
KEESOKAN PAGINYA...DI SMA SERAJA 1.
Azizah kembali di sambut gembira oleh siswi-siswi disana.
"Azizah!". Teriak Dina bersamaan dengan Bianca yang juga langsung berlari ingin memeluk Azizah.
"Isshh...apaan sih?! Gue duluan!". Kesal Bianca.
"Nggaklah! Aku yang duluan!" Kesal Dina seraya menepis tangan Bianca yang ingin memeluk tubuh Azizah.
"Cih! Lu kurang hajar!". Teriak Bianca seraya menjambak rambut Dina.
"Aakhh...sakit! Lepas!". Kesal Dina seraya menarik tangan Bianca menjauh dari rambut nya.
"Auww...sakit! Cepat lepaskan!". Teriak Bianca karena kali ini Dina lah yang menjambak rambutnya.
"Rasain! Makanya jangan sok kuat!," Ucap Dina seraya kembali menarik rambut Bianca dengan kencang.
"Aakhh! Sakit tau!!," Rintih Bianca seraya menjambak kembali rambut Dina.
Terjadilah jambak-jambakan yang tak ada hentinya disana, Azizah yang mulai kesal hanya diam dan berjalan meninggalkan mereka.
"Eeh...apa kau tau? Rendi dan Reno sedang di rawat di rumah sakit," Gosip para siswi.
"Hah?! Mereka kenapa?"
"Aku dengar mereka habis berantem,"
"Astaga! Kenapa mereka bisa berantem?!,"
"Gak tau, tetapi aku dengar sih karena seorang wanita,"
"Seorang wanita? Siapa itu?,"
Saat Azizah mendengarnya, ia hanya diam dan terus melanjutkan jalan nya menuju kelas. Namun, semua siswi yang bergosip tadi menatap sinis kepadanya.
"Pasti karena dia!," Gumam salah satu siswi.
"Seperti nya kemarin Viona ingin bicara sesuatu," Batin Azizah setelah sampai di kelas, ia langsung menghampiri kursi Viona.
Pukk...
Azizah menepuk pelan bahu Viona.
"Astaga!," Kejut Viona karena ia sedang membaca buku.
"Bukankah kemarin kamu ingin bicara sesuatu?" Isyarat tangan Azizah.
"Oohh....itu... Nggak Gpp kok! Aku hanya ingin tanya, apakah Intan sudah di perbolehkan pulang?" Ucap Viona.
Azizah mengangguk karena memang Intan telah pulang dari rumah sakit dan tinggal di rumah nya.
"Baguslah kalau begitu, nanti aku ingin menjenguk nya kembali". Ujar Viona seraya kembali membaca buku.
Azizah terdiam walau banyak yang dia ingin tanyakan.
"Azizah! Kenapa kamu pergi?" Ucap Bianca dengan rambut acak-acakan akibat jambakan Dina.
Azizah menoleh.
"Puufftt...dia sudah seperti orang G," Batin Azizah.
"Eehh...ada orang gila!" Sorak salah satu siswa yang tidak mengenali Bianca.
__ADS_1
"Iihh! Apaan sih?! Gue bukan orang gila! Gue Bianca," ketus Bianca.
"Hahaha...ada orang gila di sekolah!" Ledek para siswa disana.
"Ck! Kalian!". Gumam Bianca.
Seraya mengejar mereka.
"Hmm...kurang kerjaan," Batin Azizah seraya berjalan kearah kursi milik nya.
JAM ISTIRAHAT...
Azizah kembali mendapatkan cuekan dari Viona.
"Dia kenapa?" Batin Azizah sedih.
"Azizah, Intan sekarang tinggal dimana?" Ucap Viona dengan menoleh kearah belakang.
"Dia di rumahku," isyarat tangan Azizah antusias menjawabnya.
"Apakah boleh aku berjalan bersama mu ke perpustakaan?" Isyarat tangan Azizah senang.
Setelah mendapat jawaban, Viona kembali berjalan kearah perpustakaan seorang diri.
"Jalan tinggal jalan!" Ketus Viona tanpa menoleh.
"Hhmm..." Batin Azizah menghela nafas panjang karena sedih.
"Viona, kamu ingin membaca buku apa?" Isyarat tangan Azizah saat sudah sampai dan melihat Viona sedang mencari buku di setiap rak yang ada disana.
"Novel," Jawab Viona singkat.
"Lebih baik kamu baca ini deh, aku jamin novel ini sangatlah bagus!" Isyarat tangan Azizah seraya memberikan buku novel kepada Viona.
Viona sekilas menatap buku itu yang berjudul 'Cinta beda agama'.
