CINTA PARA ANAK JURAGAN

CINTA PARA ANAK JURAGAN
Sepengal Kisah Masa Lalu


__ADS_3

Prayuda memasuki ruangan kerja papanya di rumah sakit.


"Pa, apa benar papa sudah bercerai dengan istri kedua papa?"


Yuda yang sedang memeriksa data pasien menatap anaknya. "Iya. Sudah lebih dari satu bulan. Kamu saja yang tak pernah datang ke rumah sehingga tak tahu keadaan kami. Adik-adikmu juga memilih tinggal dengan papa."


"Pa, dulu mamaku pergi meninggalkan papa karena nggak tahan dengan sikap papa yang nggak adil dalam berpoligami. Sekarang, papa memilih cerai juga. Apakah karena papa ingin kawin lagi?" Prayuda menarik kursi yang ada di depan papanya dan duduk.


"Nggak. Papa tidak lagi dekat dengan perempuan manapun."


Prayuda tahu, kalau papanya, dokter Yudayono Baskoro adalah salah satu dokter yang diidolakan banyak wanita. Walaupun usianya sudah kepala lima namun masih bisa membuat banyak dokter muda dan para perawat terpesona dengan penampilannya.


"Papa nggak akan menikah lagi."


Prayuda menatap papanya dengan tatapan kurang yakin.


"Kali ini papa serius, nak. Papa nggak akan dekat dengan perempuan manapun."


"Apakah papa masih menyimpan cinta untuk Tante Jeslin?"


Yuda tersenyum tipis. "Kau tahu kan? Perasaanku, hasratku bahkan gairah ku untuk Jeslin tak akan pernah padam. Aku memintamu untuk mendekati Mentari dan mendapatkannya. Namun ternyata kau terlalu lembek. Si Furkan telah memenangkan hati Mentari."


"Aku nggak mau mencintai kayak papa. Aku tak bisa memaksa Mentari untuk mencintaiku. Dia sejak kecil hanya mencintai Erdana. Walaupun jauh di lubuk hatiku, aku masih sering memimpikan Mentari namun aku menghargai keputusannya untuk bersama Erdana."


Yuda hanya terkekeh. "Lalu sampai kapan kau akan menjadi perjaka tingting? Nggak ingat usiamu sudah berapa? Tahun ini kau genap 30 tahun. Papa mendapatkan mu saat usia papa baru 23 tahun."


"Aku sudah nggak perjaka, pa."


"Apakah kau sering jajan di luar?"


"Aku nggak serendah itu, pa. Aku dan Gisel, kami berdua sudah terlanjur memiliki hubungan yang dalam."


Yuda terdiam sejenak. Ia ingat bagaimana dia dan Jeslin dulu.


"Dan kau tak berhasil menghamili Gisel?"


"Mungkin Gisel menggunakan pil pencegah kehamilan. Entahlah. Aku berharap hal itu tak menjadi racun dalam pernikahannya. Aku sebenarnya tak ingin suaminya merendahkan dia. Waktu Gisel meminta putus dariku, hatiku sebenarnya nggak rela. Aku merasa punya tanggungjawab padanya. Namun Gisel nekad minta putus. Aku tak bisa mencegahnya. Aku juga yang salah karena terlalu banyak memberikan perhatian pada Mentari."


"Cari pacar, nak. Segera menikah. Jangan nanti keburu tua baru kau ingat untuk menikah."


Prayuda tertawa. "Pa, lebih baik papa menikah lagi. Jangan jomblo. Papa butuh pendamping." Ujar Prayuda lalu meninggalkan ruangan papanya. Sebenarnya Prayuda juga sudah ingin membina rumah tangga. Namun ia merasa belum bisa menemukan gadis yang tepat.


Di dalam ruangannya, Yuda mengeluarkan selembar foto yang sudah lama ada dalam laci meja kerjanya. Itu adalah fotonya bersama Jeslin saat mereka merayakan satu tahun jadian sebagai pacar. Aku mencoba, Jes. Selama 30 tahun ini untuk melupakan dirimu. Namun aku tak bisa. Makanya aku melepaskan kedua istriku agar mereka tak semakin menderita saat bersamaku.


Telepon di ruangan Yuda berdering.


"Hallo dokter Yuda, ada pasien gawat yang membutuhkan pelayanan anda."


"Baik. Saya segera ke sana." Yuda memasukan kembali foto itu ke dalam laci lalu memakai jas dokternya dan segera ke ruang gawat darurat.


