
jam telah menunjukkan pukul 06:30 WIB.
Setelah memakai seragam sekolah, Azizah mengarahkan pandangannya kearah ponsel pengeluaran terbaru nya yang telah lama tidak ia pakai karena ia biasanya hanya menggunakan hp biasa saat di sekolah.
"Apa dia baik-baik saja?." Batin Azizah saat teringat kepada Zahra yang telah lama tidak menghubungi nya lagi setelah mimpi tersebut.
"Aku kangen mendengar suaranya." Batin Azizah sembari mengambil hp itu dan mengirimkan pesan.
..."assalamu'alaikum."...
..."Apa kabar? 😊."...
...----------------...
...terakhir dilihat pada tanggal 26/12/2022...
"mengapa ia tidak online lagi setelah Vidio call hari itu?." Batin Azizah sedih dengan kembali menaruh hp nya ke meja belajar otomatis nya. meja belajarnya itu langsung menenggelamkan hp nya kedalam sebuah kotak yang terbuka secara otomatis di atas meja.
Tok...Tok...
"nak, cepat berangkat kesekolah, sebelum terlambat." Ucap umi Adiba di balik pintu kamar Azizah.
Azizah membuka sedikit celah pintu kamar nya dan mengangguk.
"Ouh iya, aku lupa mengembalikan jaketnya." Batin Azizah yang kembali masuk mengambil jaket Reyfano yang ternyata sudah lama ia tidak kembalikan.
setelah mencium punggung tangan umi nya, Azizah kembali berangkat ke sekolah menggunakan sepeda nya yang terlihat sangat sederhana, namun Sangat canggih.
Di dalam perjalanan Azizah menggoyahkan sepeda nya dengan melamun memikirkan Zahra.
"Apa dia baik-baik saja?." pertanyaan itulah yang selalu terlintas di pikiran Azizah.
"Dia bukannya cewek itu?." Batin Reno yang sedang mengendarai motor merk Verza dengan gagahnya dan tidak lupa ia terus memakai sarung nya walaupun menaiki motor.
"Heyy...jangan melamun!!." Teriak Reno saat melihat Azizah ingin menabrak seorang anak kecil yang sedang mengambil bola nya yang terlempar kejalan.
"astaghfirullah." Batin Azizah sembari mengerem dengan mendadak dan berhenti.
__ADS_1
"Apa kau baik-baik saja?." Ucap Reno menghampiri Azizah dengan motor nya.
Azizah masih melamun dan tidak menjawab.
"hey...ada apa?." Ucap Reno yang melambaikan tangannya di depan wajah Azizah.
"eehh...apa?." batin Azizah dengan menoleh kearah Reno di samping kanan nya.
"Apa kau baik-baik saja?." ulangnya.
Azizah mengangguk dan kembali menjaga pandangannya.
Reno pun menjadi salah tingkah karena tatapan sekilas dari Azizah yang ternyata dapat menggoda nya.
"astaghfirullah." batin Reno.
"Kau memikirkan apa?" Ucap Reno.
Azizah hanya menggeleng dan kembali menggoyahkan sepeda nya.
Sesampainya di SMA sejara 1
"iihh...cewek bisu itu kok selalu dekat dengan cowok tampan sih?!."
"Kenapa hanya dia yang beruntung?!."
"munafik sekali dia bisa membuat cowok² tampan dekat dengannya!!."
"cepat susun rencana kembali, dia sudah kelewatan merebut cowok² tampan sekolah kita." Ucap Bianca kepada para anggota geng girls beautiful yang kini telah bertambah menjadi enam orang.
"Cihh...dasar munafik!!." Ujar Raya saat melihat Azizah keluar dari parkiran dan berjalan kearah kelas dengan ada Reno yang juga berjalan di sampingnya dengan jarak yang cukup jauh.
"Ada apa ya?." Batin Azizah yang merasakan banyaknya siswi-siswi yang memperhatikan nya.
"hhmm..." Batin Azizah dengan menoleh kesamping dan melihat Reno yang berjalan dengan santai.
"Apa karena dia?." Batin Azizah yang langsung berlari menuju kelas dan menjauh dari Reno.
__ADS_1
"kenapa dia berlari?." Batin Reno.
"saat jam istirahat saja aku kembalikan jaketnya." Batin Azizah saat berlari baru teringat kalau ada jaket Reyfano di tangannya.
Jam istirahat....
"Intan, temani aku ke atap sekolah yuk?." tulisan di buku diary Azizah.
"apa kamu ada masalah?." Ucap Intan karena ia tau kalau itu tempat nongkrong nya Grup R4.
Azizah menggeleng.
"baiklah." Ucap Intan sedangkan Viona ia sedang di panggil kepala sekolah.
Setelah sampai di atap sekolah mereka melihat Grup R4 yang sedang duduk di kursi mereka masing-masing dengan kesibukan mereka yaitu bermain game online dengan sangat serius.
Azizah menggenggam tangan Intan dengan kuat karena ia tidak biasa berhadapan dengan banyak lelaki.
"biar aku saja." Ucap Intan dengan memberikan telapak tangannya kearah Azizah.
Azizah mengerti dan memberikan jaket itu ke Intan.
"bismillah." Ucap Intan.
"eee...maaf bila mengganggu kalian, saya datang kesini Hanya ingin mengembalikan jaket kak Rendi." Ucap Intan yang membuat grup R4 menoleh kearahnya kecuali Reyfano dan itu membuat Rendi mengernyit kan dahinya.
"sejak kapan aku memberikan nya jaket?." Batin Rendi.
"ituu...bukannya jaket Reyfano dulu?." Ucap Reyhan yang membuat Reyfano Menoleh kearah Azizah.
"eehh...iya ma-maaf, ini kak." Ucap Intan gugup karena ia juga tidak terbiasa berbicara dengan lelaki ajnabi.
"terimakasih." Ucap Reyfano dengan mengambil jaketnya itu.
"Dia memberikan jaketnya kepada nya?." Batin Reyhan heran dengan melihat Intan dari atas sampai bawah.
"Sangat sederhana." Batin Reyhan.
__ADS_1
Azizah dan Intan kembali berjalan menuju pintu keluar dan segera menjauh dari tempat itu.
JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA👇😄