Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
TETAPI


__ADS_3

"Baiklah! aku akan menikah denganmu!!" isyarat tangan Uswah pasrah, karena ia tidak mau para petani itu terkena akibat ke egoisannya.


"Tetapi!" isyarat tangan Uswah yang membuat Rendi bingung.


"Tetapi! Jangan kamu menggusur lahan pertanian ini,, dan biarkan para petani mendapatkan pekerjaan nya!" Isyarat tangan Uswah tegas yang membuat Rendi mengalihkan pandangannya kearah para pekerja.


"Stop! Berhenti semuanya!" Tegas Rendi yang membuat para pekerja itu berhenti.


"Ada apa tuan? Mengapa diberhentikan??" Tanya seorang Arsitek kepada Rendi.


"Saya sudah bilang 'Berhenti'! Tanpa kau harus tau penyebab nya!" Tegas Rendi yang membuat Arsitek itu mengangguk seraya memberitahukan semuanya kepada para pekerja.


"Cepat! Kau, ikut denganku!" Tegas Rendi kepada Uswah.


Para petani merasa iba kepada Uswah yang rela mengikuti permintaan Rendi demi mereka.


"Tidak! Neng Uswah tidak perlu melakukan itu,, biarlah kami menanggungnya," ujar para petani tidak tega.


Uswah menoleh kearah belakang dengan menggeleng sembari tersenyum dibalik cadar nya.


"Saya memberimu izin untuk pulang sekali! Setelah itu,, saya tidak akan membiarkan nya saat engkau telah menjadi istriku!" Tegas Rendi kepada Uswah yang saat ini mereka berdiri didekat mobil Rendi dan jauh dari para petani.


"Tetapi,," isyarat tangan Uswah yang ingin memberitahu sebenarnya.

__ADS_1


"Bila kau membantah?! Maka, kau tidak akan bisa pulang kembali!" Tegas Rendi yang membuat Uswah terdiam.


"Mengerti!" Bentak Rendi yang membuat Uswah secara refleks langsung mengangguk.


"Baguslah! Tunggulah! Sampai hari itu,, aku akan membuatmu kesepian seperti diriku dimasa lalu!! Batin Rendi seraya masuk kedalam mobil nya dan pergi dari tempat itu.


Bruum...


"Tetapi,, aku sudah dijodohkan,, bagaimana ini??" Batin Uswah yang merasa bersalah atas keputusan nya sendiri.


*Satu Minggu telah berlalu*


Tanpa diketahui Rendi, ternyata Uswah telah bertunangan dengan Reno seminggu yang lalu setelah Uswah pulang dari Kampung Kaliasri.


Dan hari ini adalah hari pernikahan Uswah yang dilaksanakan di kediaman nya.


"Tetapi,, Apakah itu artinya ia akan menyerah? Atau akan tetap datang dan menikah denganku??" Batin Uswah gelisah jikalau Rendi datang secara tiba-tiba ditengah-tengah acara yang penting ini.


"Kakak!" Teriak Diana yang memang masih tinggal dirumah itu, segara berlari menghampiri Uswah.


Uswah melambaikan tangannya dengan tersenyum dan melentangkan tangannya, karena wajahnya yang sedang di Make up membuatnya tidak memakai cadar.


"Kak! Kenapa kakak dandan sangat cantik?" Tanya Diana yang telah terduduk di pangkuan nya.

__ADS_1


Tokk... Tok...


"Nak, Penghulu sudah datang! Apakah sudah selesai?" Tanya Umi Adiba yang telah datang seminggu yang lalu di balik pintu.


"Sudah, Umi,," ujar seorang wanita yang sedang merias wajah Uswah sembari membuka sedikit celah pintu.


"Mba, boleh tolong dandanin aku ga? Biar cantik seperti kak Uswah?" Ujar Diana kepada perias itu.


"Boleh dong sayang,, Ayuk!" Ujar perias itu seraya mengambil peralatan make up.


"Jangan pakai yang itu! Aku ingin pakai punya ku sendiri yang ada dikamar ku,," ujar Diana seraya mengajak perias itu untuk keluar dari ruangan dan masuk ke dalam kamar Diana yang bersebelahan.


Kini diruang rias pengantin, hanya ada Uswah seorang diri yang sedang memandang dirinya didepan cermin.


"Ini wajahku? Maa Shaa Allah! Cantik sekali!" Batin Uswah kagum dengan ciptaan Allah.


Ceklek! Cekrek!


"Mungkin, perias itu datang untuk kembali membawa peralatan make up yang ia tinggalkan disebelah ku,," Batin Uswah yang terus memandangi wajah cantiknya didepan cermin.


"Tapii... kenapa tidak ada suara langkah kaki??" Batin Uswah yang mulai takut Karena ia merasakan ada sesuatu yang mendekati dari arah belakang...


Deg! "Dia!!" Batin Uswah terkejut karena ada seseorang yang berdiri tegak dibelakang nya yang ia lihat lewat cermin.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TERIMAKASIH TELAH MAMPIR😊 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN READERS....😊😉


__ADS_2