"Pasien terjatuh dari lantai dua sebuah kantor. Kepalanya terbentur cukup keras. Dia seorang perempuan, berusia 32 tahun." dokter Lisa, asisten Yuda segera melaporkan keadaan pasien.


Yuda memeriksa keadaan pasien. "Siapkan pasien untuk di operasi. Namun saya ingin melihat hasil fotonya dulu."


"Siapa yang menangani karyawan saya?" terdengar seorang perempuan yang bertanya sambil menangis.


Yuda membalikan badannya. "Jeslin?"


"Yuda? Kau yang menangani pasien ini?" Tanya Jeslin sedikit merasa lega karena ia tahu bahwa saat ini Yuda adalah dokter ahli bedah yang sangat terkenal.

__ADS_1


"Iya."


"Dia asistenku. Ia jatuh dari lantai dua karena mungkin ia merasa pusing. Tolong Yuda, tolong selamatkan dia. Anaknya masih kecil." Jeslin tanpa sadar memegang tangan Yuda dengan wajah penuh permohonan.


Tubuh Yuda bergetar saat Jeslin memegang tangannya. "Kami akan berusaha, Jes."


45 menit kemudian.....


"Pasien harus di operasi. Ada gumpalan darah di kepalanya. Tangan kanannya juga patah. Pasien sepertinya juga hamil."


"Alika hamil? Ya Allah, sungguh sedih bila.dia harus kehilangan bayinya." Jeslin menangis. Ingin rasanya Yuda menghapus air mata Jeslin.


"Aku akan ke ruangan operasi ya?"


"Yuda...., aku percaya kau bisa menanganinya."


Yuda hanya tersenyum. Entah mengapa kata-kata Jeslin bagaikan angin sejuk yang mendinginkan kegundahan hatinya selama ini.


**********


3 jam lamanya Jeslin menunggu di depan ruang operasi. Ia tak lupa.memanjatkan doa agar Alika di selamatkan. Suami Alika sudah ada bersama Jeslin.


Pintu ruang operasi terbuka. Yuda keluar sambil membuka masker dan penutup kepalanya.


"Bagaimana, Yud?" tanya Jeslin tak sabar.


"Alhamdulillah. Operasinya berjalan lancar. Alika selamat. Sayangnya, ia harus kehilangan bayinya."


Suami Alika nampak lega walupun sebenarnya ia merasa sedih istrinya keguguran.


Jeslin dapat melihat kalau Yuda nampak lelah.


Yuda tersenyum sambil mengangguk. "Aku butuh kopi. Kau mau menemaniku?"


Jeslin diam sesaat.


"Aku....." Jeslin nampak ragu.


"Sudahlah kalau kau memang tak mau." Yuda segera melangkah.


"Yuda....!" Jeslin mengejar langkah Yuda.


"Ada apa?" tanya Yuda.


"Hanya 1 jam kan?"


"Setengah jam pun aku sudah senang."


Jeslin akhirnya mengangguk dan Yuda sangat senang. Entah mengapa hatinya berdebar.


***************


Elmira mengambil remote dan menakan tombol off sehingga layar TV menjadi gelap. Hampir semua berita infotainment, menceritakan tentang kedekatannya dengan ustadz Ernes. Seorang lelaki tampan berusia 1 tahun di atas Elmira. Ustadz yang sangat terkenal karena di kalangan anak muda karena ceramah nya yang selalu menggunakan bahasa gaul. Jadwal dakwah sang ustadz bahkan sudah full sampai bukan Desember nanti.


Ustadz Ernes berasal dari keluarga bangsawan. Orang tuanya adalah pemilik kebun teh yang paling besar di Indonesia. Mereka juga memiliki pesantren dan beberapa panti asuhan yang bernaung di bawah yayasan milik keluarga mereka.


Semenjak Elmira menjadi bintang tamu di acara sang ustadz di salah satu stasiun TV swasta, saat itulah kedekatan Elmira dan Ernes tercipta. Mereka dijodohkan oleh seluruh fans keduanya.


Jujur Elmira merasa nyaman dengan kebaikan dan perhatian yang Ernes berikan padanya. Namun Elmira tak bisa membuang bayangan Nick dari kepalanya. 3 Minggu sudah setelah perpisahan mereka di Singapura. Elmira sudah memblokir nomor Nick dan tak ingin mencari tahu tentang keberadaan cowok itu.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Jenika melihat Elmira yang nampak suntuk.


"Aku pusing dengan pemberitaan ku dan Ernes."


