
Keesokan harinya...
Di Sekolah SMA sejara 1
Saat jam pelajaran olahraga di kolam renang sekolah.
"Kita mulai dari absen pertama yang akan berenang dengan gaya bebas." Ucap pak Dimas(mapel olahraga)
Satu persatu siswa-siswi berenang dengan sangat baik hingga sampai giliran Azizah.
Ia yang tidak bisa berenang disebelah nya di jaga oleh pak Dimas.
"Rendi." Ucap pak Dimas absen.
Rendi langsung menyelam dengan pakaian kaos membuat tubuh kekar terpampang jelas di mata siswi-siswi.
"Wahh...keren banget Rendi."
"Tubuhnya sangatlah atletis."
"Sangat tampan."
"Jago sekali berenang nya."
Setelah pelajaran selesai semua siswa-siswi kembali ke ruang ganti dan meninggalkan Azizah seorang diri yang sedang memperhatikan kolam renang.
"Dulu aku sangat pintar berenang, namun setelah kejadian itu membuat ku tidak mengingat kembali cara berenang yang baik seperti apa?." Batin Azizah yang teringat kenangan indah saat ia di ajarkan berenang saat kecil oleh ayahnya.
Adel melihat nya yang melamun dan langsung mendorong nya.
BYURRR...
"Kau telah berduaan dengan rendi ku di hutan, inilah akibatnya." Batin Adel yang langsung berlari keluar meninggalkan Azizah yang kesulitan mengambang di tengah-tengah kolam.
"Diaa....kenapa mendorong ku?." Batin Azizah sedih saat melihat Adel meninggalkan nya seorang diri, sedangkan Intan hari ini sedang sakit jadi tidak masuk sekolah.
Azizah yang tidak dapat berenang akhirnya kesulitan bernapas dan pingsan dengan tubuh yang mengambang ke dalam kolam.
Byuur....
Ada seorang lelaki yang menyebur dan membawa Azizah kembali ke darat.
Buugghhh...buggh...
Lelaki itu menekan-nekan dada Azizah, namun tetap tidak berhasil.
"Bagaimana ini?." Batin Rendi.
flashback on
Rendi yang sudah berganti pakaian kembali masuk ke tempat kolam renang karena ada barang nya yang tertinggal.
__ADS_1
Ia melihat kearah kolam renang yang airnya tidak tenang setelah semua siswa-siswi selesai berganti pakaian.
"Bukannya sudah lama, airnya harusnya kan sudah tenang?." Batin Rendi heran.
Ia melihat memperhatikan ke dalam kolam renang, dengan penglihatan yang samar-samar ia melihat ada seseorang yang tenggelam.
BYURRR..
Tanpa berfikir panjang Rendi langsung melompat menyebur ke dalam kolam dan membawa tubuh wanita itu ke darat.
flashback of
Wajah Azizah pucat karena kehilangan oksigen membuat Rendi bingung.
"Apa harus?? Tapi kalau tidak dia bisa mati." Batin Rendi.
Rendi langsung memberikan nafas buatan untuk Azizah.
Uhuukk...uhukk...
Keluar air dari dalam mulut Azizah dan itu membuat Rendi lega.
"Apa yang terjadi??." Batin Azizah, ia kembali Teringat adel yang meninggalkan nya seorang diri di kolam renang itu.
"Apa aku pernah buat salah kepada nya?." Batin Azizah yang masih fokus dengan pikiran nya tanpa menghiraukan Rendi yang terus menatapnya.
"Kau sungguh selalu merepotkan diriku!!." Ucap Rendi kesal dengan langsung keluar dari ruangan kolam renang itu.
"Eehh...kok aku ga tau, ada dia tadi??." Batin Azizah heran.
...----------------...
Di rumah Rendi.
Tepat di kamar miliknya yang bercat keemasan dengan ada kasur besar nya yang empuk dan juga ada beberapa alat musik yang terpajang di kamarnya yang sangat luas.
Ia sedang duduk minum kopi bersama Reyfano di kamarnya yang juga terdapat kursi bersantai nya yang megah.
Reyfano sedang fokus membaca buku favorit nya sembari minum kopi.
Sedang kan Rendi, ia sedang memikirkan Azizah yang entah apa yang membuat nya selalu memikirkan Azizah.
"Diaa... Sangat cantik. " Batin Rendi dengan menarik tipis sudut bibirnya.
"Aakhh.... Kenapa gue terus memikirkan nya sih?!. " Ucap Rendi kesal, itu membuat Reyfano terkejut.
"Kau kenapa?. " Ucap Reyfano.
"Tidak apa-apa. " Ucap Rendi yang sekilas menatap Reyfano.
"Kakak.... " Ucap Kayla dengan berlari(adik Rendi berusia 4 tahun)
__ADS_1
"Hayy... Ladies apa kabar?. " Ucap Reyfano yang senang dengan namanya anak kecil.
"Aku baik kak, kak bermain lah denganku. " Ucap Kayla kepada Rendi.
"Tidak usah! Kau bermain lah dengan Reyfano saja. " Ucap Rendi yang masih sibuk dengan fikiran nya sendiri.
"Baiklah, kak ayuk kita main di kamarku. " Ucap Kayla dengan menarik tangan Reyfano ke kamar nya bernuasan ping.
Setelah mereka pergi Rendi tetap terus fokus dengan fikiran nya.
flashback on
Saat di SMP nusa bangsa 2
Rendi sedang berjalan dengan menggunakan head seat di telinganya.
Bruukk...
Ia bertabrakan dengan seorang siswi muslim yang sedang membawa banyak buku.
"Astaghfirullah, maaf saya gak sengaja. " Ucap siswi itu dengan menunduk dan mengambil bukunya yang terjatuh ke lantai.
Rendi membantu mengambil bukunya dan tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan refleks kedua bola mata mereka saling menatap sangat dalam.
Degg...
"Cantik sekali. " Batin Rendi.
"Maaf sekali lagi kak. " Ucap wanita itu setelah sadar dan segera berlalu begitu saja dengan membawa bukunya.
"Tu... Tunggu. " Ucap Rendi yang melihat satu buku siswi itu yang terjatuh, namun karena sudah terlalu jauh jadi tidak mendengar nya.
Ia mengambil nya dengan tersenyum tipis.
Saat jam istirahat....
Rendi melihat siswi itu yang sedang melayani beberapa siswa.
"Dia bekerja disini??. " Batin Rendi.
"Aku harus memberikan nya. " Batin Rendi dengan memegang buku.
"Ini... Tadi buku mu jatuh. " Ucap Rendi dengan menghampiri siswi itu yang bernama Lani yang sedang membawa pesanan pelanggan.
"Terimakasih kak, tadi saya mencarinya. " Ucap Lani dengan tersenyum dan memegang tampan nya dengan satu tangan.
Bruukk...
"Apa kau tidak bisa hati-hati?!. " Marah salah satu siswa yang bajunya terkena noda makanan.
"Aduuhh... Kak maafkan saya. " Ucap Lani yang langsung mengelap baju siswa itu menggunakan tisu.
__ADS_1
Kedua bola mata mereka bertemu dengan senyuman tipis yang terpancar di wajah mereka Masing-masing yang tidak di ketahui oleh Rendi.
JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA👇😍