azizah menarik tangannya menuju kantin.
"Bi, saya beli dua nasi goreng nya dan dua teh hangatnya ya?." tulisan di buku diary Azizah saat sudah sampai di kantin.
"Siap, nona. Mohon di tunggu sebentar." ucap bibi itu.
Azizah dan Intan duduk di kursi yang telah di sediakan sembari menunggu pesanan datang.
"Azizah, apa kamu sudah mengerjakan PR MTK?." ucap Intan.
Azizah mengangguk.
"Boleh, tolong ajari aku ga?." ucap Intan. Azizah kembali mengangguk.
"Yeyy..terimakasih yaa?." ucap Intan sumringan.
Azizah tersenyum dan mengangguk.
Selang beberapa lama, Setelah makan mereka berjalan keluar dari kantin.
Breekk...
"Kau, mau kemana?." ucap Reyhan saat melihat Rendi berdiri dari duduknya.
"Ke Kelas." ucap Rendi singkat dan langsung pergi dari kantin.
"Ada apa dengannya? Tidak seperti biasanya dia seperti itu." Batin Reyfano.
Breekk...
"Hei, kau juga mau kemana?." ucap Reyhan saat melihat Reyfano berdiri.
"Ke Toilet." ucap Reyfano.
"Kenapa dengan mereka berdua?." ucap Reyhan heran kepada Rifki.
Rifki hanya mengangkat kedua bahunya.
Breekk...
"Kau, mau kemana?." ucap Reyhan saat kembali melihat Rifki juga berdiri.
"Ke Kelas, sebentar lagi akan bel." ucap Rifki sembari berjalan dengan elegan.
"Cih! Kalian." gumam Reyhan kesal karena di tinggal sendirian.
Di lain tempat, Azizah sedang mengajari Intan di perpustakaan yang tanpa mereka sadari, dari tadi ada seorang siswa yang mengikuti mereka dan mengawasi gerak-gerik mereka dengan buku yang ia baca hingga menutupi wajah tampannya.
__ADS_1
"kayak ada yang lihatin terus." Batin Azizah saat merasakan ada sesuatu yang terus memperhatikan nya dan Intan.
Disaat Azizah sedang sibuk mengajari Intan, Reno datang dan menghampiri nya.
"Assalamu'alaikum." Ucap Reno.
"Wa'alaikumussalam."jawab Intan sedangkan Azizah hanya mengangguk.
"Wa'alaikumussalam." batin Azizah.
"hhmm...maaf, saya datang hanya ingin memberikan ini." Ucap Reno dengan memberikan sebatang coklat kepada Azizah.
Azizah melihat kearah coklat itu.
"Coklat?." Batin Azizah antusias karena itu adalah makanan favorit nya.
Azizah ragu-ragu untuk mengambil nya.
"udah, ambil saja." bisik Intan.
Saat mendengar nya, Azizah dengan pelan mengambil coklat itu dan ia langsung tersenyum karena saking senangnya mendapatkan coklat.
"Maa syaa Allah." Batin Reno saat melihat senyuman Azizah bak bidadari.
"Kalau begitu, saya permisi." Ucap Reno sembari berjalan ke arah pintu keluar.
"Cih! ternyata dia masih berani." Batin Rendi saat melihat Reno pergi.
...----------------...
Sepulang sekolah....
Azizah mendorong sepeda nya dengan sekuat tenaga karena saat ini ia sedang menaiki tanjakan.
"Hadehh...ini kapan sampai nya, ya?." Batin Azizah lelah.
Rendi masih mengikuti Azizah dengan mobil berwarna emas mengkilap nya berada di belakang Azizah dengan jarak yang sangat jauh, sehingga tidak di sadari oleh Azizah.
Dreess....(hujan kembali turun dengan deras)
"akhir-akhir ini, hujan sering turun." Batin Azizah dengan berlari membawa sepeda nya meneduh di sebuah halte.
"Huhh...dingin." Batin Azizah dengan menggosok-gosokkan Kedua telapak tangannya saat sedang menunggu hujan reda, tanpa sengaja kedua bola matanya melihat kearah sebuah mobil yang sedang berhenti dengan jarak yang sangat jauh darinya.
"Mobil...siapa?." Batin Azizah dengan menyipit kan matanya saat memperhatikan mobil itu karena warna mobil itu tertutup oleh derasnya hujan.
"Apa dia tau, ini aku?" Batin Rendi dengan menancap gas mobil nya menuju halte tersebut.
Rendi membuka kaca mobilnya saat sudah berada di depan Azizah berdiri.
"Masuk! ." Ucap Rendi.
"Kenapa aku harus masuk?." batin Azizah heran dengan mengernyit kan dahinya.
"Masuk! ." ulang Rendi.
"masuk ga ya? ga ahh...dia bukan mahram ku." Batin Azizah dengan tubuh nya yang tidak bergerak sedikit pun.
