Cinta Muslimah Si Gadis Bisu

Cinta Muslimah Si Gadis Bisu
CURIGA


__ADS_3

Tekk....


Tekk...


Ada dua orang lelaki secara bersama sedang mengetik laptop dengan tempat yang berbeda.


"Siapa dia sebenarnya?". Batin Rendi saat berada di kamarnya dengan laptop di depannya.


" Siapa Azizah?". Batin Reno saat berada di kamarnya dan sedang melakukan hal yang sama dengan Rendi.


Tek...


Tekk...


IDENTITAS TIDAK DI TEMUKAN.


"Si*l! Kenapa identitanya tersembunyi?!". Gumam Rendi kesal.


" Yahh...ternyata ga ada, tetapi kenapa ini terkunci?". Gumam Reno.


"Besok akan aku tanyakan padanya". Batin Rendi yang sudah pasrah.


Di lain tempat, Reno tetap dengan gigih dan semangat yang tinggi mencari identitas Azizah.


Tek...


Tekk..


Suara laptop di ketik menjadi alunan di kamarnya yang sudah berjam-jam lamanya tidak berhenti.


" Dimana....Dimana....Dimana...." Gumam Reno pelan saat terus mencari.


"Bismillah!". Gumam nya dengan penuh semangat.


Tekk...


" Yess...berhasil! Alhamdulillah". Teriak nya dengan mata tertutup dan kedua telapak tangannya yang ia layangkan keatas.


"Mari kita lihat". Ucap Reno dengan melihat ke layar laptop nya.


Bagaikan musim gugur dengan daun-daun yang berserakan di jalan, tanpa ada nya harapan. "Tiada harapan tanpa adanya tujuan".


" Eehh....ini apa?!". Ucap Reno saat melihatnya ternyata hanya ada sedikit identitas Azizah.


Di sana hanya terdapat nama lengkap dan tanggal lahir saja.


"Astagfirullah! Sangat mengecewakan". Batin Reno yang terus ber istigfar karena hilang harapan.


" Nak, tidur sudah malam!". Ucap umi Ainun di balik pintu saat mendengar teriakan Reno tadi yang membuatnya terbangun.


"Iya, umi. Maaf telah menggangu Umi tidur". Ucap Reno yang membuka pintunya dengan cengengesan.

__ADS_1


" Baiklah, nak. Kamu jangan berisik ya?". Ucap Umi ainun dengan menjewer pelan telingan Reno.


"Baik, Umi!". Ucap Reno dengan hormat.


PAGI HARI....


Breemm....


" Aaaahhh!! Dia datang!". Teriak histeris siswi.


Grup R4 kembali menjadi pusat perhatian para siswi disana.


"Di mana dia?". Batin Rendi saat melihat ke sekitar sekolah.


" Kau mencari siapa?". Ucap Reyfano saat melihat Rendi.


"Tidak apa-apa, kalian duluan saja. Gue masih ada urusan". Ucap Rendi dengan berlari ke suatu tempat.


" Hey! Tunggu tas mu!". Teriak Reyhan saat melihat tas Rendi masih berada di mobil.


"Tolong taruh di kelas ku!". Teriak Rendi yang masih berlari seraya menoleh sebentar.


" Ck. Siapa yang mau menaruh nya?". Ucap Reyhan dengan menoleh kearah belakang.


"Kemana mereka?". Batin Reyhan yang melihat kedua temannya telah hilang dari pandangan.


" Ck. Gue juga yang menaruhnya". Batin Reyhan kesal.


"Apa yang mereka tonton?". Batin Reyhan setelah menaruh tas Rendi, ia menghampiri para siswa itu.


*Bughh....


Brrukkk...


Bugghh*....


" Awas! Jika kalian semua melapornya ke Azizah dan kepala sekolah!". Ancam Bianca kepada para siswa dan siswi itu.


"Ada apa sih ini?!". Batin Reyhan saat sedang kesulitan memasuki segerombolan siswa itu.


" Cepat kita pergi!". Ucap Raya yang membuat Girls beautiful pergi dari kelas itu.


"Astaga?!". Gumam Reyan yang melihat keadaan Intan kembali seperti dulu saat di bawah tangga.


" Kenapa kalian hanya melihatnya! Tanpa menolong!". Teriak Reyhan yang membuat para siswa terdiam.


"Ck. Kalian semua pengecut!". Ucap Reyhan dengan kembali menggendong tubuh Intan yang tak sadarkan diri menuju UKS.


" Ku mohon! Bertahan lah". Ucap Reyhan saat berlari dan menoleh kearah wajah Intan yang nafasnya terdengar menengah-nengah.


"Kita harus membawa nya keruamah sakit! Ini sudah terlalu fatal dan disini tidak ada alat yang lengkap". Jelas dokter Ridwan.

__ADS_1


" Baiklah". Ucap Reyhan panik dan kembali menggendong tubuh Intan menuju mobilnya.


Breemm....


Ia menancap gas mobil dengan kecepatan tinggi.


"Astaga!". Ucap siswi saat berjalan hampir saja di tabrak oleh mobil Reyhan.


" Kemana dia pergi?". Ucap Reyfano saat berada di atap sekolah yang mendengar suara mobil Reyhan.


"Kenapa dia mengebut?". Ucap Rifki heran saat bersama Reyfano.


Di lain tempat, ada seorang pria yang sedang mengumpet dan memperhatikan seorang siswi berhijab panjang.


" Baguslah, dia sendirian". Batin Rendi senang dan memberanikan diri mendekati Azizah yang sedang membaca buku di kursi dekat dengan lapangan.


"Azizah". Ucap Rendi saat sudah sampai.


Azizah menoleh dan menunduk.


" Aku ingin bicara". Ucap Rendi pelan karena banyaknya siswi yang melihat nya.


"Bicara saja!". Isyarat tangan Azizah yang mulai di mengerti Rendi karena setelah hari dimana ia di isyarat kan oleh Azizah, ia mulai belajar bahasa isyarat di internet.


" Ayuk, ikut aku". Ucap Rendi pelan yang dengan sengaja mendekati telinga Azizah.


Refleks Azizah pun terkejut dan menoleh.


"Bicara saja disini". Isyarat tangan Azizah dengan menjauhkan tubuhnya.


" Kok dia bisa dekat banget sih! Sama Rendi?!". Bisik para siswi yang cemburu.


"Siapa kau sebenarnya?". Ucap Rendi pelan dan duduk di sebelah Azizah dengan jarak yang cukup jauh.


" Hah?! Kenapa dia bertanya seperti itu?". Batin Azizah bingung.


"Aku tau kau spesial sehingga tertutup semua identitas mu". Gumam Rendi yang tidak dapat di dengar oleh Azizah.


" Setelah pulang Sekolah, temui aku di bengkel depan Sekolah". Ucap Rendi dengan pergi kearah atap Sekolah tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Buat apah aku harus kesana?!". Batin Azizah heran.


" Intan, kenapa lama sekali ke kelasnya?". Batin Azizah heran seraya berjalan menuju kelas.


"Intan? Dimana Intan?". Ucap Azizah bingung karena di kelas tidak ada Intan.


" Viona, dimana Intan?". Tisan di buku diary Azizah saat melihat baru saja datang.


"Aku ga tau Azizah, tadi aku sedang ke Toilet". Ucap Viona.


" Ya Allah, dimana Intan?". Batin Azizah yang mulai khawatir.

__ADS_1


"Aku harus mencari nya". Batin Azizah.


__ADS_2