"Kenapa pusing? Bukankah pria Soleh seperti Ernes yang kau inginkan? Apalagi sih yang kamu tunggu. Ernes tampan, penuh sejuta pesona, berpendidikan karena ia menyelesaikan studi S1 di Mesir dan S2 nya di Arab. Apalagi yang kurang? Oh iya dia juga anak orang kaya, dari garis keturunan yang sangat jelas bibit, bebet dan bobotnya."


Elmira memeluk bantal kursi yang ada di pangkuannya. "Aku tahu. Namun aku tak bisa menjalin hubungan dengannya."


"Ustadz Ernes kan pernah bilang kalau ia maunya ta'aruf. Jadi kalian sudah bisa langsung nikah."


Elmira menyandarkan punggungnya di sandara sofa. Bukankah pria seperti Ernes lah yang selama ini ia inginkan?


Ah, Nick. Kapan aku bisa membuang bayangan mu dari diriku?


*************


"Kau sudah bercerai? Kenapa ?" Tanya Jeslin saat Yuda menceritakan tentang kisah rumah tangganya.


"Mereka selalu merasa bahwa aku tak mencintai mereka. Dan memang kenyataannya begitu." Yuda menatap Jeslin. Wanita berhijab di hadapannya ini terlihat masih tetap cantik dan menawan.


Jeslin bertanya dalam hatinya. Setelah 30 tahun berlalu, apakah cinta Yuda masih untuknya?


"Kau selalu memliki tempat istimewa di hatiku, Jes. Itu tak akan pernah berubah. Bahkan mungkin sampai aku mati."


Jeslin terpana mendengar perkataan Yuda. Ada sesuatu yang mengusik hatinya. Jeslin berusaha membuang setitik rasa itu yang menggetarkan hatinya.


"Terima kasih untuk kopinya. Aku akan melihat Alika dulu." Jeslin berdiri. Ia mengambil tas tangannya dan segera meninggalkan cafe rumah sakit. Yuda menatap kepergian Jeslin dengan hati yang perih. Tak mudah baginya melepaskan cinta ini.


*********


Yasmin tersenyum melihat Erdana yang baru pulang dari kantor.


"Assalamualaikum!" Sapa Erdana.


"Waalaikumsalam salam, kak. Kak Mentari dan baby As kemana ya?" tanya Yasmin. Ia juga baru pulang 1 jam yang lalu namun tak menemukan keberadaan Mentari dan As.


"Mentari sebentar lagi tiba. Ia baru saja dari butiknya. Baby As ada bersama Ayah Wisnu dan ibu Naura. Katanya malam ini mereka akan menahan As untuk bobo di sana."


"As bisa nggak ya? Selama ini dia kan nggak pernah pisah sama kak Mentari." Yasmin berpikir sebentar.


"Paling juga kalau As nggak berhenti menangis, ayah sama ibu akan membawanya ke sini." Erdana terkekeh. Ia memperhatikan wajah Yasmin. "Yas, ada kotor di pipimu."


"Masa sih? Aku tadi sedang membersihkan kompor saat Kakak datang." Yasmin mencoba mencari cermin namun Erdana sudah menahan tangannya.


"Biar aku bersihkan." Erdana sudah memegang tissue. Tangannya langsung membersihkan wajah Yasmin. Jarak mereka yang begitu dekat, membuat Yasmin dapat merasakan hangatnya napas Erdana yang berbau mint bercampur dengan harum parfumnya.


"Sudah."


Yasmin mendongak dan Erdana belum juga menjauh. Dan entah siapa yang memulai, keduanya sudah saling berciuman. Seolah telah begitu lama mereka tak saling berciuman. Satu ******* lolos dari mulut Yasmin saat Erdana mendorong lidahnya masuk semakin dalam.


Erdana memeluk tubuh Yasmin dan menaikannya di atas meja pantry. Ciuman keduanya menjadi semakin panas apalagi tangan Erdana yang sudah mulai membelai paha Yasmin karena gaunnya yang sudah tersingkap. Keduanya mengerti bahwa tubuh mereka saling menginginkan untuk ada dalam keintiman yang membawa pada puncak kenikmatan raga.


Erdana memeluk Yasmin seperti koala tanpa melepaskan ciumannya. Ia melangkah menuju ke kamar Yasmin, namun langkahnya terhenti melihat Mentari yang baru saja masuk dan terlanjur melihat adegan panas mereka.


**********


Nah...lho...bagaimana ya?


Ada yang setuju nggak Yuda sama Jeslin balik lagi??

__ADS_1


Jangan lupa dukung emak ya guys


__ADS_2