CINTA PARA ANAK JURAGAN

CINTA PARA ANAK JURAGAN
Mencuci Pakaian


__ADS_3

Elmira baru saja selesai menandatangani kontrak untuk film terbarunya. Film ini merupakan kerja sama antara sutradara asal Indonesia dan sutradara asal Cina. Syuting film ini 30 persen akan dilaksanakan di Indonesia dan 70 persen akan dilaksanakan di Cina.


Film yang diangkat dari sebuah novel yang terlaris di Cina tahun yang lalu ini diprediksi akan menjadi salah satu film terbaik apalagi para pemainnya adalah bintang-bintang tenar asal Indonesia dan Cina.


Saat keluar dari hotel tempat pertemuan kerja sama itu, Elmira sudah ditunggu oleh para wartawan dan reporter beberapa stasiun TV untuk sesi wawancara.


Nick yang menggunakan pakaian serba hitam itu dengan siaga langsung berdiri di belakang Elmira sedangkan 2 bodyguard lainnya berdiri di samping kiri dan kanan Elmira, menjaga jarak aman dari para pemburu berita itu.


Setelah menjawab beberapa pertanyaan dari pihak wartawan, Elmira pamit untuk menuju ke mobilnya. Namun para wartawan masih berdesakan karena mereka penasaran dengan para pemain yang nantinya akan terlibat di film terbaru Elmira.


"Permisi semuanya. Untuk selanjutnya tanyakan saja pada sutradara yang akan menangani film ini. Selamat siang." Elmira segera melangkah. Namun dari arah belakang ada seorang pria yang mencoba mendekatinya sambil membawa bunga. Nick yang melihatnya, langsung memeluk pinggang Elmira dan melindungi gadis itu dengan tubuh tegapnya sedangkan dua orang bodyguard yang lain menerobos barisan para wartawan.


"Elmira.....i love you....!" teriak pria itu.


Elmira terus melangkah dalam perlindungan Nick. Gadis itu sedikit ketakutan karena mengingat peristiwa beberapa waktu yang lalu dimana ada fans maniak yang sampai melukai kulitnya.


Tubuh Nick yang tinggi membuat Elmira merasa aman. Baru kali ini ada bodyguard yang secara langsung menyentuh tubuhnya. Elmira merasa sangat terlindungi apalagi harum tubuh Nick membuat Elmira merasa tenang.


Sesampai di tempat parkir, Nick langsung membuka pintu mobil dan duduk dengan Elmira di belakang sedangkan dua bodyguard yang lain mengambil tempat di depan. Mobil langsung dihidupkan dan akhirnya mereka bisa keluar dari sana.


"Ini....!" Nick menyodorkan sebotol cairan pembersih tangan pada Elmira. Gadis itu langsung menerimanya dan menyemprotkannya ke tangannya.


"Terima kasih." kata Elmira lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran jok mobil. Dalam hati gadis itu bertanya, minyak wangi apa yang Nick kenakan? Baunya sangat harum.


Elmira mencoba melirik ke arah Nick. Pria itu duduk ke E tanpa ekspresi. Nick memang sangat pendiam. Elmira jadi penasaran ingin tahu latar belakang kehidupan Nick.


************


Hari ini Erdana pulang agak larut. Ia ada rapat penting sampai jam 7 malam dilanjutkan dengan acara makan malam bersama rekan bisnisnya dari Kanada.


Ia tiba di apartemen saat jam sudah menunjukan pukul 10 malam.


Ketika ia memasuki apartemen, ia mendengar ada suara ribut dari arah dapur. Namun di dapur tak ada orang. Erdana jadi ingat ruang laundry yang memang sangat jarang dimasukinya.


Erdana melihat Yasmin ada di sana. Sedang berdiri membelakanginya. Sepertinya ia ada di depan mesin cuci.


"Yasmin, apa yang kau lakukan malam-malam begini?" tanya Erdana.


"Cuci pakaian." jawab Yasmin tanpa berbalik.


"Ini kan sudah larut malam, Yasmin. Lagi pula jika kamu mau mencuci pakaianmu, bawa saja ke tempat laundry yang ada di depan apartemen ini. Pakaian ku juga biasa ku bawa ke sana." ujar Erdana sambil melangkah masuk ke ruang laundry.


