CINTA PARA ANAK JURAGAN

CINTA PARA ANAK JURAGAN
Jangan Pindahkan Foto


__ADS_3

Erdana pulang cepat dari perusahaan. Saat ia membuka pintu apartemen, ia tak menemukan keberadaan Yasmin. Apakah Yasmin masih di kampus? Erdana melirik jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 4 sore. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi Yasmin namun nomor Yasmin tak aktif.


"Mungkin dia masih kuliah" guman Erdana sambil melangkah menuju lantai dua. Ia membuka pintu kamarnya. Erdana memang merasa lelah. Dia ingin tidur.


Mata Erdana langsung terbelalak melihat fotonya bersama Mentari sudah tergantung lagi di dinding. Demikian juga dengan foto yang ada di atas nakas.


"Kenapa fotonya bisa digantung lagi? Apakah Yasmin yang melakukannya?"


Erdana hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia membuka jas dan sepatunya lalu naik ke atas tempat tidur setelah menyalahkan pendingin ruangan. Erdana memejamkan matanya dan akhirnya ia tertidur.


**********


"Kak..., ayo bangun! Ini sudah malam."


Pipi Erdana ditepuk halus.


Erdana yang masih mengantuk justru membalikan tubuhnya ke arah yang lain sambil memeluk guling lebih kuat.


"Aku masih mengantuk, sayang. Dikit lagi ya?" jawab Erdana tanpa membuka matanya.


"Nanti terlambat untuk makan malam. Ayo...!"


"Mentari sayang, aku masih mengantuk!" kata Erdana sambil terus memeluk guling.


"Nanti kalau selesai makan kakak bisa bobo lagi. Makanannya keburu dingin."


Erdana yang sebenarnya masih mengantuk perlahan mulai kembali ke alam sadar. Mentari tak pernah memanggilnya dengan sebutan kakak. Mentari akan memanggilnya sayang atau honey. Erdana pun perlahan membuka matanya. Ia langsung merasa bersalah saat menemukan tatapan teduh Yasmin yang tersenyum padanya. Erdana seperti bermimpi saat menyangka kalau Mentari yang membangunkannya. Karena memang kebiasaan Mentari adalah menepuk pipinya.


"Maaf, Yas. Aku pikir kalau kamu adalah Mentari. Mungkin aku bermimpi." Kata Erdana dengan rasa sesal.


"Ayo makan, kak. Nggak masalah juga kalau kakak mengira kalau aku adalah kak Mentari. Mungkin karena ini kali pertama aku membangunkan kakak. Ayo....!" Yasmin yang tadinya duduk di tepi tempat tidur perlahan berdiri. Erdana pun bangun.


"Aku mau mandi dulu." katanya sambil melangkah ke kamar mandi.


"Aku tunggu di bawa ya, kak." ujar Yasmin lalu segera keluar dari kamar Erdana.


15 menit kemudian, Erdana susah ada di ruang makan. Ia tersenyum melihat beberapa jenis makanan yang sudah tersedia.


"Kamu yang masak?"


"Nggak, kak. Aku pulang kuliahnya sudah jam setengah enam. Aku ke kamar kakak dan melihat kakak tertidur dengan nyenyak. Makanya aku memutuskan untuk mandi. Selesai mandi langsung pesan makanan saja."


Keduanya pun makan malam bersama dengan hangat. Selesai makan Erdana membantu Yasmin membersihkan meja makan sementara Yasmin mencuci peralatan makan.


"Yas, kamu yang meletakan foto Mentari di tempatnya semula?" tanya Erdana saat Yasmin sudah selesai mencuci piring.


"Iya. Kenapa?" Tanya Yasmin sambil menatap Erdana. Ia sementara mengeringkan tangannya dengan tissue.

__ADS_1


"Justru aku yang bertanya. Kenapa?"


Yasmin mengerutkan dahinya. "Apanya yang salah dengan foto itu sampai kakak menurunkan nya? Kak Mentari kan istri pertama kakak."


"Kamu nggak marah aku masih menyimpan foto Mentari?"


"Memangnya kakak tak mencintai kak Mentari lagi? Kalau memang kakak tak mencintai kak Mentari, ya turunkan saja foto itu. Simpan di gudang atau kalau perlu kakak membuangnya."


"Aku....."


"Aku nggak masalah, kak. Sudah kukatakan kalau maduku adalah kak Mentari, aku nggak marah. Hubungan kita memang sudah membaik. Aku bahkan sudah menyerahkan diriku pada kakak walaupun aku sendiri tak tahu apakah aku sudah menghapus nama Andre secara benar dari hatiku. Aku ingin waktu yang akhirnya akan bicara, bagaimana nanti hubungan kita ke depan. Aku mengalir saja, kayak air."


Erdana mendekati Yasmin. "Aku bangga dengan kedewasaan mu. Tapi apakah orang tua kita akan menerima konsep poligami?"


Yasmin memegang pipi Erdana. " Tunggulah sampai kak Mentari datang. Kita akan berjuang bersama sampai mereka bisa menerima hubungan kita bertiga."


