
Maaf kalau ada yang tak suka dengan alur cerita ini karena begitu sayangnya pada pasangan Erdana dan Yasmin.
Memang benar deskripsinya Poligami. Seperti juga deskripsi cerita Menjadi istri ketiga Juragan. Namun cerita ini kan belum berakhir. Jangan dulu beranggapan kalau Yasmin sikapnya buruk. Karena kita tak bisa mengendalikan hati. Kan kita belum tahu Yasmin akan berbuat apa dengan perasaan nya itu?
**************
Keduanya seakan menahan napas ketika posisi jatuh seperti ini. Pandangan mata mereka bertemu. Hati masing-masing bicara.
Prayuda begitu ingin menarik tengkuk Yasmin dan mencium bibir tipis yang menggoda itu. Namun alam bawa sadarnya masih mengingatkan dia bahwa Yasmin adalah istri orang dan dia tak berhak menyentuh sesuatu yang bukan miliknya. Sekalipun Prayuda sudah tahu kalau Yasmin memiliki rasa suka lebih dari seorang teman kepadanya.
Sedangkan Yasmin hanya terpaku menatap mata Prayuda yang memancarkan sinar kasih. Sungguh meneduhkan. Entah mengapa Yasmin begitu ingin Prayuda memeluknya. Namun ia juga sadar. Ia wanita bersuami. Sekalipun ia juga sudah tahu kalau Prayuda menyukainya.
"Astaghfirullah, kak. Maaf!" Yasmin dengan cepat berdiri setelah beberapa detik keduanya hanya saling berpandangan.
"Kakak, tidak apa-apa? Luka kakak bagaimana?" Yasmin mengulurkan tangannya, membantu Prayuda untuk berdiri.
"Eh....sedikit sakit tapi tak apa." Prayuda tersenyum. "Sampai di sini saja, ya? Kau sudah boleh kembali nanti Erdana menunggumu."
"Tapi....."
"Aku minta tolong pa satpam untuk mengantarku ke kamar."
Yasmin hanya mengangguk saat Prayuda memanggil seorang satpam yang baru saja masuk ke lobby apartemen. Ia pun pamit untuk pulang.
Sepanjang perjalanan, Yasmin terus merenung. 3 hari ia menghindar dari Prayuda namun mereka kembali dipertemukan. Kasihan kak Prayuda sendiri di apartemen. Nggak ada teman. Siapa yang akan mengurus dia nanti? Bagaimana ia bisa membuka bajunya sendiri? Tangan dan pinggangnya terluka. Siapa yang akan memberikan menyiapkan makanannya?
Pertanyaan-pertanyaan itu terus memenuhi otak Yasmin sampai akhirnya ia tiba di apartemen. Ia melihat kalau mobil Erdana sudah ada di sana. Yasmin pun bergegas menuju ke unit mereka.
"Assalamualaikum, kak." Sapa Yasmin saat memasuki apartemen dan melihat kalau Erdana baru saja menuruni tangga dari lantai dua.
"Waalaikumsalam." Erdana tersenyum. "Kau terlihat lelah."
"Iya, kak. Aku memang lelah."'
"Mandilah. setelah itu kita makan bersama. Aku sudah memesan makanan dari restoran favorit mu."
"Wah, terima kasih, kak." Yasmin pun segera ke kamar untuk mandi. Ia memang butuh air segar untuk menenangkan hatinya yang masih berdebar mengingat peristiwa mereka yang jatuh tadi.
20 menit kemudian, keduanya sudah ada di meja makan. Menikmati makan malam.
"Bagaimana keadaan Prayuda?" tanya Erdana.
"Pelipisnya sobek. Pinggang sebelah kanannya juga sobek sehingga perlu di jahit." jawab Yasmin sambil mengingat luka Prayuda. Entah mengapa hatinya tak tenang memikirkan keadaan Prayuda yang sendiri di sana.
"Wah, cukup parah juga ya?"
"Iya, kak. Soalnya pas lampu merah itu, kak Prayuda melepaskan sabuk pengamannya karena dadanya terasa gatal. Eh, pada saat ia akan memakainya lagi, mobil itu menabraknya dengan sangat keras dari belakang bahkan mobil kak Pra juga menabrak mobil yang ada di depannya. Katanya ada 4 mobil tadi yang menjadi korban."
"Kasihan juga ya"
"Tapi Alhamdulillah. Bapak yang mendapat serangan jantung itu bisa diselamatkan. Kak Pra membawanya tepat waktu ke rumah sakit."
