Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
DI PANTAU SESEORANG!


__ADS_3

"Mengapa ada darah di kertas itu?!!" Lirih Uswah khawatir seraya berjalan sedikit cepat menuju pintu ruangan.


"Astaga, Tuan! Istri Anda sedang berlari ke sini!" Kejut Ridho saat melihat Uswah baru saja membuka pintu ruangan tersebut.


Pandangan Andrew menoleh ke arah Uswah yang mendekati dirinya, dengan cepat! Ia langsung memasukkan kertas tersebut ke dalam kantung celananya.


"Kertas apa itu?" Tanya Uswah dengan tatapan serius kepada Andrew.


"Tidak apa-apa, Sayang. Kita masuk ke dalam saja, yuk?" Ajak Andrew seraya menuntun tubuh Uswah dengan lembut.


"Jangan lupa tugas mu!" Gumam Andrew kepada Ridho.


"Tugas? Tugas apa Tuan??" Ujar Ridho tidak mengerti karena sedari tadi ia hanya mengangguk tanpa mengerti apa yang di bicarakan oleh Andrew sebelumnya.


"Ck! Sudah, lakukan saja tugas mu!" Tegas Andrew seraya pergi masuk kedalam ruangan pribadi nya.


"Ba-Baik, Tuan." Jawab Ridho seraya pergi dari sana dengan linglung.


"Mas, ada apa sih?!" Tanya Uswah sembari melepaskan telapak tangan Andrew yang menyentuh kedua bahunya.


"Tidak ada apa-apa, Sayang. Sudah! Kamu duduklah disini dan tunggulah aku menyelesaikan pekerjaan ku." Ujar Andrew lembut seraya menuntun Uswah untuk duduk di sofa, yang berada didalam ruangan nya.

__ADS_1


"Perlihatkan! kertas yang tadi kamu tunjukkan kepada Ridho!" Tegas Uswah tajam karena ia takut jika suami nya dalam bahaya.


"Tidak, Sayang. Itu bukan apa-apa." Ujar Andrew lembut nan tenang sembari berjalan menuju kursi kebesarannya.


"Huuhh!" Uswah mendengus kesal seraya melipatkan kedua tangannya di dada.


Andrew yang mengetahui nya hanya tersenyum kecil sembari mengetik sesuatu kepada layar tipis didepan nya.


Tekk..


Tekk..


"Siapa 'kah pelaku nya?" Gumam Andrew tanpa sadar saat dirinya mencari tau sidik jari milik siapa yang terdapat di kertas tersebut.


Brekk! Andrew langsung menutup laptopnya dan kembali menggenggam kertas tersebut.


"Kamu ngapain, Mas?" Ulang nya keheranan.


Andrew hanya diam menatap dengan lekat kedua bola mata Uswah yang terlihat berkilau nan bercahaya.


"Apa yang kamu genggam?" Tanya Uswah saat pandangannya melirik kearah telapak tangan Andrew.

__ADS_1


Uswah yang melihat Andrew hanya diam, Tangan nya segera teralihkan kearah genggaman tangan Andrew.


"Mas, aku tau kamu menyembunyikan sesuatu. Beritahukan kepadaku!" Ujar Uswah ngambek seraya berusaha membuka paksa telapak tangan Andrew yang tertutup rapat.


"Tidak, sayang. Kamu tidak akan bisa." Ujar Andrew seraya berdiri dan menjauh darinya.


"Isshh! Mas, mah gitu!!" Kesal Uswah seraya berlari mendekatinya dengan perut buncit nya yang belum terlalu terlihat di balik gamis hitam nan panjangnya.


"Jangan lari-lari!" Ujar Andrew khawatir seraya menghampiri Uswah dan tak kuasa menahan telapak tangannya untuk terus menggenggam kertas tersebut.


Alhasil, kertas tersebut terjatuh kelantai dalam keadaan lecek nan menggumpal.


"Aku dapat!" Girang Uswah setelah mendapatkan nya dan ingin membukanya.


"Janganlah, Sayang! Itu.." Ujar Andrew seraya memeluk tubuh Uswah dari depan dengan kedua tangan Uswah yang ia kunci dibelakang punggung sang istri.


"Apaan sih, Sayang! Aku ingin lihat isi didalam kertas nya!" Rengek Uswah saat kertas itu tak dapat ia lihat.


"Hahahah!!" Mereka pun akhirnya tertawa bersama atas kelakuan satu sama lain yang sama-sama menggemaskan.


Namun, Hal itu semua dapat dilihat oleh kedua bola mata hitam nan tajam seseorang di balik CCTV yang tersembunyi di balik bawah meja kerja Andrew. Ia adalah seseorang yang berjaket hitam dengan wajahnya yang tertutup oleh topeng.

__ADS_1


"Kalian bisa tertawa sepuas nya! Tetapi, hal itu akan berubah dengan sekejap mata!!" Gumam seseorang tersebut, yang entah siapa dia.


__ADS_2