CINTA PARA ANAK JURAGAN

CINTA PARA ANAK JURAGAN
Akhirnya Aku Tahu


__ADS_3

"Ada apa, mas?" tanya Mentari melihat Erdana yang nampak gelisah.


"Perasaanku rasanya nggak enak. Seperti ada sesuatu yang terjadi."


Mentari duduk di samping Erdana. Ia menggenggam tangan suaminya itu. "Mas sudah hubungi Yasmin?"


"Sudah. Tapi ponselnya nggak diangkat. Pada hal dia bilang kalau hari ini tak ada jam kuliah. Seharusnya dia sudah di apartemen. Aku juga sudah telepon satpam apartemen, katanya Yasmin belum pulang."


"Apakah Yasmin ke rumah orang tuanya?"


"Aku juga sudah telepon ke sana. Kata ibu Gayatri, Yasmin nggak ada di sana."


"Mungkin dia mampir ke toko untuk belanja bulanan. Tadi pagi kan mas bilang kalau isi kulkas di apartemen sudah kosong."


"Bisa saja. Mungkin ponselnya ketinggalan dalam mobil."


"Mas sms saja. Supaya selesai belanja, Yasmin bisa langsung telpon mas."


Erdana mengangguk. Ia mengirim pesan pada Yasmin. Setelah itu ia meletakan hp nya di atas meja dan memegang perut Mentari.


"Kita akan punya baby girl. Rasanya sudah tak sabar ingin memeluknya. Kali ini aku akan berada di sisimu. Aku akan menjadi suami siaga. Yasmin juga bilang, kalau kandungan mu sudah memasuki bulan ke-8, dia akan tinggal terus di sini."


"Iya. Aku juga senang kalau dia ada di sini. Namun mas harus tetap adil, ya? Jika giliran Yasmin tiba, mas harus ada di kamarnya Yasmin. Mas juga harus sering mengajak Yasmin jalan-jalan jika ada waktu luang."


Erdana menarik napas panjang. "Yasmin sepertinya sangat menyibukan dirinya sendiri. Bahkan hari minggu pun terkadang ia pergi ke rumah sakit keluarganya. Dia sudah jarang berkumpul dengan kita jika hari minggu tiba."


"Dia begitu ingin menjadi dokter yang hebat."


"Tapi aku merasa bahwa Yasmin seolah semakin jauh dariku. Beberapa kali aku melihat dalam sholat tahajud, ia menangis. Sudah berulang kali kutanyakan, namun dia tak menjawabnya. Aku merasa kalau hati Yasmin seolah sudah terbagi. Walaupun ia selalu mengatakan ingin memperbaiki hubungan kami namun hanya tubuhnya saja yang bisa kumiliki. Hatinya seakan semakin jauh dariku."


Mentari menarik napas panjang. Wanita mana yang tak terusik hatinya mendengarkan sang suami bersusah hati untuk wanita lain? Namun karena itu adalah Yasmin, Mentari tetap memiliki keikhlasan untuk menerimanya.


"Sabar ya, mas. Oh, ya kita makan bakso yuk!"


"Makan bakso di mana?"


"Di tempat langganan kita."


"Ok." Erdana langsung setuju dan mengambil kunci mobilnya.


************


Polisi langsung menahan Elif dan Andre atas tuduhan penculikan.

__ADS_1


Prayuda mendampingi Yasmin saat membuat laporan di kantor polisi.


"Ayo kita pulang!" Ajak Prayuda sambil memakaikan mantel Jeansnya kepada Yasmin. Keduanya melangkah keluar dari kantor polisi. Prayuda masih memeluk pundak Yasmin yang gemetar karena masih merasakan ketakutan. Saat mereka sudah berada di dalam mobil Prayuda, tangis Yasmin kembali pecah.


"Yas, kok menangis lagi?"


"Aku benci sama, Andre. Kenapa dia harus melakukan ini padaku? Memangnya aku salah apa sama dia?"


"Dia saja yang terlalu terobsesi padamu. Setidaknya dia akan mendapatkan hukuman atas kejahatannya itu. Elif juga sangat parah orangnya. Aku sungguh tak menyangka kalau dia akan sepicik itu pikirannya." Prayuda menggelengkan kepalanya. Ia kemudian mengambil tissue dan memberikannya pada Yasmin.


