CINTA PARA ANAK JURAGAN

CINTA PARA ANAK JURAGAN
Taktik Elif


__ADS_3

"Kamu nggak apa-apa kan?" tanya Prayuda sambil melepaskan tangannya yang memegang lengan Yasmin.


"Iya, kak." Yasmin berusaha bersikap netral. Ia tersenyum dan mundur beberapa langkah. Harum vanila itu sungguh menakutkan jika harus terlalu dekat ia hirup. Yasmin bisa ingin dekat dengan Prayuda terus.


Prayuda pun berusaha menekan perasaanya.


"Liburan ke sini juga?" tanya Yasmin.


"Iya. Kemarin mendadak di ajak Elif. Sebenarnya ingin menolak tapi Elif sudah terlanjut memesan 2 kamar di hotel ini. Dia juga menunjukan lokasi tempat ini yang ternyata sangat cantik. Aku sangat suka dengan air terjun."


Elif? Apakah mereka sudah sedekat ini sampai harus liburan berdua? Batin Yasmin, berusaha menyembunyikan rasa sakit di hatinya.


"Oh, gitu ya?"


"Kamu ke sini dengan siapa?" tanya Prayuda penasaran.


"Kak Erdana yang mengajak aku ke sini. Kami menginap di cottage yang paling atas letaknya. Sangat indah dan romantis." kata Yasmin sambil menekankan kata romantis. Ia dapat melihat wajah Prayuda yang terlihat cemburu namun dengan cepat ditutupi cowok itu dengan senyuman. Entah mengapa Yasmin merasa kesal.


"Pra......, kamu di mana?" terdengar suara manja Elif. Perempuan itu menuruni tangga menuju ke air terjun. Saat melihat Prayuda bersama Yasmin, dia tersenyum. Apa yang dia rencanakan berhasil.


Kemarin, secara tak sengaja Elif mendengar percakapan telepon antara Erdana dengan sepupunya Dodi yang adalah pemilik tempat ini. Elif tahu kalau Erdana dan Yasmin akan datang di tempat yang lagi viral ini. Makanya ia pun menyiapkan kejutan untuk Prayuda dan datang ke sini. Elif ingin membuat Yasmin melihat bahwa ia bisa datang di tempat ini dengan Prayuda. Elif sangat yakin kalau ada perasaan terpendam antara Prayuda dan Yasmin. Karena itu ia harus melakukan sesuatu agar menjauhkan perasaan diantara mereka. Prayuda harus tahu kalau Yasmin berdua dengan Erdana di sini, dan Yasmin harus tahu kalau Prayuda dan Elif berdua datang ke sini.


"Eh, Yasmin, kamu juga ada di sini? Dunia ini kok rasanya hanya selebar daun kelor saja ya?" Ujar Elif sambil melingkarkan tangannya di lengan Prayuda.


Rona terkejut sempat ditunjukan Prayuda saat tanpa permisi Elif bergelut manja di lengannya.


"Iya, dok. Sepertinya kita selalu bertemu di mana-mana." kata Yasmin sedikit menyindir.


"Sayang.....!" Erdana akhirnya tiba. Ia juga terkejut melihat Prayuda dan Elif.


"Kalian juga ada di sini? Ternyata tempat ini punya sejuta magnet untuk menarik orang datang, ya?" ujar Erdana.


"Karena kita sudah di sini, mengapa kita tak sebaiknya menikmati sarapan bersama?" tanya Elif.


"Wah, ide yang bagus. Ayo!" ajak Prayuda membuat Yasmin terlihat dongkol dan Prayuda terlihat tak enak.

__ADS_1


Mereka akhirnya mampir di cafe yang menjual bubur ayam. Elif yang nampak antusias memesan ini dan itu.


"Wah, bubur ayamnya enak. Bagaimana menurutmu, sayang?" tanya Erdana sambil melirik ke arah Yasmin.


"Iya. Bubur ini memang enak." jawab Yasmin walaupun sebenarnya Yasmin kehilangan selera untuk makan.


"Pra, kok kamu nampaknya kurang berselera, sih?" tanya Elif dengan sikap sok perhatian. Ia bahkan mengambil tissue dan menyeka keringat di dah Prayuda.


"Eh, aku...."


"Kak Pra memang tak begitu suka makan bubur." Ujar Yasmin secara spontan membuat Elif dan Erdana terkejut.


"Kok kamu tahu sayang?" tanya Erdana.


"Kami kan pernah di rumah sakit yang sama. Hanya ingat saja, pernah sekali saat saat dinas malam, pagi harinya salah satu dokter muda membawakan bubur ayam dan nasi kuning. Kak Pra lebih memilih nasi kuning dan bilang kalau tidak suka makanan yang lembek seperti bubur." kata Yasmin membuat Elif nampak kesal karena ia sendiri tak tahu dengan selera Prayuda. Namun bukan Elif namanya kalau kehilangan akal untuk menyudutkan Yasmin.


"Wah, kau sungguh mengetahui seleranya Prayuda. Kayak orang yang pacaran saja." ujar Elif membuat Prayuda menatapnya tak suka.


"Aku dan Yasmin sudah saling kenal sejak kecil..Kami juga dekat sebagai mahasiswa dan dosen, pernah juga bekerja di rumah sakit yang sama. Wajarlah kalau Yasmin tahu tentang salah satu kebiasaan ku itu." Kata Prayuda karena ia tak mau Erdana sampai cemburu dan marah padanya dan juga Yasmin. Prayuda sudah tahu bagaimana buruknya Erdana jika cemburu.


