
robot Derli meluncur dengan sangat cepat kearah Azizah.
"Kakak," Ucap Haikal yang semakin mengencangkan pelukannya yang membuat Azizah kesulitan bergerak.
Azizah tidak bisa bergerak dan hanya diam saja.
''nak, cepat lari!'' ucap umi Adiba.
''Bagaimana ini?'' batin Azizah saat melihat robot Derli semakin dekat.
''Bib....'' suara robot Derli secara perlahan tubuh nya berhenti dan semua sistem mati sempurna.
''Alhamdulillah,'' batin Azizah lega.
setelah Haikal melihat robot itu berhenti, ia mulai melepaskan pelukannya.
Azizah mendekati robot Derli dan menyentuh nya.
''Akhh.. panas!'' batin Azizah seraya mengibaskan tangannya.
Dilain tempat, Intan melihat tidak ada Azizah disana.
''Azizah kemana?'' tanya Intan kepada Viona.
''Mungkin dia turun ke lantai paling bawah,'' jawab Viona yang sedang asik memainkan permainan yang ada disana.
''Kita turun yuk?'' ajak Intan seraya menghampiri Viona.
''mm-hmm...Baiklah,'' jawab Viona seraya menghentikan permainan dan pergi bersama Intan menuju lift.
Lift terbuka.
''kenapa sepi sekali?'' ucap Intan saat hanya melihat Puspa yang sedang mengelus kitten.
''Kemana semua orang?'' ucap Viona dengan melihat sekeliling.
Lift lainnya terbuka.
''Itu mereka,'' ucap Viona yang membuat Intan melihat apa yang di tunjuk olehnya.
''Kenapa Haikal bersama dengan Azizah?'' batin Intan.
''Kakak...hikss...'' icap Haikal dengan berlari memeluk Intan.
''Kak, aku telah merusak robot,'' ucap Haikal dalam pelukannya.
''Ya Allah dek, bagaimana bisa?!'' kejut Intan yang kembali merasa gak kenak hati kepada Azizah.
''Sudah, tidak apa-apa nanti bisa diperbaiki lagi,'' Ujar umi Adiba seraya membawa Derli kearah ruangan.
''Azizah maafkan adikku ya?'' ucap Intan merasa bersalah.
''Baru beberapa hari disini, kami sudah membuat kesalahan. apakah lebih baik kami pergi saja?'' gumam Intan.
''Jangan, gpp kok,'' isyarat tangan Azizah sedih.
''Tapii...'' Gumam Intan.
TING...TONG [suara bel berbunyi]
''Ada siapa?'' batin Azizah seraya berjalan kearah gerbang utama.
GERBANG TERBUKA SECARA OTOMATIS.
''Paman!'' teriak Puspa dan Haikal yang mengikuti Azizah berjalan tadi seraya memeluk pamannya.
''Paman ingin menjemput kami, kan?'' ucap Puspa setelah melepaskan pelukannya.
''Iya, dimana kakak kalian?'' tanya paman Dodi.
''Paman,'' ucap Intan seraya berlari memeluknya.
''Apa kalian sudah makan?'' tanya paman Dodi setelah Intan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
''Kami diberikan banyak makanan yang sangat lezat disini paman,'' ucap Haikal.
''Ayuk kita pulang, bibi kalian ingin minta maaf kepada kalian,'' ucap paman Dodi.
''Bibi?'' Tanya Haikal.
''Iya, bibi kalian telah menyesali perbuatannya,'' ujar Paman Dodi.
''Yeeyy... kita pulang yuk, kak?'' jawab Puspa.
''Iya, sebentar,'' ujar Intan seraya kembali berjalan ke dalam rumah Az[zah umtuk mengambil kembali barang miliknya dan kedua adiknya.
Azizah tidak bisa memaksa mereka untuk terus tinggal di rumahnya yang sepi karena kak Ahmad dan istri nya telah kembali ke Amerika tadi pagi.
Azizah, kami pamit. terimakasih untuk semuanya,'' Ujar Intan dengan membawa barang-barangnya.
Azizah mengangguk dan tersenyum.
''Lain kali, datanglah lagi bersama kedua adikmu,'' ucap Azizah sedih.
'Iya, In shaa Allah,'' ucap Intan seraya pergi setelah mengucapkan salam dengan pamannya beserta kedua adiknya menggunakan taksi.
''Azizah, aku juga pamit ya?'' ucap Viona.
Azizah mengangguk.
setelah melihat mobil Viona yang kini telah menghilang dari pandangan nya, ia segera kembali masuk kedalam rumahnya yang sangat besar.
''Jadi sangat sepi,'' batin Azizah saat melihat rumahnya yang sangat mewah. namun, hanya ada beberapa pembantu saja. mulai dari membersihkan taman, koki dan pembersih lainnya.