"Terima kasih, kak."


"Kau mau ku antar ke mana?"


"Ke apartemen."


"Nggak menghubungi Erdana dulu?"


"Nantilah, kak. Aku nggak mau menganggu waktunya saat bersama kak Mentari."


"Erdana harus tahu apa yang terjadi padamu."


Yasmin hanya mengangguk. Prayuda pun segera menjalankan mobilnya. Dalam perjalanan menuju ke apartemen, keduanya saling diam tanpa bicara. Hanya sesekali Prayuda yang melirik ke arah Yasmin sambil bersyukur dalam hatinya karena ia mengikuti kata hatinya untuk mengikuti mobil Andre. Walaupun ia sempat kehilangan jejak Andre namun akhirnya ia bisa menemukan mobil itu.


Sedangkan Yasmin, dalam hatinya ia sangat bersyukur karena Prayuda berhasil menolongnya. Apakah Prayuda adalah lelaki yang dikirim Tuhan padanya?


"Segera mandi dan istirahat." ujar Prayuda.


"Terima kasih, kak."


Prayuda tersenyum. Hatinya sebenarnya tak ingin pergi. Ia mau menemani Yasmin karena ia tahu Yasmin butuh seseorang saat ini. Tapi ia juga sadar kalau Yasmin adalah istri orang. Ia harus bisa menahan gejolak rasa cintanya yang ingin terus ada bersama Yasmin.


Sementara Yasmin juga sebenarnya ingin menahan langkah Prayuda. Ia ingin ditemani Prayuda. Tapi ia juga sadar kalau dia perempuan yang bersuami. Tak wajar rasanya ingin berduaan dengan lelaki yang bukan suaminya.


Selama beberapa detik, keduanya masih saling bertatapan. Sampai akhirnya Prayuda yang pergi. Yasmin menatap punggung lelaki itu sampai menghilang di balik lift. Tanpa sadar air mata Yasmin meleleh.


************


Selama 2 minggu, Yasmin masih menahan kejadian itu untuk tak diceritakannya pada Erdana. Apalagi saat ia mendengar kalau Mentari harus masuk rumah sakit lagi. Kaki ini Mentari membutuhkan perhatian khusus dari Erdana karena Mentari sempat mengeluarkan darah. Makanya Yasmin hanya menceritakan kejadian itu pada kedua orang tuanya. Ayah Yasmin sebenarnya adalah sahabat baik ayah Andre. Namun Satria tak mau melepaskan Andre begitu saja.


Orang tua Andre memohon kepada Yasmin untuk membebaskan Andre. Mereka berjanji akan mengirim Andre ke luar negeri dan menjauhkan Andre dari Yasmin. Masa Koas Andre dihentikan dan Andre mendapatkan hukuman selama 2 tahun sebelum akhirnya ia bisa melanjutkan masa koasmya. Ijin praktek Elif juga untuk sementara dibekukan. Dokter Elif pun memilih untuk kembali ke Amerika.


"Kenapa kau akhirnya membebaskan mereka?" tanya Satria.

__ADS_1


"Mereka sudah cukup mendapatkan hukuman. Andre belum bisa menjadi dokter, dan dokter Elif tak bisa praktek lagi. Andre bahkan dilarang pulang dari luar negeri selama 3 tahun. Aku harap keduanya akan sadar." Ujar Yasmin.


Satria menatap putrinya. Kebaikan hati Yasmin sangat mirip dengan ibunya. Gayatri selalu memberikan orang lain kesempatan kedua untuk bertobat.


"Bagaimana perasaan mu pada Prayuda?" tanya Gayatri.


Yasmin menunduk. Ia tak tahu harus bicara apa. Kejadian itu justru semakin mendekatkan dia dan Prayuda.


Satria menatap juga putrinya. "Kau pasti ingin lebih dekat padanya kan?"


Tangis Yasmin pun pecah. "Aku sudah mencoba membuang perasaan ini. Namun tetap saja ada kejadian yang mendekatkan kami. Aku harus bagaimana, ayah?"


