CINTA PARA ANAK JURAGAN

CINTA PARA ANAK JURAGAN
Tak Seperti yang diharapkan


__ADS_3

Yasmin menunggu Andre yang baru saja keluar dari kelasnya. Cowok itu langsung tersenyum manis melihat gadis yang sangat dicintainya sudah menunggunya.


"Hallo sayang. Kangen aku sehari saja tak melihatmu. Kemarin memangnya ada apa sampai tak kuliah?" tanya Andre sambil menggenggam tangan Yasmin.


"Aku merasa kurang enak badan."


"Tapi sekarang sudah sembuh kan?" tanya Andre sambil menatap wajah cantik Yasmin secara mendetail.


"Aku sudah sembuh. Masih ada jam kuliah?"


"Hari ini aku sudah selesai. Dan kamu?"


"Hari ini juga aku sudah selesai. Kita boleh bicara nggak?" tanya Yasmin.


"Kamu nggak perlu ijin untuk bicara denganku, sayang. Kamu bawa mobil?"


"Nggak. Aku tadi diantar oleh ibuku."


"Kalau begitu kita pergi dengan mobilku."


Yasmin mengangguk setuju. Sambil bergandengan tangan, keduanya menuju ke tempat parkir.


Andre ternyata mengajak Yasmin ke sebuah tempat nongkrong anak muda yang ada ruangan VVIP nya.


"Kita bisa bicara di sini dengan bebas tanpa ada yang menganggu sambil menikmati makanan yang enak." kata Andre.


Yasmin sebenarnya sedikit mual saat melihat beberapa jenis makanan yang ada di daftar menu.


"Aku mau minum saja, Andre. Aku mau es teh."


"Kamu nggak mau mencoba makanan yang ada di sini?"


Yasmin berusaha tersenyum sambil menahan rasa mual. "Tadi aku sudah makan siang dengan beberapa teman."


"Aku sangat lapar, sayang."


"Kau makanlah. Aku akan menemanimu."


Andre pun mencatat pesanan mereka lalu memberikan pada seorang pelayan untuk membuatnya.


"Kau ingin bicara apa?" keduanya duduk saling berhadapan. Andre menggenggam tangan Yasmin. Ia bersyukur karena dari sekian banyak pria yang mengejar Yasmin di kampus, dialah yang berhasil memenangkan hati gadis berbulu mata lentik itu.


Yasmin berusaha menguatkan hatinya. Ia berusaha meyakinkan hatinya kalau Andre akan menerimanya.


"Andre, apakah kau sungguh mencintaiku?" tanya Yasmin.


"Tentu saja aku mencintaimu, sayang. Apakah kau masih meragukan cintaku? Bahkan jika kau mau, aku ingin melamarmu saat ini juga."


Air mata Yasmin langsung jatuh saat mendengar pengakuan Andre.


"Andre, aku diperkosa."


Genggaman tangan Andre terlepas. "Kau diperkosa? Siapa yang melakukan itu padamu, sayang? Kapan kejadiannya?"

__ADS_1


"Sebulan yang lalu. Kau ingat, saat aku tak masuk kuliah selama 1 minggu? Saat itulah aku diperkosa."


Andre mengepal tangannya menahan marah di hatinya. Ia bahkan meninju dinding yang ada di sampingnya.


"Bagaimana kejadiannya, Yas? Siapa lelaki itu?"


Yasmin menceritakan tentang kejadian malam itu. "Sekalipun Kak Erdana mabuk saat melakukannya, namun dia tetap saja salah."


"Kenapa kau tak langsung menceritakan padaku? Aku bisa saja langsung memukulnya saat kita bertemu hari itu. Dan kau tak laporkan ke pihak berwajib?"


"Aku malu, Andre. Siapa juga yang mau diperkosa?"


Andre terlihat masih emosi. "Sayang, aku akan menerima dirimu apa adanya sekalipun kau telah ternoda oleh laki-laki itu. Aku janji tak akan pernah mengungkit masalah yang satu ini selama kita menjalin hubungan."


Yasmin terharu mendengar pengakuan Andre. "Terima kasih, Andre."


Andre tersenyum. "Kita akan mengubur kisah masa lalu mu yang kelam ini." Andre menggenggam tangan Yasmin dengan erat.


"Ada masalah satu lagi, Andre."


"Masalah apa lagi?"


"Aku hamil."


"Hamil?"


Andre sangat terkejut. Genggaman tangannya kembali terlepas. "Hamil anaknya Erdana? Pemerkosaan itu telah membuatmu hamil?"


Yasmin mengangguk.


"Aku sempat berpikir seperti itu. Namun orang tuaku tak setuju. Katanya anak ini tak salah."


Andre merasakan sesak di dadanya. Ia menatap Yasmin, kemudian ia menatap ke luar jendela. Ia ingat dengan apa yang dikatakan oleh mamanya. Keluarga mereka adalah keluarga ternama yang harus menjaga kehormatannya.


"Andre.....!" panggil Yasmin.


"Gugurkan kandungan mu, Yas. Aku tak mungkin bisa bersamamu terus jika kau hamil. Keluargaku tak akan bisa menerimamu jika mereka tahu bahwa kau hamil di luar pernikahan. Apalagi jika mereka tahu bahwa anak itu bukan anakku. Aku bisa menerima jika kau sudah tak perawan lagi. Namun kehamilan ini, sungguh tak bisa aku terima. Jalan satu-satunya agar kita bisa terus bersama adalah kau menghilangkan janin itu."


