
"Siapkan semuanya!!" Tegas Rendi kepada orang di sebrang telfon.
"Baik, tuan!" Jawab orang di sebrang telfon tersebut.
Ceklek!
Selang beberapa menit, Rendi datang kembali dengan pakaian pengantin pria dan melihat Uswah merenung seraya terdiam mematung ditempat tanpa bergerak sedikitpun.
"Dari aku pergi, hingga sekarang ia tidak bergerak??" Batin Rendi gak nyangka.
"Cepat! semua sudah siap! kita harus keluar!" tegas Rendi seraya memberikan Uswah cadar berwarna putih untuk menutupi wajah cantik nan mulus nya itu.
"Pakailah! aku tidak ingin ada orang lain melihat wajahmu!" Tegas Rendi yang membuat Uswah langsung menerima cadar itu lalu memakai nya.
"Kita keluar!" tegas Rendi seraya kembali berjalan kearah pintu.
Namun, Uswah terus terdiam memikirkan apa yang akan terjadi di rumahnya setelah ia pergi.
"Apakah disana baik-baik saja? Semoga Umi tidak menangis,," Batin Uswah yang tidak tega membayangkan sang Umi tercinta menumpahkan bulir-bulir air matanya.
"Cepatlah! saya tidak punya banyak waktu!" tegas Rendi yang membuat Uswah menoleh kepadanya.
"Mengapa kamu menjadi begitu kejam?..." isyarat tangan Uswah dengan penuh makna.
Glek! "Kejam yah?" Batin Rendi berfikir.
"Itu karena dirimu,," isyarat tangan Rendi yang membuat Uswah kembali terkejut.
__ADS_1
"Karena ku??" Batin Uswah bingung.
"Cepat! Jika, kau tidak berjalan?? Maka aku terpaksa akan menggunakan kekerasan," Ujar Rendi.
"Hmm..." Batin Uswah pasrah seraya turun dengan pelan dari kasur lalu berjalan mengikuti Rendi.
"Semuanya sudah siap! Tuan,," Ujar seorang pria yang tadi Rendi telfon saat melihat Rendi dengan Uswah baru saja datang ke ruang tamu yang telah menjadi sebuah resepsi pernikahan.
Sudah ada penghulu dan meja tempat untuk mengucapkan ijab Qabul.
"Apakah hari ini,, diriku akan menjadi seorang istri?" Batin Uswah yang melihat para suruhan Rendi menjadi saksi pernikahan mereka.
"Sebelum mulai, saya ingin bertanya,, Apakah kedua mempelai wanita dan pria beragama Islam?" Tanya pak penghulu saat melihat Rendi.
"Iya! kami beragama Islam!" tegas Rendi kesal karena dikira tidak beragama Islam oleh pak penghulu.
"Cepat! lakukan tugasmu! Karena kami sudah tidak sabar menanti malam pertama kami,," Ujar Rendi yang membuat kedua pipi Uswah seketika merah merona bila ia tidak memakai cadar,, akan sangat jelas pipinya seperti kepiting rebus.
"Baik! tuan,," Ujar Pak Penghulu dengan cepat mempersiapkan semuanya diatas meja saat melihat tatapan Rendi bagailan harimau menatap mangsa nya.
"Mari sayang,, kita menikah,," Ujar Rendi lembut yang membuat Uswah bergidik ngeri mendengarnya.
"Lembut sih... Tetapi, nadanya teras mencekam!" Batin Uswah.
DI MULAI....
"Saya terima nikah dan kawin nya, Azizah Kanaya Putri binti Hamzah Muhammad dengan maskawain tersebut dibayar tunai!" Ujar Rendi lancar.
__ADS_1
"Bagaimana para saksi. Sah...?" tanya pak penghulu.
"SAHH!!" Jawaban semua orang bergema keseluruh ruangan rumah mewah milik Rendi.
"Alhamdulillah,," Ujar semua Orang.
Rendi melirik sekilas kearah Uswah yang terus menangis saat berdoa penutupan dan pemasangan cincin.
Menikah tanpa wali adalah hal sangat menyakitkan bagi Uswah,, "Mengapa tidak ada wali?? karena Rendi tidak ingin ada orang luar yang mengetahui pernikahannya,"
"Sekarang aku telah menjadi istri, Umi,," Batin Uswah rasa yang ia rasakan sedih bercampur bahagia.
Sekarang saat nya Rendi mengecup lembut dahi Uswah yang kini telah sah menjadi istrinya.
Cupp...
"Kau sekarang hingga nanti adalah milikku!" Gumam Rendi yang hanya dapat didengar oleh Uswah seorang.
Deg! "Apa yang dia rencana kan?.." Batin Uswah saat melihat Rendi tersenyum menyeringai kearah nya.
"Kau, yang akan menanggungnya!" Batin Rendi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TERIMAKASIH TELAH MAMPIR😊 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN READERS😆😆😆
KOMEN YUKK?? KOMEN,,KOMEN,,😉😉
__ADS_1