
"Rendi lagi?? Siapa lelaki itu? Mengapa namanya selalu diucapkan oleh istriku?!!" Batin Andrew kesal.
Ingin marah! Tapii.. melihat kondisinya yang sedang tidak baik. Andrew menyembunyikan rasa cemburunya yang terbersit sangat nyata pada hatinya.
"Astagfirullah.. mengapa aku selalu menyembut nama lelaki lain di depan suamiku?" Batin Uswah yang merasa bersalah saat melirik telapak tangan Andrew yang dikepalkan.
"Huftt.. Tapi, mimpi tadi terasa sangat nyata," Gumam Uswah dengan nafas memburu ia terus melamun.
"Saya permisi dulu, Tuan. Masih ada pasien yang harus saya tangani." Pamit Dokter Linda sembari berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Flash black {ON} (POV Uswah)
"Lepaskan!!" Jerit ku saat kedua tangan ku dipasangkan borgol oleh seorang pria bertopeng dan berjaket hitam di belakangku.
"Diamlah!! Kau, akanku.." Tegas pria tersebut seraya menarik secara paksa cadar dan hijab panjangku dengan kasar.
"Kau, sangat cantik!" Ujarnya sembari menoel-noel kedua pipi chubby ku yang kini tak berbalut cadar hitam ku dan hijabku pun sudah terlapas dari kepalaku.
"Jangan kau berani menyentuhku sembarangan!!" Tegasku menjauhkan tubuhku darinya.
Brukk...
Namun, ternyata tanpa aku sadari pria tersebut telah mengikat kedua kaki ku dengan tali yang sangat tebal nan keras di balik gamis panjangku hingga diriku terjatuh kelantai dengan tubuh miring kekanan.
Buugh! "Aakhh!" Rintihku saat daguku terbentur lantai dengan keras.
Aku melihat sekeliling ku adalah ruangan yang sangat kosong nan gelap hanya ada lampu lilin yang menerangi gelapnya malam pada ruangan itu.
__ADS_1
"Dimana sekarang aku berada?" Batinku yang merasakan ketakutan diseluruh tubuhku sembari merasa sangat waspada pada pria tersebut.
Belum sempat, Diriku bertanya-tanya lagi didalam hatiku, pria itu langsung saja mengeluarkan sebuah alat yang tak bisa kulihat jelas wujudnya karena kegelapan yang terus menyelimuti ruangan itu dengan api lilin yang bergoyang-goyang.
Crengg!
Pria itu menyeret alat tersebut dengan suara besi nan bising yang melengking dikedua telingaku.
"Ya Allah, tolong hamba!!" Jeritku yang tak bisa ku tahan lagi saat melihat benda yang dipegang oleh pria tersebut, Ialah sebuah C*rulit tajam nan runcing.
"KAU, HARUS MATI DITANGANKU!!" Tegas pria tersebut sembari berlari kencang menuju ku.
Braakk!
Slepp!
Cratt!
"Apa yang terjadi?" Batinku yang tak berani untuk membuka kedua bola mataku.
Uhukk!
Uhukk!
Cratt!
Aku mendengar suara batukan seseorang di depanku dengan ditemani suara muntahan yang entah apa yang ia muntahkan dilantai.
__ADS_1
Bruuk!
"Uswah, aku sangat mencintaimu..." Lirih seseorang yang bisa kurasakan keberadaan nya yang sangat dekat dengan telingaku.
Setelah mendengarnya, dengan perasaan takut kumulai secara perlahan membuka kedua pelupuk mataku sembari menoleh ke sebelah ku.
Dan ternyata! Itu adalah Rendi, dengan bagian dadanya yang telah tertancap C*rulit tajam tersebut hingga menembus kebelakang punggung dengan jantungnya yang keluar dan tergantung diujung c*rulit itu.
Tubuh nya yang terkapar tidak sadarkan diri disebelah ku ditambah dengan darah merah nya yang mengalir keluar dan berjalan perlahan mendekati tubuhku.
"Hahh..! Haahh...!!" Nafas ku terengah-engah saat melihat wujud asli jantung tersebut yang tak berdetak kembali dengan isian dalamnya pun keluar perlahan.
"Rendi!!" Jerit ku yang tak percaya jika ia datang dan merelakan nyawanya demi menyelamatkan diriku.
FLASHBLACK {OF} (POV Uswah End)
"Aakhh!" Terdengar suara rintihan Andrew yang membuat Uswah sebelumnya melamun menjadi menoleh kearahnya yang sedang menahan rasa sakit dengan tangannya menyentuh dada nya.
"Mas!" Kejut Uswah khawatir seraya turun dari ranjang pasien dan menghampirinya.
Plakk! "Tak usah pedulikan diriku!" Tegas Andrew setelah menepis tangan Uswah yang ingin menyentuh dirinya.
"Mas! Penyakit kamu masih belum sembuh! Sini, biarku bantu.." Ujar Uswah lembut.
Plakk! Lagi dan lagi Andrew menepis tangan Uswah dan menjauhkan tubuhnya darinya.
"Diamlah disini, Jangan ikuti diriku!" Tegas Andrew yang ingin menyembunyikan penyakit yang ia derita selam ini sembari berjalan keluar dari ruangan.
__ADS_1