"Prayuda memang dokter hebat. Ia akan menjadi sama seperti ayahnya."
Yasmin hanya tersenyum. Ia sadar, kekagumannya pada Prayuda muncul juga karena ia melihat bagaimana hebatnya pria itu dalam menangani pasien. Ia bahkan tak memperhitungkan waktu dan tenaga jika menyangkut keselamatan pasiennya.
__ADS_1
"Kak, bagaimana kandungan kak Mentari?" Yasmin mengalihkan topik pembicaraan karena jika nama Prayuda terus disebut maka ia justru akan memikirkan keadaan cowok itu yang terluka.
"Alhamdulillah, sehat. Walaupun aku sedikit khawatir dengan kondisi Mentari. Ia masih saja mengalami muntah, sering pusing mendadak. Kata dokter itu terjadi karena pengobatannya dihentikan. Sementara kita harus menunggu 6 bulan lagi sampai bayinya lahir." Wajah Erdana terlihat khawatir.
"Kita terus doakan saja agar kak Mentari sehat."
Erdana hanya mengangguk. "Kok kamu sudah berhenti makan? Apakah sudah kenyang?"
"Iya, kak. Aku sudah kenyang." Jawab Yasmin. Ia memang kehilangan selera makannya karena hatinya sedang galau.
***********
Erdana bangun dan tak menemukan Yasmin ada di sampingnya. Malam ini adalah malam terakhir Erdana bersama Yasmin karena esok ia adalah giliran Mentari.
Tak ada aktifitas ranjang malam ini karena Erdana mengerti bahwa Yasmin sangat lelah. Erdana juga lelah karena banyaknya pekerjaan yang harus ia jalani di dua perusahaan. Kemarin malam, keduanya memang saling memuaskan dalam kenikmatan raga. Namun Erdana masih merasakan kalau ada yang berbeda dari cara bercinta Yasmin.
Setelah Erdana berhasil mendapatkan kembali kesadarannya, ia pun mencari sosok keberadaan istrinya itu. Dan ia terpana melihat Yasmin sedang sholat tahajud. Sekarang sudah jam setengah satu malam. Tadi mereka masuk kamar bersama jam 10. Yasmin yang lebih dulu tertidur barulah Erdana.
Yang membuat hati Erdana menjadi resah adalah Yasmin terlihat menangis saat mengangkat tangannya. Pipinya basah dengan air mata. Entah apa yang Yasmin doakan namun ia terlihat sangat sedih.
Saat Erdana melihat kalau Yasmin akan mengahiri sholatnya, Erdana pun kembali memejamkan membaringkan tubuhnya. Ia tak ingin Yasmin tahu kalau ia melihat Yasmin yang menangis dalam sholatnya.
Yasmin pun menyimpan kembali peralatan sholatnya. Hatinya merasa sedikit tenang saat ia memutuskan untuk sholat tahajud malam ini. Tadi Yasmin memang sudah tertidur karena ia sangat lelah. Namun entah kenapa ia akhirnya bangun dan hatinya merasa gelisah. Pikirannya ada pada Prayuda.
Sebagai dokter, Yasmin tahu kalau malam ini Prayuda pasti mengalami kesulitan untuk tidur karena luka memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya. Prayuda bahkan akan sulit untuk bergerak.
Pandangan Yasmin tertuju pada Erdana yang disangkanya sudah tertidur nyenyak pada hal tidak. Yasmin secara perlahan naik ke atas ranjang. Ia membaringkan tubuhnya di belakang Erdana. Mencoba memeluk suaminya. Ampuni, aku ya Allah. Tolong kembalikan perasaanku ini hanya pada kak Erdana.
Erdana sendiri merasakan sakit di hatinya. Ia tahu hati Yasmin berubah.
*************
"Selamat pagi, kak. Sarapannya sudah siap?"
"Hanya bubur ayam."
"Wah, baunya harum." Yasmin dapat mencium aroma makanan yang sangat mengunggah selera.
"Makanlah. Aku mau mandi dulu."
"Nggak sarapan bersama?"
"Tadi aku sudah makan duluan saat buburnya matang. Jangan lupa minum susunya ya?"
Yasmin mengangguk. Ini hari Kamis dan sebentar malam pasti Erdana akan bersama dengan Mentari. Hal ini sudah berjalan selama hampir 1 tahun dan Yasmin sudah ikhlas menjalaninya.