"Dengan seringnya kalian bersama, pasti kau akan semakin mengerti dengan kepribadian kak Pra." Yasmin meneguk teh manisnya sampai habis. Ia tahu kalau Elif dengan sengaja berusaha membangkitkan emosinya. Ia kemudian memegang tangan Erdana. "Sayang, kamu sudah selesai? Ayo kita ke kamar saja."


"Masih pagi kok sudah ke kamar?"tanya Elif.


"Kami kan datang ke tempat ini untuk bulan madu. Jadi wajarlah kalau waktu kami harus lebih banyak di kamar. Iya kan sayang?" Kata Yasmin sambil menatap suaminya dengan tatapan nakal. Erdana mengangguk walaupun hatinya menjadi bingung. Bukankah selama ini Yasmin termasuk sosok perempuan yang tak mau mengumbar kemesraan di depan banyak orang?


"Kami permisi dulu ya? Dokter Elif, terima kasih atas traktirannya." Erdana pun melangkah sambil menggandeng tangan istrinya.


Prayuda merasakan kalau hatinya tercubit saat melihat kemesraan Yasmin dan Erdana. Namun sekali lagi ia hanya bisa menekan perasaannya. Prayuda sadar bahwa Yasmin memang milik orang dan ia berusaha membuang rasa itu.


"Dokter Prayuda, apakah kita cari sarapan yang lain saja?" tanya Elif.


"Terima kasih, dokter Elif. Sebaiknya kita kembali ke hotel saja karena aku ingin mandi." kata Prayuda sambil membuka mengambil dompetnya.


"Eh, aku saja yang bayar. Kan aku yang traktir." Kata Elif.

__ADS_1


"Biar aku saja. Nggak enak juga cewek yang mentraktir cowok." Kata Prayuda lalu segera ke kasir untuk membayar tagihan makanan mereka.


***********


Malam belum begitu larut namun Erdana sudah terkapar di atas tempat tidur dengan tubuh yang lelah.


Selesai sarapan tadi, Yasmin dan Erdana memang mengurung diri terus di kamar. Yasmin terus merayu Erdana untuk menikmati keintiman dengannya. Mereka bagaikan pengantin baru yang akan lupa waktu saat bercinta. Selesai bercinta dua ronde di pagi hari, mereka memilih mandi bersama sambil menonton film romantis. Selesai menonton film, mereka kembali bersimbah keringat saling memuaskan. Makan siang pun mereka lakukan dalam kamar. Selesai makan siang, keduanya tertidur bersama. Mereka bangun saat sudah jam 5 sore. Selesai mandi dan menunaikan sholat magrib bersama, Erdana memesan makan malam untuk diantar ke cottage mereka. Selesai makan malam, hanya berbincang sebentar, lalu melanjutkan lagi dengan berhubungan intim. Yasmin yang memegang kendali permainan. Dan ia sebenarnya merasa sangat lelah. Namun entah kenapa matanya tak juga terpejam sedangkan Erdana yang ada di sampingnya sudah langsung tertidur dengan nyenyak selesai pergulatan mereka yang terakhir.


Perlahan Yasmin turun dari tempat tidur. Ia menatap jam dinding yang menunjukan pukul 9.30 malam. Kakinya melangkah ke lemari pakaian, mengambil baju dalam, dan sepasang sweater dengan celana panjangnya. Selesai ganti pakaian, Yasmin keluar dari kamar. Ia membuat secangkir teh dan keluar dari ruang tamu menuju ke teras.


Karena cottage mereka berada di paling puncak, Yasmin dapat melihat semua bagian area tempat wisata ini. Beberapa pasang nampak masih duduk di cafe dekat pagar pembatas jurang. Malam ini bulan purnama sehingga banyak pelancong yang memilih ada di luar kamar.


Yasmin mengabiskan teh yang dibuatnya, lalu ia segera keluar dari cottage. Ia juga ingin menikmati malam ini dengan menikmati alam yang dingin dan sejuk. Ia tahu kalau Erdana sangat lelah dan Yasmin tak ingin menganggunya.


Selama hampir satu jam Yasmin begitu terpesona dengan alam di tempat wisata ini. Ia pun memutuskan untuk kembali ke cottage saat mata nya menatap Prayuda yang duduk sendiri di salah satu bangku yang ada di taman. Prayuda sepertinya sedang melamun. Pandangannya jauh ke depan.


...Yasmin menatap Prayuda tanpa berkedip. Hatinya menjadi sedih. Wajah Prayuda pun terlihat sangat sedih....


"Pra....!"


Yasmin langsung bersembunyi melihat Elif yang mendekati Prayuda. Perempuan itu duduk di samping Prayuda. Sangat dekat sehingga pundak mereka bersentuhan. Entah apa yang mereka bicarakan namun wajah Prayuda yang terlihat sedih kini mulai tersenyum. Dan secara tak terduga, Elif mencium Prayuda.


Dada Yasmin menjadi sakit. Ia langsung memalingkan wajahnya dan pergi dari tempat itu.


Prayuda yang terkejut saat Elif mencium bibirnya, segera mendorong bahu gadis itu dengan pelan. Saat Prayuda berdiri, ia melihat Yasmin yang sedang berlari menjauhi tempat itu. Apakah Yasmin melihat saat Elif mencium ku?


"Ada apa, Pra?" tanya Elif sedikit kecewa karena Prayuda menolak ciumannya.


"Aku mau kembali ke kamar." Prayuda segera melangkah meninggalkan Elif. Sementara perempuan itu tersenyum senang karena ia memang sengaja mencium Prayuda karena ia sudah melihat Yasmin yang berdiri tak jauh dari mereka. Elif memang bertekad untuk mendapatkan Prayuda dan menyingkirkan Yasmin.


*************


Hallo semua....


selamat Jumat Barokah

__ADS_1


dukung emak terus ya????


__ADS_2