"Ayo ke kamarmu dan istirahat." kata Erdana sedikit memerintah.

__ADS_1


"Aku mau menyelesaikan pekerjaanku dulu."


"Memangnya kamu sudah nggak punya baju bersih sampai harus memaksakan diri untuk mencuci malam-malam begini? Ayo ke kamarmu!"


Yasmin memandang Erdana dengan kesal. "Kamu saja yang pergi ke kamarmu! Aku kan sudah bilang agar kamu jangan menganggu urusanku."


Erdana melepaskan jas yang dikenakannya dan meletakkannya di atas tali jemuran yang ada di sana. Ia juga menggulung kemeja biru yang dipakainya sampai ke siku. Ia kemudian membuka sepatu dan kaos kakinya.


"Istirahatlah. Biar aku yang meneruskan pekerjaanmu."


"Aku nggak mau!" teriak Yasmin.


"Jangan keras kepala, Yasmin. Kau butuh istirahat demi janin yang ada di kandungan mu!"


"Aku tahu mana yang baik bagiku!"


"Ayolah Yasmin!" Erdana Semakin kesal dengan sifat keras kepala gadis ini.


"Terserah apa mau mu!" Yasmin menghentakkan kakinya dan langsung pergi meninggalkan Erdana.


"Jangan lupa minum susu hamilnya." teriak Erdana agar Yasmin dapat mendengarnya.


Langkah Yasmin terhenti di dapur. Ia menatap ke arah meja pantry di mana susunya berada. Jujur saja, Yasmin tak mau mengikuti perintah Erdana. Namun mengingat janin yang sementara tumbuh di perutnya, gadis itu pun segera membuat susu hamil itu dan meminumnya sampai habis lalu ia segera ke kamarnya karena ia merasa sangat mengantuk.


Pukul setengah dua belas malam, Erdana selesai menggantung pakaian Yasmin. Tempat jemurannya bahkan tak muat untuk semua bajunya.


Tak ingin larut dengan rasa rindu yang menyiksanya, Erdana memutuskan untuk segera ke kamarnya. Ia memilih untuk menguyur tubuhnya dengan air dingin, untuk menghilangkan rasa rindunya untuk bersentuhan dengan Mentari.


Bagaimana pun Erdana adalah pria normal. Rasa itu pasti akan muncul. Namun Erdana berusaha membuang rasa itu dengan mandi air dingin.


Selesai mandi, Erdana kembali turun ke bawa. Ia ingin menikmati secangkir teh hangat sebelum tidur.


Saat ia tiba di dapur nampak Yasmin sedang membakar roti.


"Kamu belum makan?" tanya Erdana.


Yasmin tak menjawab. Ia terus bekerja dan setelah roti itu selesai dibuat, ia langsung membawanya ke meja makan dan duduk sambil menikmatinya.


"Yasmin, apakah kau hanya makan roti saja malam ini? Itu kan nggak baik untuk ibu hamil? Seharunya kamu...."


"Aku sudah makan nasi tadi. Aku bangun untuk makan lagi karena aku baru saja muntah." Yasmin menyela Kalimat Erdana.


Erdana pun memanaskan air.

__ADS_1


"Tak ingin minum teh? Kebetulan aku mau buat teh."


"Nggak." Jawab Yasmin. Erdana bersyukur kalau pembicaraan mereka mulai nyambung walaupun cara Yasmin menjawabnya agak ketus.


Erdana selesai membuat teh. Ia membawa teh nya ke ruang tamu dan ingin menonton TV sedikit.


Sebuah acara berita malam di tonton Erdana sambil menunggu teh nya agak dingin.


"Pemirsa, perancang muda asal Indonesia Mentari Meftania Gading Putri, patut berbangga karena gaun malam hasil rancangannya yang dipakai oleh kontestan asal Indonesia yang mengikuti ajang Miss World berhasil meraih gelar gaun malam terbaik. Berikut kita ikuti wawancara dengan Mentari." kata wanita pembawa berita itu yang membuat Erdana jadi terpana.