Selesai ia makan dan menghabiskan susu yang dibuatkan Erdana untuknya, Yasmin pun mencuci peralatan makan yang digunakannya. Tak lama kemudian, Erdana sudah turun dari kamar atas dan berpakaian lengkap.
Mentari memang sudah punya tempat tinggal sendiri namun Yasmin tak pernah mau mengusik kamar yang ada di atas. Baginya kamar itu adalah milik Erdana bersama Mentari dan kamarnya tetap berada di lantai bawa.
"Kau sudah siap?" tanya Erdana.
"Ya."
Keduanya pun melangkah bersama menuju ke basemen.
__ADS_1
"Yas, jangan lupa makan siang, ya?" ujar Erdana saat keduanya sudah keluar dari lift.
Yasmin mengangguk. Ia mengambil tangan kanan Erdana untuk di ciumannya seperti biasa namun Erdana tiba-tiba menarik tubuhnya dan memeluknya erat. Yasmin tak mengerti mengapa Erdana bersikap seperti ini. Namun ia dapat merasakan ada kesedihan dibalik tatapan mata dan pelukan Erdana di pagi ini.
"Kau tahu, Yas. Andai tubuhku ini bisa ku bagi, aku ingin setiap hari boleh bersamamu dan juga boleh bersama Mentari. Tapi aku juga hanya manusia biasa. Maafkan aku yang telah membuatmu berada dalam situasi ini." Kata Erdana dengan nada penuh penyesalan.
Yasmin melepaskan pelukan Erdana. "Kak, kenapa bicara seperti itu? Bukankah ini semua kemauanku untuk berpoligami? Sudah ku katakan kalau aku menjalankannya dengan ikhlas."
"Namun kau kesepian. Dan saat kau butuh seseorang, saat aku harus bersama Mentari, kau justru menemukan kenyamanan dengan perhatian orang lain."
"Aku sudah berjanji; kak. Aku akan menghilangkan semua ini." Yasmin sedikit berjinjit. Ia mengecup bibir Erdana dengan lembut.
"Aku pergi dulu ya? Aku hampir terlambat." Yasmin mengambil tangan Erdana dan menciumnya. "Sampaikan salam ku untuk kak Mentari."
Erdana menatap Yasmin sampai perempuan itu menghilang dengan mobilnya. Hati Erdana menjadi semakin sakit.
****************
Bagaimana keadaan kakak?
Itu sebait pesan yang dikirimkan Yasmin. Ia mengirim pesan itu sebagai bentuk perhatian dokter terhadap pasien. Bagaimana pun ia yang menjahit luka Prayuda.
5 menit kemudian, datang balasan dari Prayuda.
Masih sedikit merasa pusing. Mungkin
karena semalam susah tidur.
Hati Yasmin sedih membaca pesan itu. Pasti di sana Prayuda sendiri.
perlu aku kirimkan makanan kesukaan kakak?
Balasan Prayuda.
Nggak perlu. Dokter Elif ada di sini membantuku. Kamu jangan lupa makan siang ya?
Yasmin merasakan hatinya sakit membayangkan dokter Elif ada di sana. Sedang merawat Prayuda.
Ya Allah kenapa rasanya harus sesakit ini? Aku nggak boleh memiliki rasa ini. Aku nggak boleh. Aku sudah menikah.
Yasmin mengusap wajahnya kasar. Ia mengambil ponselnya dan menelpon Erdana. "Hallo, kak. Sudah makan siang?"
"Belum. Baru mau pergi dengan Mentari untuk makan siang."
"Aku boleh ikut nggak?"
"Tentu saja boleh. Restorannya nggak jauh dari rumah sakit tempat kamu praktek."
"Kakak kirim saja alamatnya. Aku pergi sekarang." Yasmin segera meninggalkan ruangan tempatnya bertugas. Saat ia menuju ke lobby rumah sakit, ia berpapasan dengan Andre. Pria itu masih menatapnya dingin. Yasmin hanya bisa tersenyum kecut. Bahkan Andre pun tak ingin lagi berteman dengannya. Yasmin ingin mengalihkan seluruh pikirannya dari Prayuda. Mungkin dengan makan siang bersama Erdana dan Mentari, ia dapat tertawa bersama mereka karena Mentari orangnya tahu bagaimana mengangkat cerita yang lucu.
***********
Senin ceria....
semangat selalu
__ADS_1
semangat juga dukung emak ya guys?