Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
TERPAKSA


__ADS_3

"Apakah sudah selesai?" Batin Asisten itu dengan memberanikan diri membuka kedua bola matanya.


"Astagfirullah!" kejut Asisten itu yang melihat pintu rusak akibat di dobrak oleh Rendi tadi.


"Bagaimana nih??" Batin Uswah bimbang.


*SATU MINGGU TELAH BERLALU, KINI USWAH HARUS MEMUTUSKAN UNTUK ME**NJUAL LAHAN ITU ATAU TIDAK*!


PERUSAHAAN DERLABA GROUP.


"Aku tidak akan menjualnya! Tetapi, bagaimana dengan nasib para petani??" Batin Uswah bimbang karena lahan itu menjadi satu-satunya pemasukan keuangan para petani.


"Selamat pagi nona,, tuan Rendi sudah menunggu anda di lobi,," ujar Mifta asisten wanita berhijab pendek itu.


"Baiklah,, terimakasih,," isyarat tangan Uswah yang membuat Mifta kembali keluar dari ruangannya.


"Dia sudah menunggu,, bagaimana ini Ya Allah??" batin Uswah bingung.


"Bismillah! semoga engkau mudahkan Ya Allah!" Batin Uswah seraya berjalan keluar dari ruangan nya menuju lobi.


Setelah menuruni beberapa tangga menggunakan lift, ia melihat Rendi sedang terduduk santai di sofa yang telah tersedia disana dengan kaca mata hitam terpasang di kedua matanya.


"Saya tidak punya banyak waktu, cepat! katakan keputusanmu!" ujar Rendi saat melihatnya telah menghampiri dirinya.


"Hhuuh! Bismillah!" Batin Uswah seraya tangannya mulai berisyarat.


"Tidak! Saya sudah bilang, jika kamu tidak mau menjual tanah itu kepadaku,, Maka kamu sudah tau akibatnya!" Tegas Rendi yang membuat seisi lobi itu terkejut.


"Tetapi, itu tanah milik ayah saya! Kamu tidak berhak merebutnya secara paksa!" Isyarat tangan Uswah tegas.


"Tentu bisa! Apa yang tidak bisa kulakukan untuk memenuhi keinginannya ku??" Tanya Rendi santai seraya membuka kaca mata hitam nya lalu menggantung di saku jas nya.


"Cih! Sombong sekali!" Batin Uswah kesal.


"Jika memang itu keputusan terakhir mu? Maka para petani itu akan kehilangan mata pencaharian dan tidak bisa mencari kerja ditempat lain!" Tegas Rendi.

__ADS_1


"Karena apa? Karena akulah yang akan memblokir semua pekerjaan yang mungkin akan didapatkan para petani itu!" Ulang nya seraya berdiri lalu melangkah kaki nya menuju pintu keluar.


Takk... Taak... Bruuk...


Ia berhenti ditempat seraya menoleh kearah belakang setelah mendengar kembali suara tangan Uswah yang membentur meja yang artinya 'Berhenti'


"Cobalah! Jika kau bisa! Aku tidak akan membiarkan nya!" Isyarat tangan Uswah tegas dan ia segera berjalan kembali menuju lift.


"Cukup tegas,," Batin Rendi yang terdiam memperhatikan Uswah yang kini telah masuk kedalam lift.


"Kita lihat saja! Siapa yang akan menang!" Tatapan Uswah yang ia lihat bagaimana mengisyaratkan itu.


Setelah kejadian itu, Rendi dengan waktu cepat langsung melakukan apa yang ia inginkan yaitu 'mengambil secara paksa tanah itu'


"Ternyata dia cepat sekali melakukannya dari pada diriku!" Batin Uswah kesal saat mengetahui jika Rendi langsung melakukan beberapa proyek pembangunan di tanah itu.


Bruum...


"Aku tidak akan menyerah!" tekad Uswah dalam hati seraya pergi dari perusahaan DERLABA GROUP menuju Kampung Kaliasri.


Uswah melihat seorang arsitek dan beberapa orang yang sedang bekerja, mulai dari menggerakkan sebuah alat berat yang biasa ada pada pembangunan.



Sedangkan para petani menjadi keheranan di dekat gubuk yang berada ditengah sawah.


"Apa benar Neng Uswah menjualnya?" Tanya para petani yang terdiam membisu memperhatikan mereka.


Buum...


"Dia! kenapa selalu membuatku marah?! dari SMA tidak pernah berubah sampai sekarang,," batin Uswah seraya keluar dari mobil.


"Itu dia!" Batin Uswah saat melihat Rendi sedang berbicara dengan arsitek.


"Dia datang!" Batin Rendi saat melihat Uswah menghampiri nya.

__ADS_1


"Kalau begitu saya percayakan semua nya kepada bapak! permisi,, saya masih ada urusan sebentar," ujar Rendi yang membuat Arsitek itu pergi menghampiri para pekerja.


"Bagaimana? Cepatkan?!" Ujar Rendi santai seraya memasukkan kedua tangan disaku celananya.


"Cukup cepat! namun,, itu tidak dapat menghentikan diri ku!" isyarat tangan Uswah tegas seraya berdiri tegak di depan Alat berat penggali tanah yang ingin menggali lahan milik ayahnya.


"Apa yang dia lakukan?!" kejut seorang pekerja yang sedang menggerakkan alat berat penggali itu yang hampir mengenai tubuh Uswah.


Para petani yang melihat itu dan menyadari jika Uswah tidak setuju dengan pembangunan itu, akhirnya berjalan beriringan menghampiri Uswah dan berdiri bersamanya disana.


"Para petani!" Batin Uswah yang menyadari keberadaan mereka dan menatap tajam kearah Rendi.


"Cih! hanya segitu kemampuanmu?" Gumam Rendi.


"Cepat lakukan!" tegas Rendi kepada seorang pekerja yang menggerakkan alat berat/beko itu.


"Ta-tapi tuan! didepan ada orang!" ngelak pekerja itu.


"Cepat lakukan saja!" bentak Rendi yang membuat pekerja itu pelan-pelan menjalankan Beko itu yang semakin dekat dengan para petani serta Uswah.


"Kita lihat! sampai mana ia bertahan!" Batin Rendi yang menatap tajam kearah Uswah yang terlihat ketakutan dari sorot matanya.


Mereka terus berdiri tanpa tidak menghindar, sedangkan alat berat/beko itu telah semakin dekat hingga tinggal beberapa meter jaraknya.


"Stop!" Ujar Rendi yang membuat pekerja itu menghentikan Beko yang dari tadi terus berjalan maju untuk memasuki lahan pertanian itu.


"Aku akan memberimu kesempatan! Cepat, katakan apa keputusan terakhir mu?!!" Teriak Rendi yang membuat Uswah menoleh kearah para petani disebelahnya.


"Huuftt... Seperti nya tidak ada pilihan lagi,," Batin Uswah berfikir seraya menatap lekat-lekat kedua bola mata Rendi.


"Baiklah! aku akan menikah denganmu!!" isyarat tangan Uswah pasrah, karena ia tidak mau para petani itu terkena akibat ke egoisannya.


"Tetapi!" isyarat tangan Uswah yang membuat Rendi bingung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


TERIMAKASIH TELAH MAMPIR😊 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK READERS😊😊


__ADS_2