Erdana langsung memeluk Yasmin. "Aku bangga padamu, Yas."


Yasmin tersenyum. Ia membalas pelukan Erdana.


"Kakak mau ku buatkan kopi?" tanya Yasmin


"Boleh. Tolong antar kan ke ruang kerjaku? Ada laporan yang harus aku kerjakan." Erdana mengecup bibir istrinya itu sebelum melepaskan pelukannya dan segera menuju ke ruang kerjanya


**********


Nick hanya bisa geleng kepala saat melihat sikap pacarnya itu. Elmira bahkan sudah menghilang. Untungnya Nick sudah hafal dengan password untuk membuka pintu apartemen Elmira.


"Sayang.....!" panggil Nick saat ia tak menemukan Elmira ada di ruang tamu. Apartemen Elmira memang hanya satu lantai.


Nick berdiri di depan pintu kamar dan mengetuknya perlahan.


"El...., baby. Open the door please."


Tak ada sahutan dari dalam.


"Sayang, aku masuk ya?" Nick membuka pintu kamar dan dilihatnya Elmira sedang duduk di atas sofa sambil melipat kedua kakinya. Kedua tangannya bahkan sudah dilipat di depan dada.


Elmira membuang muka. Ia tak mau menatap Nick.


"Sayang....!" Nick mendekat dan berlutut di depan Elmira.


Elmira tetap diam.


"Aku tahu kamu, marah. Namun mau bagaimana lagi? Nggak sopan kalau aku harus ikut duduk diantara kalian berdua sementara ada begitu banyak kamera yang sedang meliput kebersamaan kalian."


Elmira menatap Nick tajam. Hatinya sakit karena Nick membiarkan Romi, seorang pengusaha muda yang memang akhir-akhir mengejar Elmira dan banyak disukai oleh fansnya.

__ADS_1


"Seharusnya kamu nggak ijinkan dia untuk ikut bergabung di meja kita. Aku sengaja ingin makan malam dengan kamu, Nick."


"Tapi di sana ada wartawan, El. Makanya aku memilih untuk mengalah dan menunggu kalian di luar restoran. Apa nanti tanggapan mereka saat melihat artis dan bodyguard nya makan bersama dengan pria yang mengejar sang artis. Aku akan di bully oleh seluruh fansmu."


"Kamu pacarku dan bukan bodyguard ku."


Nick hendak meraih tangan Elmira namun gadis itu menepiskan nya.


"Sayang.....!" bujuk Nick.


"Aku nggak suka, Nick! Kita sudah pacaran lebih dari empat bulan. Namun kita nggak bisa kencan seperti pasangan lain. Kamu terlalu mementingkan apa yang orang pikirkan dari pada perasaan ku sendiri. Apa salahnya sih jika orang tahu kita pacaran? Aku nggak akan pernah pusing apa tanggapan orang."


"Kalau begitu ijinkan aku berhenti menjadi bodyguard mu. Aku akan mencari perkejaan lain yang akan membuat aku pantas bersanding denganmu."


"Aku nggak mau, Nick. Aku merasa aman saat ada dekat denganmu."


"Lalu harus bagaimana?"


"Kamu tanya aku harus bagaimana? Kamu sudah tahu apa yang aku inginkan. Biar saja semua orang tahu tentang hubungan kita."


"Sabar, El. Kita jangan terburu-buru. Aku nggak mau hubungan kita menjadi konsumsi banyak orang. Aku ingin punya hubungan yang layaknya orang biasa. Aku nggak mau diburu wartawan apalagi hubungan kita sampai harus diliput oleh salah satu siaran TV swasta seperti kebanyakan artis."


Elmira mendengus kesal. Ia langsung berdiri dan melangkah menjauhi Nick." Aku benci kamu, Nick! Aku nggak suka hubungan yang kayak gini."


"Pemikiran kita tentang bagaimana membangun hubungan ini berbeda, El. Kita harus belajar bagaimana menyatukan visi dan misi kita agar hubungan kita bisa langgeng. Aku hanya meminta waktu bagimu agar menunda sebentar untuk mempublikasikan hubungan kita."


"Sampai kapan, Nick?"


"Sampai kita berdua siap dan merasa kuat untuk terus bersama walaupun di serang oleh mereka yang nggak suka dengan hubungan kita. Beri aku waktu untuk bisa berada di duniamu. Dan kau juga harus memberi waktu untuk dirimu sendiri bagaimana memahami duniaku. Jangan terburu-buru, El. Supaya kita tak akan menyesal nantinya."


"Alasanmu saja."


"El....!" Nick memegang pundak pacarnya itu dengan lembut.


"Pergilah! Aku ingin sendiri!"


Nick pun terlihat kesal. "Seperti yang kau inginkan." kata Nick lu segera meninggalkan kamar Elmira.


Melihat Nick yang pergi meninggalkannya, Elmira menjadi semakin marah. Ia berharap Nick akan membujuknya seperti biasa tapi cowok itu tenyata memilih pergi.


*********


visual Nick, Guys



Semangat membaca ya

__ADS_1


jangan lupa dukung emak ya guys


__ADS_2