
SUDAH BACA CERITA EMAK YANG JUDULNYA : RAHASIA CINTA EDMOND ?
jangan lupa di baca, share, like dan vote ya?
Acara pemotongan kue pengantin dan foto-foto bersama akhirnya selesai juga. Semua wajah nampak bahagia dan puas dengan acara resepsi itu.
"Kemana ayah dan ibu ya?" tanya Erdana sambil menggendong As yang sudah tertidur.
"Mungkin sudah ke kamar. Tadi mereka bahkan sudah tak ikut sesi foto terakhir." ujar Mentari. Ia juga menggendong Azhra yang sudah tertidur.
"Sayang, berikan saja Azhra pada kakek Yuda. Kasihan kamu menggendongnya sendiri. Ia berat, lho."
Mentari tersenyum. "Jangan takut, mas. Aku sudah kuat, kok."
Yuda mendekati mereka. "Tari, berikan Azhra pada ayah. Biar ayah gendong."
"Ayah, aku bisa."
Yuda tetap bersikeras mengendong cucunya itu. Mentari pun memberikan Azhra pada ayah sambungnya itu.
Jeslin menggandeng tangan anaknya. "Ayo kita ke kamar agar anak-anak bisa tidur dengan nyenyak."
Mereka berempat pun melangkah bersama memasuki hotel.
Sementara itu, sang pengganti masih di foto oleh pihak WO. Prayuda nampak tak sabar sehingga beberapa kali pengambilan gambar harus diulang.
"Sudah, kan? Aku capek nih!" ujar Prayuda dengan wajah mulai kehilangan senyum.
Fotografer itu mengangguk. Ia tahu kalau si pengantin pria mulai tak sabar. "Fotonya sudah bisa kalian ambil satu minggu lagi "
"Ayo, sayang kita ke kamar." Ajak Prayuda sambil menggenggam tangan Yasmin.
Namun saat dilihatnya sang istri agak kesulitan jalannya karena gaun dan juga sepatu hak tinggi yang dikenakannya, Prayuda langsung menggendong tubuh Yasmin ala bridal style.
"Mas, aku berat, lagi pula malu dilihat orang." Yasmin protes dan berusaha untuk turun.
"Siapa bilang kamu berat? Badan seringan ini. Kamu malahan lebih kurus dari yang kulihat saat terakhir aku datang ke sini."
"Maklumlah. Aku kan merindukan kamu."
Prayuda tersenyum penuh arti. "Tenang saja sayang. Aku akan membuat dirimu gemuk lagi. Dan akan segera membuat perutmu buncit." bisik nya di telinga Yasmin membuat bulu kuduk Yasmin berdiri.
"Mas.....!" Yasmin bergelut manja di leher suaminya. Jantungnya mulai berdetak tak menentu membayangkan bahwa sebentar lagi ia dan Prayuda akan menyatu.
Sesampai di kamar, Prayuda menurunkan Yasmin. Ini kamar yang berbeda dengan kamar tempat Yasmin tidur semalam.
"Kau suka kamarnya?" tanya Prayuda.
"Romantis sekali? Siapa yang menyiapkan kamar ini?"
"Kedua adikku dan kakak mu."
Yasmin terkejut mendengarnya. "Kak Noah juga ikut menyiapkan ini? Pacaran saja ia nggak pernah."
"Oh ya? Tapi dia lama kan tinggal di Amerika."
"5 tahun. Dan hanya 2 kali pulang."
"Oh ya?"
Yasmin mengangguk.
"Sekarang, kita mandi dulu lalu sholat Sunnah." ujar Prayuda.
__ADS_1
Yasmin nampak tersipu. Ini memang masih sore. Baru juga pukul 4 waktu New York. Namun ia yakin, baik dirinya maupun Prayuda tak akan menunggu sampai waktu menunjukan malam hari.
"Aku mandi duluan ya, mas?"
"Mandi bareng saja supaya cepat."
"Nanti mas nggak tahan." kata Yasmin dengan tatapan menggoda.
Prayuda tersenyum. "Mas yang nggak tahan atau kamu?"
"Ih...., mas ini." Yasmin jadi tersipu. Ia memukul dada Prayuda pelan membuat suaminya itu jadi terkekeh.
"Mas jamin kita hanya akan mandi." Prayuda membuka resleting gaun pengantin Yasmin. Gaun itu pun perlahan jatuh ke lantai. Kemudian Prayuda membuka jas yang dipakainya. Yasmin sendiri membantunya untuk membuka kancing kemejanya. Setelah sama-sama polos, keduanya masuk ke kamar mandi sambil bergandengan tangan.
***********
Di kamar yang lain, Naura dan Wisnu baru saja mengahiri ronde pertama pergulatan manis mereka. Ada senyum kepuasan yang menghiasi wajah pasangan itu.
"Sayang, kamu sangat berbeda hari ini." ujar Naura lalu membaringkan kepalanya di dada suaminya.
"Oh ya? Berbeda yang bagaimana?" tanya Wisnu.
"Lebih hebat pokoknya. Tadi, aku sempat berpikir, apakah ini suamiku atau bukan?" Naura mendongak dan menatap wajah suaminya. "Kamu nggak minum obat Kuat kan?"
"Apa, minum obat? Nggak mungkinlah, sayang." Wisnu menepuk dadanya lalu menepuk perutnya yang masih saja kekar dengan roti sobeknya. "Aku masih kuat. Dan bisa mengalahkan si pria berusia 30an itu."
