CINTA PARA ANAK JURAGAN

CINTA PARA ANAK JURAGAN
Rencana Jahat Andre


__ADS_3

"Apakah kau ingin berpisah karena laki-laki itu?"


Yasmin dengan cepat menggeleng. "Bukan, bu. Aku hanya tak ingin ada diantara kak Er dan kak Tari lagi. Aku kasihan melihat kak Mentari yang selalu harus menunggu giliran untuk bersama kak Erdana pada hal ia sangat membutuhkan kak Erdana setiap hari untuk bersamanya. Seharusnya aku memang tak ada diantara mereka, bu. Kali ini bukan karena kak Erdana yang nggak adil namun aku mengalah untuk memberikan mereka hubungan yang hanya ada mereka dan anak-anak mereka."


Gayatri menatap anaknya dengan intens. "Bukankah kau sendiri yang siap untuk dipoligami? Mengapa kau yang akhirnya mengalah? Kau sudah minta pendapat dari suamimu?"


"Belum, bu."


Gayatri menggelengkan kepalanya. "Ingat, Yasmin. Keluarga kita adalah keluarga yang sangat menjunjung tinggi pernikahan. Makanya beberapa diantara bibi mu, rela dipoligami dari pada harus bercerai."


"Aku kasihan melihat mereka berdua, Bu. Kak Er sangat mencintai kak Mentari."


"Dan Erdana juga mencintai kamu kan?"


"Iya. Tapi....."


"Jangan bicara tentang perceraian, Yas. Ibu takut kalau ayahmu juga akan marah."


Yasmin terdiam. Ia sudah menduga kalau ibunya pasti tak akan setuju. Kapan semua orang akan mengerti dengan semua yang aku lihat? Aku hanya ingin kak Er dan kak Mentari saling memiliki secara utuh.


Yasmin memutuskan untuk tidur saja di kamarnya. Ia merasa lelah dengan semua yang terjadi.


************


"Mas tidak masuk kerja?" tanya Yasmin saat melihat Erdana masih ada di rumah sakit.


"Aku sudah minta Bojes menangani pekerjaan ku sedangkan di perusahaan Furkan, ada ayah yang menggantikan aku. Tugasku sekarang adalah bersamamu dan menemanimu." Kata Erdana sambil mendekati tempat tidur Mentari. Di belainya wajah Mentari dengan penuh kasih.


"Aku akan baik-baik saja, mas."


"Kamu selalu mengatakan bahwa dirimu baik-baik saja namun kenyataannya kamu tidak baik-baik saja. Kali ini aku akan mengawasi mu dengan lebih extra."


Mentari yang sedang duduk sambil bersandar pada kepala ranjang menarik napas panjang. "Aku nggak mau karena sakit ku ini maka perhatian mas ke Yasmin akan berkurang. Mas harus tetap adil. Apalagi sekarang hari Senin. Gilirannya mas untuk bersama, Yasmin."


"Tidak, kak!"' kata Yasmin yang tiba-tiba saja sudah masuk. "Kak Erdana akan bersama kakak di sepanjang minggu ini. Lagi pula, aku sudah mengambil waktu kakak saat liburan ke Bandung."


"Yas, kamu nggak kerja?" tanya Erdana.


"Aku mampir sebentar di rumah sakit ini untuk selanjutnya ke rumah sakit tempatku praktek Kan jaraknya nggak jauh." Yasmin berdiri di samping Erdana. Ia menatap Mentari dengan penuh kasih. "Kak, mulai minggu ini aku akan kuliah. Jadi aku akan selalu pulang malam. Untuk sementara, sampai aku bisa menyesuaikan waktuku dengan jadwal yang ada, kak Er bersama kakak saja. Nanti kalau Sabtu dan minggu, aku akan menginap di tempat kakak. Bolehkan?"


Mentari menatap Erdana lalu kemudian ia menatap Yasmin. "Itu nggak adil, Yas."


