
"Dih-Dihmana? Dia?!" Batin wanita tersebut dengan mengatur nafas nya agar kembali normal.
"Mba, dimana pasien gawat darurat yang baru saja mengalami kecelakaan?!" Tanya nya kepada perawat wanita yang menjaga di resepsionis.
"Apakah Nona keluarga salah satu pasien?" tanya perawat wanita tersebut.
"Yess! Where is he? (Dimana dia?)"
"Silahkan untuk menulis terlebih dahulu identitas pasien, Nona." Jawab perawat tersebut seraya memberikan sebuah formulir.
Brakk!
"Apa tidak bisa nanti?! Dimana Andrew, adikku?!" Bentak wanita tersebut dengan menggebrak meja resepsionis.
"Maaf Nona. Di mohon untuk mengisi formulir ini terlebih dahulu dan pasien dalam pemeriksaan dokter," Ujar perawat tersebut.
"Hahh! Okay!" Gertak wanita tersebut dengan cepat langsung mengisi formulir tersebut disaat banyak sepasang mata tertuju kepadanya.
"Nih! Where is he?!" Tanya nya dengan menghempaskan formulir tersebut kearah wajah perawat wanita itu.
"Di mohon untuk menunggu sebentar di kursi tunggu sebelah sana, " Ujar perawat itu dengan ramah dan tersenyum manis.
"Okay! Thank you!" Ujar nya seraya berjalan bak model menuju kursi tunggu.
__ADS_1
"Wanita g*la! Dikira ini tempat fashion show apa?!" Gumam Rendi yang merasa jijik melihat 'sesuatu' yang berlenggak-lenggok saat ia tanpa sengaja menoleh setelah menulis formulir tersebut.
"There is a problem?! (Apa ada masalah?!)" Tanya wanita itu dengan genit mengedipkan satu matanya melirik Rendi dari ekor matanya yang tajam nan indah.
"Ck! Dasar wanita malam!" Gumam Rendi sembari melewati tubuh wanita itu yang sedang mematung di tempat.
"lelaki ini tidak tergoda sedikitpun dengan tubuh elok ku? Hanya lelaki limitied Edition yang seperti itu. kesempatan bagus! untuk..."
Brukk!
Tubuh montok nan se*si yang berbalut pakaian ketat ala wanita india berlengan pendek nan rok mini melebihi atas pah* itu kini tersentuh tanpa sengaja oleh kedua tangan Rendi yang menahan tubuh wanita tersebut yang ingin terjatuh.
Dengan tangan kanan nya menyentuh pah* mulus nan putih yang sangat menggoda khalayak para jantan di tambah dengan tangan kiri nya menyentuh punggung mulus nan lembut wanita itu yang hanya berbalut ikatan tali saja,
"Kau, sangat tampan.." Lirih wanita itu sembari mengusap lembut pipi Rendi dengan sangat pelan*.
"Astagfirullah! Kalian tidak tau malu?!" Teriak seorang Kakek yang berjalan dengan tongkat kearah mereka.
"Biarkan saja, nikmati lah.. setiap kulit tubuh ku yang mulus nan lembut.." Lirih wanita itu dengan menghipnotis Rendi dengan jari jemari nya lentik nya.
Bughh
Buggh
__ADS_1
"Lepas kalian berdua! Ini rumah sakit, bukan untuk bermesraan! Ada anak kecil yang melihat!!" Teriak Kakek itu dengan memukuli punggung Rendi dengan tongkat nya.
Dan benar saja! Para anak kecil disana yang semula nya bermain-main, kini kedua bola matanya di tutupi oleh tangan ibu nya yang menatap tajam kearah mereka berdua.
Bughh!
"Kalian, cepat lepas!" Gertak kakek tersebut di bantu dengan para perawat yang kewalahan dengan Rendi yang tidak mau melepaskan tubuh montok wanita itu.
"Mari kita lakukan! Ajaklah aku bermain 'sesuatu' yang nikmat bersama dirimu, tampan.." Lirih wanita itu dengan mengigit telinga Rendi dengan lembut.
Rendi yang telah terhipnotis, langsung mengangkat tubuh wanita itu sembari menatap kedua bola mata wanita itu dengan tersenyum mes*m.
"Mari kita lakukan.. sayang.." Lirih Rendi seraya berlari cepat keluar dari rumah sakit dengan menggendong tubuh wanita tersebut.
"Tuan Rendi, sang pemilik perusahaan tersukses menembus peringkat kedua di seluruh negara itu melakukan hal yang keji dan mungkar?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini, sifat buruk nya telah terbongkar di kalangan masyarakat. akankah, Rendi tetap melakukan hal 'itu' ataukah kembali sadar dan...
Bagaimana kelanjutan nya?? Terus dukung karya ku yaa..🤗🤗 Jangan lupa tinggalkan jejak kalian..
Happy Reading geys😊
__ADS_1