Naura tertawa. Ia tahu kalau suaminya lagi di mode cemburu. Makanya ia pun memeluk Wisnu dengan cara posesif. "Kau segalanya sayang. Tak ada yang dapat merebut kedudukan mu di hatiku."
"Aku tahu."
"Lalu kenapa tadi cemburu?"
"Dia lebih muda sayang."
"Dan aku sangat suka dengan pria yang lebih tua. Aku tak suka berondong."
************
Jeslin dan Yuda pun sedang asyik berbaring di atas ranjang setelah menikmati keintiman beberapa saat yang lalu.
"Sayang, kamu setuju kan kalau kita bulan madu lagi?" tanya Yuda.
"Boleh. Mau mu kita kemana?"
Yuda membelai wajah Jeslin. "Kemanapun yang kamu inginkan sayang. Aku siap mendampingi mu."
Jeslin menatap wajah suaminya. "Kau sungguh memanjakan aku, mas. Aku merasa seperti ABG yang hatinya selalu berbunga-bunga."
"Cinta itu nggak memandang umur, sayang. Kita ada saat ini untuk saling menyayangi. Entah sampai kapan Allah akan mengijinkan kita untuk bersama, aku akan menikmati kesempatan kedua ini dengan mencintaimu dan hanya mencintaimu."
Jeslin mengecup pipi suaminya. "Mas, bawalah aku kemanapun yang kau suka. Aku pasti akan bahagia."
"Kalau bawa ke sorga dunia untuk saat ini boleh kan?"
Jeslin terkekeh. Namun kepalanya mengangguk juga.
************
Yasmin mencium tangan Prayuda saat keduanya sudah selesai melaksanakan sholat Sunnah. Ada rasa bahagia dalam hatinya saat menyadari bahwa sholat bersama itu rasanya lebih menyenangkan dibandingkan ia sholat sendiri.
Setelah menyimpan peralatan sholat mereka di dalam lemari, Yasmin mengambil air mineral dari dalam kulkas dan meminum habis satu botol. Ia merasa tubuhnya mulai panas pada hal Prayuda belum melakukan apapun padanya.
"Sayang.....!" Prayuda memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Mas."
"Aku bahagia sekali hari ini. Akhirnya mimpiku untuk bisa menjadikanmu milikku boleh terjadi. Alhamdulillah."
Yasmin memejamkan matanya, menikmati ciuman Prayuda di kepalanya.
"Mas, aku juga bahagia." Yasmin membalikan badannya. Mata keduanya saling berpandangan. Terpancar cinta yang sangat besar dari pandangan mata mereka.
"Kau sudah siap?" tanya Prayuda dengan suara yang parau. Nampak jelas kalau dia sudah sangat menginginkan penyatuan dengan istrinya itu.
"Aku sudah siap, mas. Walaupun sebenarnya aku agak gugup." jawab Yasmin dengan pipi yang merona.
"Jangan gugup."
"Aku bukan peraw....."
"Ssst.....!" Prayuda meletakan tangannya di depan bibir Yasmin. "Bagiku kamu istimewa. Sangat istimewa sampai aku hampir menangis saat mengucapkan ijab Kabul tadi."
Yasmin mengambil tangan Prayuda yang memegang pipinya. Ia mencium tangan itu dengan sangat lembut. "Aku berjanji, mas. Aku akan menjadi istri yang terbaik untukmu. Tolong tegur dan ingatkan aku jika aku salah ya? Mas kan tahu kalau aku kadang sedikit manja."
"Semanja apapun kamu, aku akan tetap menyukainya. I love you so much."
"I love so much, imam ku."
Prayuda menunduk. Langsung mencium Yasmin dengan segenap cinta yang ia miliki. Yasmin pun membalas ciuman suaminya itu. Dengan gairah dan hasrat yang sama. Mereka sudah siap memulai manisnya hubungan suami istri sekalipun sang waktu masih menunjukan pukul setengah lima sore.
**************
Mentari tersenyum melihat kedua anaknya yang sudah tertidur. Satu jam yang lalu ia baru saja selesai memberi mereka makan dan memandikan mereka. Kini kedua buah hatinya sudah terlelap di balik selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.
"Mereka sudah tidur?" tanya Erdana yang entah dari mana sudah memeluk istrinya dari belakang.
"Ya. Mereka sangat senang hari ini."
"Kamu memang mama terbaik."
Mentari tersenyum saat tangan suaminya sudah berada di tempat favoritnya.
"Mas, anak-anak bisa bangun."
" Makanya jangan ribut."
Mentari membalikan badannya. "Memangnya siapa yang ribut?"
"Kamu."
"Aku? Masa sih? Perasaan yang ribut itu mas Er, deh."
"Kita berdua sama-sama, ribut."
"Aku mau mandi dulu." Mentari melepaskan diri dari pelukan suaminya. Namun Erdana kembali menariknya untuk masuk dalam pelukannya.
"Aku akan memandikan kamu." bisik Erdana.
"Beneran hanya membantu untuk memandikan?"
Erdana terkekeh pelan. Ia menunduk lalu berbisik. "Mungkin kita bisa saling membantu. Aku memandikan mu dan membantu aku untuk menidurkan si junior yang sekarang bangun."
"Dasar modus!" Mentari menarik hidung Erdana. Keduanya pun melangkah ke kamar mandi dengan gairah yang mulai membakar tubuh mereka.
***********
Kira-kira siapa yang menang ya?
__ADS_1
Terus bagaimana manisnya malam pertama Yasmin dan Prayuda?
Yang sudah gabung ke grup pasti sudah tahu mau kemana 🤣🤣🤣🤣