"Itu adil karena bukan kak Er yang menentukan. Kata teman-teman ku, awal-awal kuliah, kami bahkan akan pulang di atas jam 10 malam. Jadi sebaiknya seperti itu dulu. Ya kan kak?" Yasmin menatap Erdana. Pria itu hanya mengangguk. Sebenarnya ia memang akan meminta ijin pada Yasmin untuk menghabiskan waktunya satu minggu bersama Mentari namun sebelum ia mengatakannya, Mentari sudah mengutarakannya lebih dulu.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan ke rumah sakit tempatku praktek ya? Tetap semangat, kak. Jangan stres. Kasihan As sendiri di rumah." Yasmin mengecup pipi Mentari lalu segera pergi meninggalkan ruangan itu setelah juga ia mencium tangan Erdana.


Saat ia akan keluar dari rumah sakit itu. Ia.justti berpapasan dengan Prayuda yang baru saja tiba.


Keduanya saling menatap. Hati tak bisa bohong karena ada getaran rindu di hati masing-masing. Namun keduanya selalu mampu menyimpan perasaan itu.


"Mau berangkat ke tempat praktek?" tanya Prayuda.


"Iya, kak."


"Hati-hati menyetir mobil. Jalanan agak macet."


"Iya, kak. Selamat pagi!" pamit Yasmin. Ia tak mau terlalu lama berhadapan dengan Prayuda karena ia sedang berusaha menghilangkan perasaannya pada pria itu.


************


Tiga bulan kemudian......


Yasmin keluar dari rumah sakit sambil merentangkan tangannya. Hari ini tak ada kuliah dan Yasmin ingin cepat pulang ke apartemen untuk tidur karena memang ia sangat mengantuk.


Selama 3 hari Erdana ada bersamanya. Kini sudah tiba kembali giliran Mentari. Yasmin sebenarnya sudah berusaha bersikap biasa pada Erdana namun entah mengapa, akhir-akhir ini, ia tak bisa melayani suaminya itu dengan baik. Mungkinkah karena Yasmin yang terlalu lelah, ataukah juga perasaannya yang mulai berubah. Ia dan Erdana hanya malam pertama saja menjalani hubungan intim sebagai suami dan istri, malam selanjutnya Yasmin justru sering tertidur karena merasa sangat capek.


Di halaman parkir, Yasmin berpapasan dengan Andre yang juga ingin pulang. Yasmin sedikit lega saat mendengar Andre sudah pacaran dengan salah satu dokter yang ada di rumah sakit ini. Dokter yang usianya 3 tahun di atas Andre.


"Kau mau apa, Andre?" tanya Yasmin.


Andre menatap Yasmin tanpa berkedip lalu tangannya terukur hendak menyentuh wajah Yasmin namun perempuan itu langsung mundur beberapa langkah. "Kau mau apa, Andre?"


"Kembalilah bersamaku. Aku lihat kalau kau tak bahagia dengan pernikahan poligami ini. Aku masih mencintaimu, Yas. Selama ini aku bersikap jutek padamu karena sebenarnya aku ingin mendapatkan perhatianmu. Aku rindu padamu, Yas."


"Bukankah kau sudah punya pacar? Jangan permainan pacarmu itu."


"Sudah ku katakan kalau mereka semua hanya pelarian saja. Aku masih menginginkanmu."


Yasmin mundur beberapa langkah. "Kau harus belajar menerima kenyataan, Andre. Aku sudah menikah. Kita tak mungkin bersama."


"Tapi, Yas."


"Pergilah, Andre." Yasmin akan masuk kembali ke dalam mobilnya namun Andre dengan cepat membekap mulut Yasmin dengan sapu tangan dan Yasmin langsung pingsan karena di atas sapu tangan itu Andre sudah memberikan obat bius. Ia kemudian membawa Yasmin ke dalam mobilnya. Suasana tempat parkir yang sunyi membuat aksi Andre tak disadari oleh orang lain.


Dengan cepat mobil Andre keluar dari rumah sakit. Tepat di lampu merah, mobil Prayuda bersebelahan dengan mobil Andre. Prayuda sebenarnya tak ingin ambil pusing dengan Andre namun matanya yang awas melihat Yasmin yang tertidur di samping Andre.