"Bagaimana kalau kau melanjutkan kuliah S2 mu di luar negeri saja? Masa Koas mu akan ayah atur. Kau hanya akan menyelesaikan 6 bulan lagi kan?" tanya Satria.


Yasmin mengangguk.


"Sebaiknya kau memang pergi menjauh dari Prayuda." ujar Gayatri.


*************


2 hari lagi Elmira Furkan akan menikah dengan Nick. Pernikahan mereka sampai tertunda selama hampir 4 bulan karena perdebatan ayah El dan ayah Nick menyangkut segala sesuatu yang berhubungan dengan acara pestanya. Penundaan itu juga terjadi karena Elmira harus melaksanakan promo film terbarunya.


Namun akhirnya, hari bahagia itu akan menghampiri El dan Nick. Berita pernikahan itu sendiri sudah heboh di berbagai media TV dan juga internetnya. El dan Nick yang sebenarnya menginginkan pernikahan yang sederhana saja, namun karena kedua ayah mereka yang ingin memberikan pernikahan terbaik, akhirnya pernikahan itu menjadi pernikahan termewah dan termegah tahun ini.


Erdana juga merasa tak bisa memberikan bantuan untuk persiapan pernikahan saudara kembarnya itu karena ia sibuk dengan pekerjaannya dan juga menjaga Mentari.


Elmira sendiri akan menggunakan gaun pengantin rancangan Mentari di acara akadnya. Mentari membutuhkan waktu hampir 2 bulan untuk menyelesaikan nya. Kebaya bernuansa putih yang sangat mewah karena bertahtakan permata. Sedangkan untuk resepsi, ia dan Nick lebih memilih konsep modern. Gaun pengantin itu dirancang oleh seorang ahli gaun pengantin dari Perancis yang dipesan khusus oleh ayah Nick.


Karena semua kesibukan itu, Erdana pun sudah sebulan tak mengunjungi makam anaknya bersama Yasmin. Dan sore ini, ketika ia selesai rapat, ia memutuskan untuk mampir sebentar untuk berziarah.


Saat Erdana memasuki kompleks pemakaman itu, ia terkejut melihat ada mobil Yasmin di sana. Erdana menjadi senang. Mereka tak janjian namun akhirnya bisa bertemu di sini.


Erdana melihat kalau di atas makam anaknya sudah ada bunga yang diletakan. itu berarti Yasmin sudah lebih dulu ke sana. Dan Erdana melihat Yasmin ada di makam kakek dan neneknya.


"Kakek...., aku harus bagaimana? Aku sudah berjanji padamu untuk tidak pernah cerai dari kak Erdana. Namun semua ini terjadi tanpa bisa ku tahan. Aku menyukai orang lain. Walaupun pria itu sendiri tak tahu kalau aku memiliki rasa untuknya. Kakek, salahkah aku jika aku ingin berpisah dengan kak Er? Aku tak bisa lagi berada diantara dirinya dan kak Mentari. Mereka saling mencintai. Bukan kak Er tak adil padaku. Namun akulah yang tak ingin berada diantara mereka. Kak Mentari terlalu baik untuk diduakan oleh kak Er. Kakek, katakan aku harus bagaimana? Aku ingin menjadi dokter yang sukses sepertimu dan juga ayah. Aku ingin meraih mimpi-mimpi terbaikku dan karena hal itu, aku justru telah mengabaikan tugasku sebagai istri. Aku sungguh tersiksa dengan semua ini." Tangis Yasmin sambil tersungkur di hadapan makam kakeknya.


Erdana mendengar semua keluhan hati Yasmin dengan sangat jelas. Hatinya sungguh tercabik-cabik saat tahu isi hati istrinya itu. Ada rasa sakit, rasa menyesal dan rasa cemburu yang bercampur menjadi satu. Apalagi saat tahu kalau Yasmin tak lagi bahagia bersamanya. Hati Erdana semakin hancur.


*************


Selamat pagi....


Salam hangat untuk kalian semua...

__ADS_1


tetap dukung emak ya...


love Amanda dan emak


__ADS_2