"Masuk atau ku gendong?!." ancam Rendi.
"Hah?!." batin Azizah terkejut dan bingung.
Tanpa mempedulikan hujan yang terus turun dengan derasnya, ia turun dari mobil dan menghampiri Azizah.
Di saat Rendi ingin menggendong Azizah, Azizah sudah lebih dulu masuk kedalam mobil.
Bumm...
"Pintar." batin Rendi senang dan kembali masuk kedalam mobil.
Breemm...(menancap gas dengan kecepatan sedang)
"Dimana rumah mu?." ucap Rendi tanpa menoleh kearah Azizah.
Azizah hanya diam tidak menjawab.
"Aku sedang berbicara padamu." Ucap Rendi dengan menoleh kearah Azizah yang terdiam menunduk.
"Astaga!." batin Rendi saat melihat baju Azizah yang basah dan membentuk lekukan tubuhnya.
"Kenapa aku merasa dia memperhatikan ku terus?." batin Azizah dengan menoleh kearah Rendi.
Degg...
"Apa yang dia lihat?." batin Azizah saat melihat kedua bola mata Rendi yang sedang memperhatikan bagian atas perutnya.
"Astaghfirullah!." batin Azizah saat menyadari apa yang barusan Rendi perhatikan.
Azizah dengan cepat menarik kecil bajunya agar tidak menempel di tubuhnya, namun tetap saja masih membentuk keindahan itu.
"Ya Allah, aku harus bagaimana?." batin Azizah khawatir.
Rendi yang menyadari ke khawatiran Azizah, akhirnya ia melemparkan jaket nya yang tergantung di belakang senderannya kearah Azizah.
__ADS_1
Bukk...
"Cepat pakai!." Ucap Rendi.
Dengan secepat kilat Azizah memakai itu.
"Alhamdulillah." Batin Azizah lega.
"Dimana rumahmu?." ucap Rendi kembali.
Azizah kembali terdiam.
"Aku harus bagaimana menjawab nya?." batin Azizah bingung dan mencari sesuatu.
"Aku ingin mengantarmu, Dimana rumahmu?." Ulang Rendi.
Azizah masih sibuk mencari sesuatu agar bisa di tulis.
"Ck." gumam Rendi yang mulai kesal.
Bremm....(Melaju dengan kecepatan tinggi)
"Astaghfirullah!." kejut Azizah saat tubuhnya yang miring kesana kemari.
Azizah kembali mencari bukunya di dalam tas, namun semua nya basah karena terkena hujan tadi.
"Yahh...basah bagaimana, nih?." batin Azizah.
Bremm...(kembali kencang)
"Aahh...aku takut." Batin Azizah dengan tubuhnya yang terus bergeser-geser.
Azizah dengan cepat menginjak rem mobil itu karena ia tau bagaimana caranya menjalankan mobil.
Sreepp....(Mobil berhenti mendadak)
"Apa yang kau lakukan?!." isyarat tangan Azizah marah dengan menatap tajam kearah Rendi.
Deg...
Degg...
Kembali berdebar-debar jantung keduanya karena ternyata tubuh mereka yang sangat dekat.
Ceggerr...(petir menyambar)
"Ahh!!." batin Azizah dengan memegangi kepalanya karena bayangan pisau yang tertancap itu kembali berputar di kepalanya setelah mendengar petir.
"Kau kenapa?." Ucap Rendi khawatir.
Saat mendengar nya Azizah dengan cepat langsung memeluk erat tubuh Rendi.
Deg...
"Aku takutt...." batin Azizah yang berada di dekapan Rendi.
"Hey!." ucap Rendi tepat di dekat telinga Azizah yang membuat Azizah terkejut dan tersadar.
"Astaghfirullah." Batin Azizah dengan kembali duduk seperti semula.
"Astaga! aku lupa bila ia tidak bisa berbicara." batin Rendi.
"Nih! tulislah." Ucap Rendi dengan memberikan secarik kertas dan satu pulpen.
Dengan tubuh bergetar karena takut akan mengebut lagi Azizah menulis sebuah alamat disana dan menyerahkan nya kepada Rendi.
"Apa benar itu rumah mu?." Ucap Rendi setelah sampai dan melihat sebuah rumah yang terbuat dari bambu dan terdapat lumpur di jalan kearah rumah itu.
Azizah mengangguk dan segera turun.
"Sederhana." Batin Rendi saat melihat Azizah berjalan kearah rumah itu.
Bremm...
Rendi kembali menyalakan mesin dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Huhh... hampir saja." Batin Azizah lega.
Tokk....Tok...
"Siapa?." Ucap Intan setelah membuka pintu.
"Azizah?." ucap Intan senang.
Azizah tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN Episode ini😊
Sampai jumpa di episode selanjutnya...🤗🤗
JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA😉😉👇
__ADS_1