Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
EPS 43


__ADS_3

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Rendi yang membuat kak Aldi menatap tajam kearahnya.


Glek! Rendi berdecak ngeri saat melihatnya.


"Kita harus melakukannya!" tegas kak Aldi.


"Melakukan apa?" tanya Rendi keheranan.


"Ck. Cepat kau gantikan ku menyetir," ucap kak Aldi seraya menghentikan mobil dan keluar berjalan kearah pintu sebelah Rendi.


Tok! Tokk!


"Cepat turun!" tegas kak Aldi.


Rendi langsung turun dan berpindah tempat duduk.


"Cepat jalan! Dan ikuti tanda merah ini," ucap kak Aldi seraya menaruh hp nya tepat di depan pengemudi yang terdapat sebuah tempat hp seperti Gojek.


"Baik!" jawab Rendi seraya meyetir dengan sekali-kali melihat layar hp itu.


"Aku harus cepat!" batin kak Aldi seraya mengeluarkan hp lainnya di tempat penyimpanan.


"Punya berapa banyak hp, paman ini?" batin Rendi saat sekilas melihat hp lainnya di tangan kak Aldi yang sedang mengetik sesuatu.


"Ada apa?" tanya kak Aldi saat mobil berhenti secara mendadak.


"Lihatlah," jawab Rendi dengan menoleh karah depan.


Kak Aldi menoleh kearah depan yang terdapat pepohonan rindang.


"Kita di hutan?" tanya kak Aldi seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


ia melihat Banyaknya pepohonan tinggi nan lebat mengelilingi mereka.


"Tanda merahnya hilang!" kejut Rendi saat melihat layar ponsel itu.


"Apah?!" Ucap Kak Aldi yang tak kalah terkejut seraya berfikir.


"Apa kita sebaiknya putar balik?" Tanya Rendi.


"Tidak! kita turun saja, dan tetap mencari adikku," tegas kak Aldi dengan memberanikan diri keluar dari mobil dengan di temani cahaya senter ponsel nya yang sangat terang karena hutan itu sangatlah gelap.


Glek! " Ngeri sekali hutan ini, tetapi bagaimana bisa kami sampai masuk kehutan?" Batin Rendi keheranan karena ia tadi sudah fokus menyetir.


"Cepat!" tegas kak Aldi di luar mobil.


"Kenapa tanda merah tadi sebelum menghilang mengarah ke depan?" Batin Rendi seraya berfikir dan tidak mempedulikan kak Aldi yang terus saja memanggil nya.


"Apa mungkin, Azizah ada disana?" Batin Rendi terdiam.


"Hey! cepat turun, apa kau takut?" Tanya kak Aldi seraya menghampiri nya ke jendela pengemudi yang terbuka lebar.


"Astaga! Paman, membuat ku terkejut!" kejut Rendi seraya turun dari mobil.


"Kita lurus saja!" Ucap Rendi seraya fokus berjalan dengan hanya bantuan senter hp nya.


"Dia seperti tau," Batin kak Aldi seraya mengikuti Rendi.


"Apakah dia sudah mengirimkan nya?" Tanya pak Cristian kepada anak buahnya.


"Sudah, bos," jawab salah satu anak buah nya.


"Baguslah! Jangan sampai luka anak itu tidak sembuh setelah kakak nya datang!" tegas pak Cristian.

__ADS_1


"Azizah..." lirih Viona saat ia melihat Azizah belum tersadar dengan tangan dan kaki nya yang di ikat oleh tali.


"Mm-hmm..." Batin Azizah seraya membuka secara perlahan kedua bola matanya.


"Azizah!" kejut Viona senang, namun ia segera menutupi ekspresi senang nya.


"Dia sudah bangun, cepat kasih dia minum!" tegas pak Cristian saat melihat bibir Azizah yang bergerak-gerak seperti kehausan.


Salah satu anak buah nya membantu Azizah meminum air putih yang telah tersedia disana.


"Kau! ikut aku!" tegas pak Cristian saat melihat Viona ingin mendekati Azizah.


"Ba-baik..." lirih Viona seraya mengikuti papah nya keluar dari rumah tua itu.


"Setelah kamu lulus sekolah menengah atas, ikut papah ke Australia," Ucap Pak Cristian karena ia merasa Indonesia tidak aman bagi anak nya dan dirinya.


"Ta-tapi, pah!" ngelak Viona.


"Jangan selalu ngebantah ucapan papah!" tegas pak Cristian seraya kembali masuk kedalam.


"Tapi... aku ingin bersama dengan sahabatku," lirih Viona sedih seraya kembali masuk.


"Kau melihat apa?" Tanya kak Aldi saat Rendi mengumpet di semak-semak setelah melihat sesuatu di depannya.


"Shuutt... Paman, diam!" bisik Rendi seraya menarik kak Aldi untuk mengumpet di semak-semak.


"Bukankah itu Viona? temannya Azizah?" Batin Rendi.


"Langsung saja! kita lawan," Ucap Kak Aldi seraya keluar dari semak-semak dan berjalan menghampiri ke tiga anak buah pak Cristian sedang bermain kartu di depan rumah tua itu dengan adanya obor di sekeliling mereka sebagai pencahayaan.


"Yo! menang!" sorak salah satu nya.


