Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
CEMBURU


__ADS_3

JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA👇😆😆


Pagi hari nya, di Sekolah SMA SEJARA 1.


Azizah bersama Viona berjalan kearah perpustakaan.


"Azizah aku ingin belajar bahasa isyarat dong?!". Pinta Viona setelah duduk di kursi.


Azizah mengangguk dan mulai mengajari Viona bahasa isyarat.


Disaat waktu bersamaan, Reno datang bersama Rafi.


"Azizah Kanaya Putri lahir tanggal 04 - 06 - 2006". Batin Reno saat melihat Azizah disana dan mengingat hanya itulah yang ia dapat dari identitas Azizah.


"Reno, kenapa kau bengong?". Tanya Rafi saat melihat Reno termenung.


"Tidak, Kau tunggu lah disini sebentar". Ucap Reno dengan menepuk pelan bahu Rafi seraya pergi menghampiri Azizah.


"Assalamu'alaikum". Ucap Reno.


"Wa'alaikumussalam". Isyarat tangan Azizah.


"Apa boleh, Ikut belajar bahasa isyarat juga?". Pinta Reno.


Azizah mengangguk.


Setelah mendapat jawaban, Reno duduk di sebelah kanan Azizah dan mulai memperhatikan tangan Azizah walau masih ada jarak di antara mereka.


"Berarti kalau tentang suatu pertanyaan seperti ini?". Ucap Reno dengan mengisyaratkan tangannya.


Azizah mengangguk.


Tak berselang lama, Grup R4 datang.


Rendi melihat nya membuat gejolak api membara di hati nya.


"Ck. Dia berani sekali?!". Batin Rendi seraya mengepalkan tangannya.


"Apa yang mereka perbuat?". Batin Reyfano saat melihat Azizah.


"Kak, minta tanda tangannya dong?!". Pinta salah satu siswi kepada Rifki.


Rifki berlalu begitu saja tanpa menoleh.


"Cuek banget!". Gumam Siswi itu.


"Nih...". Ucap Reyhan dengan memberikan tanda tangannya di kertas yang siswi itu pegang.


"Terimakasih, kak!". Girang siswi itu dengan berlari keluar perpustakaan.


Kedua bola mata Rifki selalu melihat ke arah Rendi yang terlihat sangat kesal.


"Kenapa dia terlihat kesal?". Batin Rifki.


Ia juga menatap kedua bola mata Reyfano yang juga terlihat suram.


"Ada apa dengan mereka?". Batin Rifki heran dan ikut melihat apa yang mereka lihat.


"Apakah karena gadis bisu itu?". Batin Rifki.


Rendi yang sudah tidak tahan, akhirnya ingin menghajar Reno di depan umum. Namun, Rifki sudah lebih dulu mencegah nya.


"Ini depan umum, jangan buat masalah!". Gumam Rifki yang membuat Rendi menatap tajam padanya.

__ADS_1


"Apa urusan mu?!". Gumam Rendi dengan hati yang sudah di penuhi aura marah.


"Reyhan, kau ngapain?!". Ucap Rifki saat melihat Reyhan di kerumuni para siswi.


"Mereka minta tanda tangan!". Teriak Reyhan karena banyak nya siswi membuat ia bagaikan tenggelam.


"Ck. Kita pergi saja dari sini!". Gumam Rifki dengan menyeret Rendi dan Reyfano seperti saat Reyfano menyeret nya di atap sekolah.


"Apa yang kau lakukan?!". Marah Rendi karena kesulitan bernafas dan melepaskan tangan Rifki.


"Jangan buat masalah!". Gumam Rifki karena lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian di sana.


"Tolong jangan berisik! Ini perpustakaan". Ucap Pak penjaga perusahaan.


Reno melihat kedua bola mata Rendi yang menatap tajam kepadanya.


"Ku tunggu kau, di atap sekolah!". Tatapan Rendi bagaikan mengisyaratkan itu.


"Dia lagi". Batin Reno yang sudah siap dengan resiko nya.


"Lebih baik kita pergi saja?!". Gumam Rifki saat keadaan semakin terasa mencengkram.