Yasmin menatap Andre dengan wajah kecewa. Namun ia juga tak bisa memaksa Andre untuk bertanggungjawab pada sesuatu yang memang bukan kewajibannya. Yasmin ingin terus bersama Andre. Ia mencintai Andre. Namun ia tak bisa juga membuang janin ini. Ayahnya benar, ia adalah calon dokter. Tugasnya adalah menyelamatkan nyawa orang bukan untuk melenyapkannya.


***************


Prayuda memberikan segelas teh hangat yang baru saja dibuatnya. "Minumlah agar kau menjadi tenang."


Mentari mengambil teh itu dari tangan Prayuda. Ia menyesapnya perlahan, sampai sisa setengah lalu meletakan kembali di atas meja.


"Terima kasih, Pra."


Prayuda duduk di hadapan Mentari. Gadis itu terlihat kacau dengan mata yang bengkak. Sesekali air bening itu masih membasahi pipinya.


"Ada apa? Kau ingin berbagi cerita denganku?"


Yasmin mengangguk. "Aku bingung dengan hubungan kami, Pra."

__ADS_1


"Apa yang membuatmu bingung? Kalian saling mencintai, membangun dan mempertahankan cinta selama 7 tahun itu bukanlah hal yang mudah."


"Erdana menghamili gadis lain."


"Apa? Aku nggak percaya kalau Er akan melakukan itu padamu. Dia sangat mencintaimu. Er bukan tipe pria yang suka mengumbar napsu dengan banyak perempuan."


"Aku tahu kalau dia mencintaiku. Hanya saja kehamilan gadis itu terjadi karena Erdana tak sengaja memperkosanya."


"Apa? Tapi bagaimana bisa?"


Mentari menceritakan sama persis yang diceritakan Erdana padanya. "Yasmin pasti sangat hancur dan terpuruk sekarang. Memang yang kudengar kalau Yasmin sendiri menolak kalau Er mau menikahinya. Yasmin memiliki pacar yang sangat dia cintai. Namun menurutku, Erdana memang harus bertanggungjawab. Anak itu adalah anaknya."


"Jika memang Erdana harus menikahi Yasmin, bagaimana denganmu?"


Tangis Mentari semakin dalam. "Aku mencintai Erdana. Kamu sendiri tahu tak pernah ada lelaki lain yang aku cintai selain dia. Namun harus bagaimana lagi? Yasmin tak mungkin kita biarkan sendiri dengan anak itu. Yasmin masih sangat muda. Dia baru 19 tahun."


"Kau akan mengalah?"


"Ya."


"Kau kan istri Erdana!"


"Aku akan meminta Er untuk menalak ku. Lagi pula pernikahan kami hanyalah pernikahan siri. Kami melakukan itu karena takut berbuat zinah. Kau kan tahu bagaimana membangun hubungan jarak jauh. Rindu yang mendalam karena jarang ketemu kadang membuat orang bisa lupa diri. Makanya aku dan Er sepakat untuk menikah siri dulu secara diam-diam."


"Kau rela melepaskan Erdana?"


"Aku sebenarnya tak rela. Tapi mau bagaimana lagi? Yasmin hamil. Aku tak bisa bersikap egois dan meminta Er untuk terus bersamaku."


"Bagaimana jika Er tak mau melepaskan mu?"


Mentari menggelengkan kepalanya. "Er harus mau melepaskan ku. Yasmin membutuhkan dia."


Prayuda melihat bagaimana hancurnya Mentari. Ia tahu ini adalah keputusan yang sulit. Mentari dan Erdana memang sudah menikah 3 tahun yang lalu. Prayuda sendiri yang menjadi saksinya saat pernikahan itu terjadi di Amerika. Foto pernikahan mereka bahkan masih ada di memori ponsel Prayuda.


Saat melihat bagaimana bahagianya Mentari dan Erdana, Prayuda memutuskan untuk belajar melepaskan rasa cintanya yang begitu besar pada Mentari. Ia mencoba dekat dengan beberapa gadis. Sampai akhirnya ia ketemu dengan pacarnya yang sekarang.


Walaupun begitu, Prayuda tak bisa melepaskan perhatiannya begitu saja pada Mentari. Mungkin karena ia telah menganggap Mentari sebagai adiknya.


************


Yasmin berdiri di depan teras rumahnya. Ia melihat ada beberapa mobil yang terparkir di halaman rumahnya. Salah satu mobil ia kenal sebagai mobil Erdana.


Hati Yasmin sangat sedih. Ia berharap Andre akan terus menemaninya. Namun ia tak bisa memaksa Andre. Sekarang, haruskah ia hamil tanpa suami? Bagaimana dengan nama baik keluarganya? Kakeknya yang seorang menteri dan ayahnya yang dikenal luas sebagai dokter yang hebat. Yasmin tak bisa membiarkan keluarganya di hina hanya karena ia hamil di luar nikah.


Yasmin melangkah masuk. Ia mendengar suara ayahnya berbicara.


"Yasmin tak mau menikah dengan Erdana. Kami juga tak bisa memaksanya. Karena pernikahan bukanlah sebuah permainan."


"Apakah Yasmin harus hamil tanpa ada suami? Kami ke sini ingin melamar Yasmin karena memang ini adalah tanggungjawab Erdana." kata Wisnu. Erdana hanya bisa tertunduk. Sebenarnya ia masih malu ketemu orang tua Yasmin.


"Aku mau menikah dengan lelaki yang sudah memperkosaku." Kata Yasmin saat ia masuk ke dalam ruangan tamu. Semua langsung terkejut mendengar pengakuan Yasmin. Apalagi Erdana. Ia langsung memikirkan Mentari. Ia yakin Mentari sudah tahu tentang kehamilan Yasmin. Pelayan menemukan kue yang jatuh di halaman belakang.


*************..

__ADS_1


Bagaimana kisah ini berlanjut?


dukung emak terus ya guys


__ADS_2