KEESOKAN PAGINYA... DI SMA SARAJA 1
''Alhamdulillah,'' batin Azizah lega karena kali ini ia tidak lagi di ganggu oleh geng girls beautiful.
''Itu Azizah, kita mau melakukan apa lagi?'' ucap Mita dari jarak jauh.
''Lakukan seperti yang gue perintah!'' jawab Bianca kesal.
"Viona, aku ke toilet dulu ya?" isyarat tangan Azizah setelah sampai di kelas.
"Baiklah," jawab Viona karena tadi ia ingin bertanya sesuatu.
Beberapa menit telah berlalu...
"Intan....akhirnya kamu sekolah lagi!" Girang Viona seraya memeluk Intan yang baru saja datang.
"Azizah, dimana?" tanya Intan setelah Viona melepaskan pelukannya.
"Dia ke toilet," Jawab Viona.
"Aku ketinggalan banyak pelajaran," gumam Intan.
"Nih! Kamu lihat di buku ku saja," ujar Viona seraya memberikan bukunya.
"Terimakasih," jawab Intan senang sembari menulis.
Di lain tempat, Azizah kembali di dekati oleh geng nya Bianca.
"Azizah, ikut aku kesuatu tempat yuk?" ajak Mita seraya menggandeng lembut tangan Azizah.
Azizah mengernyitkan dahinya.
"Kemana?" batin Azizah keheranan.
"Udah, Ayuk ikut saja! Tempatnya tuh sangat bagus. Kamu pasti menyukainya," jelas Raya seraya menarik tangan Azizah berjalan kesuatu tempat.
"Ini dimana??" batin Azizah yang mulai waspada.
Ia hanya melihat ruangan yang sangat gelap, pengap dan jauh dari sekolah.
Azizah memberontak dari kedua tangan Mita dan Raya yang menarik kedua tangannya.
"Diam!" bentak Mita.
__ADS_1
Itu tidak membuat Azizah takut, ia terus memberontak. Hingga, mereka membawanya masuk kedalam ruangan itu.
"Gelap... Aku takut gelap!" Jerit Azizah di dalam hati.
"Cepat! Lepaskan!" Perintah seseorang yang berdiri di pojok ruangan.
"Suaranya seperti lelaki," batin Azizah.
Mita dan Raya langsung melepaskan nya dan keluar dari ruangan. Sebelum Azizah ingin juga keluar, pintu sudah lebih dulu di tutup oleh Mereka.
"Apa yang mereka lakukan?!" batin Azizah kesal seraya waspada pada ruangan yang sangat gelap itu.
"Apakah suara lelaki itu juga sudah keluar dari ruangan ini??" batin Azizah yang tidak bisa melihat karena sangat gelap.
Clek!
"Ada orang disini," batin Azizah khawatir seraya menoleh kekiri dan ke kanan.
"Hay, cantik," Ucap seorang lelaki tepat di telinga Azizah.
"Dia lelaki! Aku harus waspada!" batin Azizah seraya berjalan mencari-cari tembok.
"Akhirnya..." batin Azizah saat ia merasakan ada sesuatu seperti tembok di depannya.
"Ini.... Apakah tembok?" batin Azizah seraya menyentuhnya.
"Kau sangat agresif," ucap lelaki itu.
"Astagfirullah!" batin Azizah seraya langsung melayangkan tinju kearah depan.
Brruk...
"Dia terjatuh?" batin Azizah.
"Aakhh... Ternyata cewek ini kuat juga," rintih lelaki itu dalam hati.
"Aku harus mencari pintu," batin Azizah seraya berjalan kearah belakang dengan tangan meraba-raba.
Ceklek!
Ia memutar handle pintu yang terkunci.
"Terkunci!" batin Azizah seraya mengambil jarum pentul yang tersalip kan di kerudungnya.
Bugh...
Namun, tiba-tiba ada satu tangan yang langsung mencekik nya dan membuat tubuh Azizah membentur tembok.
Clek!
"Kau membuat ku marah!" bentak Lelaki itu yang menyalakan korek api di tangannya kearah wajah Azizah.
"D-dia se-per-ti..." batin Azizah yang merasakan nafasnya sesak.
Bbrukk...
Azizah terjatuh pingsan dilantai setelah lelaki itu tidak lagi mencekik nya.
"Astaga! Kenapa dia tidur?" batin lelaki itu seraya menatap wajah Azizah di lantai.
"Cantik," gumam nya.
"Apa dia mati?" batin lelaki itu ketakutan saat melihat Azizah tidak lagi bernafas seraya pergi meninggalkannnya seorang diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ihh...malah ninggalin begitu saja!😒" Batin Author.
Kenapa malah author nya yang greget sendiri??🤣😂
**TERIMAKASIH TELAH MAMPIR😊
JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA...😍😘**
__ADS_1