"Paman!" bisik Rendi saat melihat kak Aldi terus berjalan menghampiri mereka.


"Hey! siapa dia?" tanya salah satunya saat melihat kak Aldi semakin mendekat.


"Bos! ada penyusup yang datang," Ucap anak buah nya itu.


"Yaudah! lawan dong! kenapa malah masuk?!" bentak pak Cristian yang membuat semua anak buahnya itu keluar.


Bughh... Bbrukk... terjadilah perkelahian antara mereka.


"Enam lawan satu, pengecut!" Ucap Kak Aldi seraya kembali memukuli mereka dengan sekuat tenaga.


"Sudah ketahuan," Batin Rendi seraya keluar dari semak-semak dan membantu kak Aldi.


Buggh... "Kau, cepatlah temukan adikku!!" Ucap Kak Aldi saat melihat Rendi.


"Baik!" jawab Rendi seraya berlari masuk kedalam rumah tua itu.


Kreeakk... "Astaga! Azizah!" kejut Rendi saat melihat wajah cantik Azizah terdapat banyak luka lebam terutama pada kedua pipi cubby nya.


Ia segera melepaskan semua ikatan di tangan dan kaki Azizah lalu menggendong nya seperti dulu.


"Kenapa aku selalu melihatmu pingsan??" Gumam Rendi sedih seraya berjalan kearah pintu.


Flashblack On.


Setelah mendapatkan pemberitahuan dari anak buahnya, pak Cristian langsung mengajak Viona untuk pergi dari sana.


"Ayuk? cepat kita pergi dari sini!!" Ajak pak Cristian.


"Nggak! aku ingin bersama Azizah!" tegas Viona.

__ADS_1


"Jangan ngebantah!" bentak pak Cristian seraya langsung menggendong tubuh Viona seperti kantung beras.


Bughh... Bugh... "Nggak, pah! aku ingin bersama Azizah!" Ucap Viona seraya memukul-mukul punggung papah nya.


"Diamlah!" tegas pak Cristian seraya berjalan kearah pintu belakang dan langsung membawa Viona menggunakan mobil.


Flashblack Of.


"Cepat kita pergi dari sini!" ucap Rendi saat menaruh Azizah dikursi sebelah pengemudi disebuah mobil bak yang ada disana.


"Kau, di belakang!" ucap kak Aldi saat melihat Rendi membuka pintu bagian pengemudi.


"Baiklah," jawab Rendi seraya melompat naik di belakang.


Breem... Mobil berjalan melewati berbagai pepohonan dengan arah yang berbeda dengan jalan yang mereka datangi tadi.


"Ternyata disini ada jalan lain," gumam kak Aldi seray terus menyetir dengan sesekali menoleh kearah Azizah.


"Bertahanlah..." gumam kak Aldi saat melihat Azizah masih pingsan.


"Bertahanlah... Aku akan mencari tahu siapa pelaku semua ini," batin Rendi saat melihat Azizah dari kaca belakang mobil.


Breek... Akibat jalan yang rusak di tambah lumpur membuat mobil bak itu tidak bisa melaju.


"Bagaimana ini?!" gumam Rendi saat melihat ban mobil nya masuk kedalam lubang besar yang penuh dengan lumpur.


"Kau, yang menancap gas dan aku yang mendorong," ucap kak Aldi seraya keluar dari mobil.


"Baik!" jawab Rendi seraya melompat kembali dan duduk di kursi pengemudi.


"Satu,dua, tiga!" teriak kak Aldi sebagai aba-aba.


"Aakkkhh..." teriak kak Aldi dengan sekuat tenaga mendorong mobil itu.


"Kenapa ban mobil nya tidak berputar?" gumam kak Aldi seraya keheranan.


"Apa yang dilakukan anak itu?" batin kak Aldi seraya menghampiri pintu pengemudi.


"Apa yang kau lakukan pada adikku?!" kejut kak Aldi saat melihat Rendi mendekati wajah nya kepada Azizah.


Rendi tidak menjawab Dan terus melanjutkan apa yang dilakukannya.


itu membuat kak Aldi marah seraya membuka pintu mobil dan menarik tubuh Rendi agar menjauh dari adiknya.


"Ada apa?" tanya Rendi dengan sedotan berada di mulut nya.


"Apa yang kau lakukan?!" tanya kak Aldi saat melihat hijan panjang Azizah sedikit basah.


"Aku memberikannya minum, apakah salah?!" kesal Rendi seraya mengambil sedotan di mulutnya dan memberikan sebotol aqua kepada kak Aldi.


"Nih! Kasihlah dia minum," ucap Rendi seraya memberikan sedotan tadi.


Kak Aldi melihat kepada bibir Azizah yang bergerak-gerak.


"Dia kehausan, cepat!" ucap Rendi yang membuat kak Aldi menerima pemberiannya.


"Kau, doronglah!" ucap kak Aldi yang membuat Rendi terkejut.


"Hah?! Rendi Vareltino mendorong mobil?!" batin Rendi terkejut, namun mengiyakan nya.


"Kenapa gue mengiyakannya?" batin Rendi heran dengan dirinya saat sudah berada di belakang mobil itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


**TERIMAKASIH TELAH MAMPIR😍


JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA YA...😘😊👇**


__ADS_2