"Setahu aku, dia menyukai novel seperti ini," Batin Azizah seraya menaruh kembali buku novel tadi.
Ia kembali berjalan mencari buku yang ingin di bacanya sedangkan Viona, melihat kearah buku yang tadi Azizah taruh.
"Novel itu cukup menarik," Batin nya seraya berjalan secepat kilat untuk mengambil buku itu dan segera kembali ke kursi nya setelah mendapatkan nya.
Ia mulai membuka satu demi satu lembar novel itu.
"Sangat bagus! Ceritanya," Batin Viona.
Azizah melihatnya dan tersenyum.
"Viona, aku tau kamu pasti tidak akan nolak,' Batin Azizah seraya mengambil buku yang ingin di baca. Namun, tiba-tiba ada satu tangan yang tanpa sengaja menyentuh tangannya.
"Maaf....saya gak sengaja," Ucap Rafi seraya menjaga pandangannya.
Azizah mengangguk seraya berjalan menuju kursi.
"Bukankah itu wanita yang di maksud Reno?" Batin Rafi saat terus menerus memperhatikan Azizah yang kini telah terduduk.
FLASHBLACK ON.
Malam hari pukul 03:00 WIB.
Di dalam telepon.
"Rafi, tolong sebarkan ini," Ucap Reno seraya mengirimkan sebuah pesan.
__ADS_1
"Untuk apa?" Tanya Rafi dengan suara serak khas bangun tidur.
"Hhm...sudah, kau sebarkan saja. Ini tentang wanita," ceplos Reno pelan.
"Eehh...Enggak! Maksudnya..." Ucap Reno pelan agar tidak ada yang mendengarnya.
"Baiklah, tetapi sebar kemana?" Ucap Rafi dalam keadaan setengah tidur.
"Ya Allah...tentu saja sekolah kita saja," Ucap Reno.
"Ouh, Ok. Nanti akan ku sebar," jawab Rafi.
"Terimakasih," Ucap Reno.
"Santai saja, cepatlah kembali bersekolah," Ucap Rafi seraya menutup telepon setelah mengucapkan salam.
Setelah mendapatkannya, Rafi yang dalam keadaan setengah tidur itu langsung menyebarkan nya tanpa melihat jelas kemana ia kirimkan.
Titt....
"Selesai..." Batin Rafi seraya menaruh hp nya di atas meja dan kembali tidur.
DI PAGI HARINYA.
Setelah membersihkan diri, Rafi kembali mengecek hp nya dan melihat yang kemarin ia sebarkan.
"Astagfirullah! Apa yang ku lakukan?!" Kejut Rafi karena ternyata ia menyebarkan nya keseluruh dunia. Kini seluruh dunia tau, Putri cantik pak Hamzah yang tersembunyi kini telah terlihat di setiap media.
"Astaghfirullah! Bagaimana ini??" Gumam nya khawatir dengan berjalan bolak-balik seraya berfikir.
"Aku harus minta maaf kepada wanita ini," Batin Rafi saat melihat foto Azizah di hp nya yang kemarin Reno kirimkan dengan berserta tulisan pemberitahuan bahwa wanita itu adalah anak seorang pengusaha terkenal dan terkaya sedunia.
FLASHBLACK OF.
Rafi memberanikan diri untuk mendekati Azizah.
"Maaf, kemarin- ," Ucapnya terpotong.
"Azizah!" Teriak Seseorang.
Azizah menoleh seraya menatap malas.
"Kami mencari mu dari tadi, kamu kemana saja?!" kesal Bianca tanpa sengaja.
Azizah mengernyitkan dahinya.
"Eeh...maksudnya, kita kekantin yuk?" ajaknya.
"Apa aku harus mengikuti mereka terus?" Batin Azizah bingung.
"Ayuk?!" Ajak Mita memaksa seraya menarik tangan Azizah.
Azizah yang merasakan tangannya sakit akibat tarikan Mita, akhirnya menepis tangan Mita.
"Sudah cukup sandiwara kalian!" isyarat tangan Azizah marah yang tidak di mengerti semua orang kecuali Viona.
"Dia..." Batin Viona terkejut karena pertama kali nya ia melihat Azizah marah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
****KENAPA RENO MENELPON NYA MALAM² ? KARENA IA TERBIASA BANGUN JAM SEGITU UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT MALAM WALAU SEDANG SAKIT.😉****
TERUS IKUTI CERITANYA YA, IN SHAA ALLAH AKAN SANGAT SERU.😆
__ADS_1
**TERIMAKSIH TELAH MAMPIR...😍😘
JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA...😆👇**