Rifki kembali menyeret mereka berdua seperti tadi.


"Ck. Lepaskan!". Ucap Rendi dengan berjalan keluar perpustakaan.


"Kau, ingin di lepaskan juga?". Gumam Rifki kepada Reyfano yang terus saja melihat Azizah dengan melamun.


Reyfano menatap Rifki dan menggeleng.


"Sudah seperti anak kecil saja". Batin Rifki senang karena mengingat kembali masa kecil yang mereka lewati bersama.


"Apa aku harus bilang padanya, sebelum ada yang memiliki nya?". Pertanyaan Reyfano di dalam hati.


"Maaf". Ucap Reyhan seraya kabur dari gempuran ombak yang menghalangi nya.


"Kak, Reyhan tunggu!". Ucap para siswi seraya mengejar.


Semua orang di perpustakaan hanya bisa menggeleng.


"Seperti nya saya ada urusan sebentar, nanti bisa di lanjut lagi". Pamit Reno seraya pergi dari perpustakaan.


Azizah mengangguk.


"Azizah, kayak nya dia suka deh sama kamu". Bisik Viona.


Azizah menggeleng.


"Tidak! Dia hanya teman ku". Isyarat tangan Azizah yang sudah di mengerti oleh Viona.


"Bagaimana kabar Intan, apakah dia baik-baik saja sekarang?". Ucap Viona.


Azizah mengangguk.


"Syukurlah, nanti aku akan menjenguk nya lagi". Ucap Viona.


Di atap Sekolah, sudah ada Rendi dan Reno yang saling berhadapan. Sedangkan Grup R3 hanya melihat dengan seksama.


"Kenapa ada cowok sarung itu disini?". Gumam Rifki.


"Mereka mau melakukan apa?". Gumam Reyhan.


"Dia terlihat marah". Batin Reyfano saat melihat wajah Rendi.

__ADS_1


"Cepat kita selesaikan disini!". Ucap Reno dengan persiapan.


"Ck. Kau!". Gumam Rendi dengan mulai menyerang.


Bughh...


"Apa yang mereka lakukan?!". Kejut Reyhan yang ingin memberhentikan mereka. Namun di halang oleh Reyfano.


"Biarkan saja, itu urusan mereka". Ucap Reyfano.


Buugh...


Pukk...


Brrukkk...


Rendi terjatuh.


"Aakhh, Ini ga ada apa-apa nya!". Lirih Rendi dengan bangun kembali.


Bughh...


Brrukkk...


Bughh...


Walau dengan banyak nya luka yang mereka rasakan. Namun, tetap tidak memberhentikan mereka.


"Jauh kan Azizah!!". Teriak Rendi dengan memukul Reno dengan sekuat tenaga.


Deg..


"Azizah?". Batin Reyfano.


"Ternyata benar, karena gadis bisu itu". Gumam Rifki.


"Hah?! Azizah? Gadis bisu itu?". Batin Reyhan.


"Memang kau, siapanya Azizah?!". Teriak Reno.


"Jadi, permasalahan ini karena gadis bisu itu?". Batin Rifki.


"Ck. Bukan urusan mu!". Teriak Rendi.


Bughh...


Bbrukk...


Rifki yang sudah mengetahui permasalahan nya, akhirnya mencoba memberhentikan mereka berdua.


"Berhenti!". Perintah Rifki dengan menangkap tangan Reno dan Rendi yang ingin saling memukul.


"Kita bisa selesaikan ini tanpa kekerasan!". Ucap Rifki.


"Ck. Tidak ada yang bisa di selesaikan!". Ucap Rendi dengan kembali memukul Reno dan mendorong Rifki.


Bughh...


"Ck. Kalian!". Gumam Reyfano yang langsung mendekap tubuh Rendi dari arah belakang.


"Apa yang kau lakukan?!". Marah Rendi dengan terus menerus berusaha melepaskan nya.


"Cepat kau pergi dari sini!". Ucap tajam Rifki.

__ADS_1


Reno yang sudah babak belur akibat pukulan Rendi yang tidak main-main, akhirnya berjalan dengan sempoyongan menuju tangga.


__ADS_2