Mentari muncul dengan sebuah gaun sederhana namun sangat cantik membungkus tubuh rampingnya. Erdana terkejut karena rambut panjang Mentari yang ia tahu panjangnya sudah sampa di ke pinggang, kini nampak pendek sebahu. Mentari terlihat agak kurus.


"Aku sungguh tak menyangka kalau gaun hasil rancangan ku bisa menjadi gaun malam terbaik di ajang itu. Sungguh aku sangat bahagia. Semoga saja karya-karya desainer muda Indonesia akan semakin dikenal di mata dunia."


Erdana merasakan hatinya bergetar. Ia memang merindukan suara indah Mentari. Ia juga ikut bangga dengan prestasi yang Mentari capai. Erdana teringat perbincangannya dengan Mentari beberapa bulan lalu. Saat itu, keduanya baru saja menikmati hubungan intim yang panas dan panjang setelah 2 minggu dipisahkan karena Erdana harus menyelesaikan proyeknya di NTT.


Mentari selalu senang berbaring di dada Erdana saat mereka menikmati keintiman seperti ini.


"Sayang, ibuku tadi baru saja bertanya, kapan kita akan menikah. Ia sudah tak sabar ingin menggendong seorang cucu." kata Erdana sambil membelai punggung polos Mentari.


"Er, aku juga ingin menikah secara resmi denganmu dan memiliki anak. Namun usiaku baru saja genap 25 tahun. Aku masih ingin meraih beberapa mimpi. Aku mau setelah menikah secara resmi, waktuku akan lebih banyak untuk keluarga kita. Aku ingin mengurus anakku sendiri tanpa harus menyewa jasa pengasuh anak. Aku tak mau anakku terlalu sering dititipkan pada neneknya. Karena aku ingin anakku lebih dekat dengan ku. Maukah kau bersabar menunggu sampai 2 tahun lagi?" tanya Mentari sambil mendongak dan menatap wajah tampan Erdana.


"Memangnya mimpi apa lagi yang ingin kau capai?"


"Mungkin hasil rancangan ku bisa dipakai oleh salah satu peserta ajang Miss universe atau Miss world. Tentu aku akan sangat bangga."


Erdana mengecup puncak kepala Mentari. "Baiklah. Aku akan menunggu. Namun hanya 2 tahun ya? Aku nggak mau lewat usia 27 tahun untuk menikah."


Mentari mengangguk sambil mengeratkan pelukannya.


Erdana kembali dari lamunan masa lalunya. Berita itu sudah berganti dengan iklan. Ia tak menyangka kalau nasib akan mengubah seluruh mimpinya bersama Mentari.


Tanpa Erdana sadari, Yasmin sebenarnya juga menonton siaran berita itu. Saat ia akan menuju ke kamarnya, ia sempat menghentikan langkahnya dan melihatnya. Yasmin baru sadar kalau ia melupakan Mentari selama ini.


Kasihan kak Mentari. Di mana dia sekarang? Pasti ia sangat terluka saat tahu aku menikah dengan Erdana. Ya Allah, kenapa aku melupakan kak Mentari? Seharusnya aku mencari dia dan menjelaskan segalanya. Kak Mentari menjalin hubungan yang sangat lama dengan Erdana.


Yasmin jadi kepikiran tentang Mentari. Bagaimana pun mereka sudah saling mengenal sejak kecil. Yasmin sendiri mengakui bahwa Erdana dan Mentari adalah pasangan yang sangat serasi. Kak Erdana pasti juga sangat tertekan dengan semua ini. Dia harus menikahi ku dan melepaskan gadis yang sangat dicintainya. Dia memperkosaku dalam keadaan mabuk. Dia harus bertanggungjawab pada diriku dan melepaskan semua impiannya bersama kak Mentari. Namun, aku tak bisa memaafkan semua yang sudah kak Erdana lakukan padaku. Perbuatannya membuat aku juga harus melepaskan mimpiku bersama Andre.


************


Duh, mereka semua sebenarnya terluka. Jadi bagaimana waktu akan menyembuhkan luka mereka?


Dukung emak terus ya?

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE


have a nice day all


__ADS_2