
"Siapa lelaki itu??" Ujar para petani pelan.
"Dari tampang nya seperti,, 'Dia' " Batin Uswah memperhatikan gaya nya yang sangat angkuh.
"Cepat bereskan semuanya!" Tegas nya dengan tubuh menyender kebagian depan mobilnya. setelah mendengar, kedua anak buahnya menghampiri para petani.
"Hey! Cepatlah kalian pergi dari sini! Tempat ini sudah kami beli dan akan di buat sebuah Mall terbesar di Jakarta!" Seru salah satu anak buah orang itu.
"Apa-apaan kalian? main beli-beli saja! Pemilik tanah ini adalah Pak Hamzah pemilik perusahaan DERLABA GROUP!" Tegas para petani mengelak.
"Tidak usah banyak omong! Cepat kalian pergi dari sini!" Seru anak buah orang itu yang berambut pirang.
"Nggak! Ini tanah milik Almarhum ayah saya!" Isyarat tangan Uswah tegas yang tidak dimengerti oleh kedua orang itu.
"Huahaha... Ngomong apaan?! Bisu yah?!" Ejek kedua orang itu yang membuat para petani menggeleng memperhatikan mereka tertawa kencang.
"Cepat sedikit!" Tegas Orang itu yang masih ber gaya santai senderan kemobil.
"Mana bukti nya?!" Tanya para petani.
"Jika memang benar tanah ini milik kalian,, Mana Bukti nya?!!" Tegas para petani yang membuat kedua orang itu bingung seraya berjalan berbalik arah kearah bos nya itu.
"Dia minta bukti, bos!" Ujar orang berambut pirang.
"Bukti? Cih! Kita gak butuh bukti! Yang kita butuhkan adalah tanah ini,," ujar orang itu dengan menoleh kearah Uswah yang menatap tajam kepadanya.
Deg! "Matanya...?" Batin orang berkaca mata itu.
"Ada apa dengan ekspresi wajahnya?" Batin Uswah saat melihat tatapan tajam orang itu yang membuka kaca mata hitam nya.
"Ternyata benar,, itu 'Dia' *RENDI!* " Batin Uswah.
__ADS_1
"Apa kira harus melakukan nya dengan kekerasan?" Tanya anak buahnya yang berambut pirang.
"Nggak! Ini tanah milik Almarhum ayah saya!" Isyarat tangan Uswah tegas yang tidak dimengerti oleh kedua orang itu.
"Huahaha... Ngomong apaan?! Bisu yah?!" Ejek kedua orang itu yang membuat para petani menggeleng memperhatikan mereka tertawa kencang.
"Cepat sedikit!" Tegas Orang itu yang masih ber gaya santai senderan kemobil.
"Mana bukti nya?!" Tanya para petani.
"Jika memang benar tanah ini milik kalian,, Mana Bukti nya?!!" Tegas para petani yang membuat kedua orang itu bingung seraya berjalan berbalik arah kearah bos nya itu.
"Dia minta bukti, bos!" Ujar orang berambut pirang.
"Bukti? Cih! Kita gak butuh bukti! Yang kita butuhkan adalah tanah ini,," ujar orang itu dengan menoleh kearah Uswah yang menatap tajam kepadanya.
Deg! "Matanya...?" Batin orang berkaca mata itu.
"Ada apa dengan ekspresi wajahnya?" Batin Uswah saat melihat tatapan tajam orang itu yang membuka kaca mata hitam nya.
"Ternyata benar,, itu 'Dia' *RENDI!* " Batin Uswah.
"Apa kira harus melakukan nya dengan kekerasan?" Tanya anak buahnya yang berambut pirang.
"Tidak usah! Biar aku saja yang urus!" Tegas Rendi yang membuat kedua orang itu terdiam ditempat memperhatikan dirinya yang menghampiri para petani dan seorang wanita bercadar.
"Saya akan membeli tanah dengan harga yang sangat tinggi!" Ujar Rendi tanpa basa-basi seraya menatap tajam kearah Uswah yang terus menghindari pandangan nya.
"Matanya,, memang lah mirip sekali dengan 'dia' apakah benar itu kamu,, Azizah? Batin Rendi.
"Iya! Ini benar diriku!" Ujar Uswah didalam hati dan membalas tatapan tajam Rendi dengan tajam pula.
__ADS_1
Deg! "Ini memang benar dirinya!" Kejut Rendi dalam hati.
Mereka saling menatap satu sama lain dalam... Sangat dalam... Hingga mereka terdiam mematung.
Mereka bagaikan saling berbicara satu sama lain dalam hati yang sangat dalam.
"Takdir mempertemukan kita kembali!" Batin Uswah.
Wwhuss... Angin berhembus menerpa disetiap lapisan-lapisan kulit... Hingga terasa menusuk tulang-tulang... Sejuk.. sangat sejuk... Namun, dihati mereka dipenuhi aura marah yang membara karena suatu hal.
Para petani menjadi keheranan yang melihat mereka berdua bak patung yang berhadapan satu sama lain.
"Neng?" Ujar petani bertopi jerami itu yang dapat menyadari mereka berdua.
Uswah memalingkan pandangannya kearah petani bertopi jerami itu.
"Neng kenal dia?" Tanya petani bertopi jerami itu.
Uswah terdiam seraya mengangguk.
"Cepatlah! Saya ingin ini cepat selesai!" Ketus Rendi seraya memalingkan pandangan kearah para petani.
"Tanyalah ke pemiliknya!" Tegas para petani yang tidak menyukai Rendi.
"Dimana pemiliknya??" Ujar Rendi mengedarkan pandangan nya ke sekeliling.
"Ini!" ujar para petani menunjuk kearah Uswah.
"Dia?? Hah!" kejut Rendi yang tidak percaya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
BANTU UP DONG... DENGAN LIKE AND KOMENNYA😊