Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
TEROR!


__ADS_3

"Astagfirullah hal'azim!" Kejut Andrew setelah membuka sesuatu misterius tersebut yang di dalam nya terdapat batu yang di bungkus oleh kertas hingga ia melihat ada tulisan di kertas itu.


DARAH WANITA ITU, SEPERTI NYA AKAN SANGAT LEZAT! UNTUK DI NIKMATI SERTA TUBUH TERTUTUP NYA YANG SANGAT INGIN KU JELAJAHI!


Deg! Tulisan berwarna merah nan cair itu dapat membuat jantung Andrew berdegup kencang dengan rasa takut yang menyelimuti tubuh nya.


"Ada apa, Sayang?" Tanya Uswah khawatir saat melihat ekspresi ketakutan Andrew yang terlihat jelas di wajah tampan nya.


"Siapa yang ingin membunuh istri dan anak ku.. Maka, ia harus melewati wayat ku lebih dulu!!" Gumam Andrew seraya menggenggam erat kertas tersebut.


"Sayang??" Ujar Uswah seraya mendekati tubuh Andrew yang tengah berjongkok.


"Berhenti dan menjauh!!" Tegas Andrew saat melihat ada pecahan beling berserakan di lantai yang hampir saja di injak oleh kaki Uswah.


Setelah mendengarnya, Uswah berjalan mundur selangkah dengan keheranan.


"Di sini banyak pecahan kaca yang berserakan, dan kamu tidak memakai sandal rumah." Ujar Andrew saat dirinya telah memakai sepatu kerja.


Uswah melirik ke bawah dan benar saja! Pecahan kaca berserakan di bawah, ada yang berdiri tegak dengan atas nya yang runcing nan tajam.


"Kamu. ikutlah dengan ku!" Ujar Andrew tanpa bantahan ia menarik lembut tangan Uswah keluar dari kamar.

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa sih, Mas?" Tanya Uswah keheranan saat melihat telapak tangan Andrew yang satu nya menggenggam sesuatu.


"Hufftt.. Aku lelah.." Lirih Uswah saat Andrew menarik tangan nya dengan berjalan cepat menuruni tangga.


Andrew dengan sigap langsung menggendong tubuh Uswah sembari menuruni tangga.


"Bi, Tolong bersihkan di kamar ada pecahan kaca yang berserakan di lantai." Ujar Andrew saat melihat pembantu nya sedang menyiapkan makanan di atas meja.


"Dan makanan itu, Bibi saja yang makan atau di bagikan kepada tetangga."


"Baik, Tuan." Jawab Bi Indi.


Andrew menurunkan perlahan tubuh Uswah ke dalam mobil, Tepat di kursi sebelah pengemudi.


Brum! "Siapa yang berani mengirimkan kertas ini?!!" Batin Andrew dengan terus menggenggam erat kertas tersebut hingga membuat Uswah curiga.


"Mengapa ia terlihat ketakutan? dan apa yang ia genggam itu??" Batin Uswah curiga.


"Aku tidak ingin kehilangan mereka!" Batin Andrew seraya melirik kearah Uswah di samping nya yang sedang menatap keluar jendela.


"Aku harus menyelidiki nya! Sebelum dia berani bermacam-macam kepada istri dan anak ku!" Batin Andrew.

__ADS_1


Chitt! Mobil berhenti tepat di depan perusahaan yang bertuliskan ADITHAMA DELAC.


Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang perindustrian dan perikanan. Namun, ia hanya termaksud perusahaan sukses pada ranking 10 dari perusahaan di seluruh dunia.


"Pelan-pelan saja berjalan nya." Ujar Andrew dengan sigap selalu berada di sebelah Uswah yang berjalan memasuki perusahaan tersebut.


"Selamat pagi, Tuan." Ujar asisten pribadi Andrew yang bernama Ridho, Ia adalah orang asli Indonesia yang baru saja di terima kerja sedangkan para karyawan lain nya adalah orang asli bernegara Amerika dan Korea


"Pagi, Rid. Tunggu aku di sini!" Jawab Andrew seraya menuntun tubuh Uswah untuk memasuki ruangan nya dan Ridho terdiam di depan ruangan berkaca tersebut.


Ceklek!


"Rid, Aku butuh bantuan mu." Ujar Andrew yang sudah menganggap Ridho sebagai teman nya.


"Bantuan apa tuan?"


Terlihat dari dalam ruangan, Andrew berbicara dengan tatapan serius kepada Ridho yang hanya terus mengangguk.


"Apa yang mereka bicarakan?" Gumam Uswah keheranan saat kaca ruangan tersebut tebal dan tidak terdengar suara apapun dari luar.


Terlihat pula Andrew seperti menunjukkan sebuah kertas lecek yang terus ia genggam sebelum nya kepada Ridho yang masih terus menerus mengangguk.

__ADS_1


"Kertas? Bu-bukan nya I-Itu da-darah? Gumam Uswah terkejut saat dirinya melihat sebuah cairan berwarna merah yang bercucuran dari kertas itu. Namun, ia tetap tidak dapat melihat isi tulisan tersebut.


"Mengapa ada darah di kertas itu?!!" Lirih Uswah khawatir seraya berjalan sedikit cepat menuju pintu ruangan.


__ADS_2