"Itu kan Yasmin? Ada apa dia bersama Andre?" tanya Prayuda pada dirinya sendiri. Lampu hijau akhirnya menyala membuat mereka harus jalan lagi. Prayuda yang awalnya tak ingin masuk campur, justru jadi penasaran. Secara diam-diam ia mengikuti mobil itu. Benar saja, mobil Andre justru menuju ke luar kota.

__ADS_1


Prayuda sangat kesulitan mengejar Andre karena ia mengendarai mobilnya sangat kencang. Prayuda pun kehilangan jejak mobil Andre.


***********


Andre meletakan tubuh Yasmin di atas tempat tidur. Rencananya berhasil untuk menjebak Yasmin agar perempuan itu akhirnya mau bersamanya. Mereka kini ada di salah satu rumah yang ada di pinggir kota. Rumah milik saudaranya yang sedang kosong karena mereka sedang ada di kampung. Rumah ini agak jauh dari tetangga yang lain karena saudaranya ini seorang petani yang menggunakan lahan yang sangat besar ini untuk menjadi tempat budidaya ikan air tawar. Ada beberapa bagian yang dijadikan kolam ikan .


Wajah Andre tersenyum melihat Yasmin yang terbaring tak berdaya di atas ranjang. Ia tahu kalau caranya ini licik. Namun ia sudah tak sabar untuk segera memiliki Yasmin kembali.


"Dia masih pingsan?"


Andre menoleh ke arah orang itu. "Kak Elif? Kau sudah datang?"


"Aku sudah setengah jam ada di sini."


"Kenapa aku tak melihat mobil kakak?"'


"Ku sembunyikan di belakang. Ayo cepat buka bajunya dan segera lakukan aksimu. Aku akan mengambil kamera dulu."


Elif dan Andre ternyata masih sepupu. Saat Andre curhat mengenai isi hatinya pada Yasmin, Elif bagaikan mendapatkan angin segar untuk menyingkirkan Yasmin dari hati Prayuda. Keduanya pun merencanakan ini. Mereka akan mengambil foto Yasmin dalam keadaan telanjang dan mengancam Yasmin, jika ia tak mau bersama Andre maka foto-foto itu akan tersebar di dunia maya.


Perlahan Andre membuka kancing kemeja Yasmin. Ia langsung menelan salivanya saat melihat betapa mulusnya kulit tubuh Yasmin dengan dua gundukan yang nampak sempurna di balik kain penutupnya yang berwana hitam. Nalurinya sebagai lelaki normal membuat dirinya ingin segera menyatukan tubuhnya dengan Yasmin.


"Andre, tahan dirimu! Kita harus melakukannya secara cepat sebelum Yasmin bangun." Elif menepuk kepala saudaranya dan membuat Andre mengurungkan niatnya. Elif yang akhirnya membuka celana panjang Yasmin. Dalam hati Elif sebenarnya cemburu melihat bentuk tubuh Yasmin yang indah. Saat ia akan menurunkan baju dalam Yasmin, tiba-tiba saja pintu kamar itu di dobrak dari luar.


"Brengsek kalian!" Prayuda langsung memukul kepala Andre dari belakang setelah itu ia menarik Elif untuk menjauh dari Yasmin.


Keributan terjadi dan Yasmin perlahan sadar. Ia terkejut mendapati dirinya yang nyaris polos karena hanya dalaman bagian bawanya saja yang tersisa.


Andre yang sudah pingsan karena pukulan Prayuda sudah tergeletak di atas lantai. Sedangkan Elif yang ketakutan karena aksinya diketahui oleh Prayuda ingin pergi dari sana namun Prayuda menahan tangannya.


"Jangan pergi wanita iblis!" Prayuda yang ternyata sudah menghubungi polisi tak ingin Elif kabur.


Yasmin yang masih lemah karena pengaruh obat bius hanya terisak pelan saat menyadari keberadaannya. Prayuda dengan cepat memakaikan pakaian Yasmin kembali.


"Kak....!" Yasmin langsung memeluk Prayuda dengan perasaan lega. Ia menangis dalam pelukan lelaki itu.


************


Good morning....


Semangat Senin


jangan lupa jaga kesehatan ya?

__ADS_1


Jangan lupa juga dukung emak...


__ADS_2