
Keesokan harinya...
DI SMA SEJARA 1
"Intan, kamu kenapa menjauhiku?!". Isyarat tangan Azizah saat ia sedang mengajak Intan mengobrol di bawah tangga.
" Maafkan aku Azizah". Batin Intan sedih dan berjalan pergi tanpa menghiraukan wajah sedih Azizah.
"Ya Allah, dia kenapa?". Batin Azizah sangat sedih yang membuat bulir-bulir air matanga jatuh mengenai pipi cuby nya.
" Intan". Panggil Viona saat ia melihat Intan keluar dari bawah tangga.
Intan menoleh dan tersenyum kecil.
"Intan, kita ke perpustakaan yuk?". Ucap Viona.
" Azizah..." Panggil Viona saat melihat Azizah juga keluar dari bawah tangga.
Azizah tetap berjalan kearah berbeda tanpa menoleh kearah Viona.
"Ada apa dengan Azizah?". Gumam Viona.
Viona menoleh kearah wajah Intan yang terlihat sedih.
" Apa kalian marahan?". Ucap Viona.
"Engga, ayuk? katanya mau ke perpustakaan." ajak Intan dengan menarik tangan Viona.
"Iya". Jawab Viona heran dan kepala nya terus saja menoleh bolak-balik kearah dua temannya itu.
" Ada apa sebenarnya?". Batin Viona heran.
"Yyuuhuu...Misi kita berhasil." ucap Bianca senang saat ia dan geng nya sedang menguping pembicaraan mereka berdua di bawah tangga.
"Azizah tidak mempan saat kita buat masalah dengannya, namun di saat temannya menjauhinya ia langsung sedih seperti itu. Hahaha..." Ucap Raya senang sekali di tambah dengan tawa geng girls beautiful pecah.
"Kita akan bikin dia sengsara terus menerus karena sudah bermacam-macam dengan kita". Ucap Mita di jawab senyuman menyeringai dari semua anggota geng girls beautiful.
"Kau akan tau sekejam apa kita, Azizah!". Batin Bianca senang.
Sepulang Sekolah...
Azizah keluar dari kelas dengan perasaan sedih.
"Hhmm...ternyata benar, dia menjauhiku." batin Azizah saat melihat Intan pulang lebih dulu menggunakan sepedanya.
Meeoongg...
__ADS_1
Meoongg....
Terdengar suara kucing dari tempat Azizah berjalan ke arah parkiran.
"Dimana kucingnya?". Batin Azizah heran dengan mengedarkan pandangan kesekeliling.
Meoongg...
" Dimana?". Batin Azizah dengan kepalanya menoleh kearah atas.
"Apakah dia tidak bisa turun?". Batin Azizah saat melihat kucing itu ketakutan di atas pohon jambu.
" Bismillah". Batin Azizah saat ingin memanjat pohon itu.
"Sebentar lagi kita turun, gausah takut". batin Azizah saat kucing itu telah berada di tangannya dalam keadaan tubuh bergetar.
Kreekk...Tiba-tiba ranting kecil yang Azizah injak, patah dan membuat tubuhnya tidak seimbang.
Bruukk..."Kenapa tubuhku tidak terasa sakit?". Batin Azizah yang sedang menutup kedua matanya.
Ia memberanikan diri untuk membuka matanya dan...
Degg....
Deg....
Glek!
"Tampannya.." batin Azizah tanpa sengaja ia terpesona dengan wajah Rendi.
"Apa kau baik-baik saja?". Ucap Rendi menyadarkan Azizah.
Azizah terkejut dengan posisi mereka saat ini.
"Kenapa aku bisa ada digendongannya?". Batin Azizah.
" Ouh ya, kucing! Dimana kucingnya?!". Batin Azizah khawatir dan melihat kearah tangannya yang tidak terdapat kucing tadi.
"Ya Allah!" batin Azizah saat melihat kucing itu terluka di tanah karena terlepas dari gendongan Azizah.
Azizah memberontak yang membuat Rendi kesulitan mempertahankan tubuhnya yang berdiri tegak.
"Diamlah!". Ucap Rendi kesal karena takut jika Azizah terjatuh.
Azizah terdiam dan membuat Rendi menurunkannya secara perlahan ke tanah.
Setelah turun Azizah berlari kencang kearah kucing itu.
__ADS_1
" Ya Allah! Puss..." batin Azizah terkejut saat melihat darah yang keluar dari kaki kucing itu.
"Aku harus membawanya kerumah sakit hewan". Batin Azizah khawatir dengan menggendong kucing itu di pelukannya.
" Hey! Bagaimana caramu membawanya? Sedangkan kau memakai sepeda". Ucap Rendi yang membuat tubuh Azizah berhenti.
"Benar juga sih, bagaimana?". Batin Azizah bingung.
" Sini, biar aku saja". Ucap Rendi dengan menyerahkan kedua telapak tangannya.
"Tapii..." batin Azizah ga percaya.
"Kamu ga percaya padaku?!". Ucap Rendi.
Azizah menggeleng.
" Yasudah sini!". Ucap Rendi dengan mengambil paksa kucing yang terluka itu.
"Cara ngambil dan gendong nya aja seperti itu, apakah dia bisa di percaya?". Batin Azizah saat melihat cara membawa kucing itu, Rendi hanya menarik kulit bagian tengkuk kucing itu.
Azizah mempergerakkan cara menggendong kucing dengan benar kepada Rendi.
" Ouh, seperti itu". Ucap Rendi yang mau-mau saja di ajarkan.
Azizah mengangguk sebagai tanda terimakasih dan pergi kearah parkiran sepeda.
"Sangat sopan". Batin Rendi terpana.
" Semoga saja dia bisa menjaga kucing itu". Batin Azizah dengan menggoyahkan sepedanya.
"Bekas elusan tangannya." Gumam Rendi saat melihat tubuh kucing itu yang sedikit sekarat.
"Astaga! Kenapa aku diam terus, dia butuh pertolongan segera". Batin Rendi dengan berlari kearah mobilnya.
" Ck. Kenapa wanita bisu itu terus sih?! Yang dekat dengan Rendi??". Gumam seseorang di balik pohon mangga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hay🤗 **Semoga kalian baik-baik saja😉
KARENA TADI ADA PERMINTAAN UPDATE LAGI, JADI AUTHOR UPDATE LAGI NIH😉🤗
TETAP SETIA PADA NOVEL KU INI YAA...😄😄
TERIMAKASIH TELAH MAMPIR😍
JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA😍👇**
__ADS_1