
Hari ini, Mentari datang ke kantor Erdana. Entah mengapa ia ingin makan siang bersama Erdana. Sebenarnya ia juga sudah mengundang Yasmin untuk makan siang bersama namun Yasmin tak bisa meninggalkan rumah sakit terlalu lama karena ia masih ada di bagian UGD.
"Selamat siang nyonya Furkan!" sapa resepsionis. Ia sudah lama mengenal Mentari. Dan di kantor Erdana ini, semua tahu kalau sang bos berpoligami. Namun mereka melihat bahwa kedua istri Erdana nampak akur. Datang ke acara ulang tahun kantor saja keduanya justru bergandengan tangan.
"Selamat siang. Mas Erdana ada?"
"Sementara rapat, bu."
"Aku tunggu di ruangannya saja."
"Baik, Bu."
Mentari menuju ke ruangan Erdana yang ada di lantai dua. Kantor Erdana ini memang tak sebesar perusahaan Furkan. Namun yang Mentari perhatikan kalau Erdana lebih suka berada di sini.
Ketika membuka pintu ruangan kerja Erdana, Mentari tersenyum melihat interior ruangan yang bernuansa putih coklat ini nampak menyenangkan. Iseng-iseng Mentari duduk di depan meja kerja Erdana. Dulu, saat ia masih menjadi satu-satunya, di meja ini ada foto dirinya dan Erdana yang menggunakan kebaya putih saat mereka menikah siri di Amerika. Sekarangkan pun foto berukuran 5R itu masih ada. Namun ada foto yang lain juga. Foto Erdana dan Yasmin. Foto yang diambil saat mereka ada di Lombok. Foto dimana Yasmin menggunakan gaun rancangan Mentari yang berwarna biru. Ada juga foto baby As sendiri. Saat As berulang tahun yang pertama.
Mata Mentari melihat ponsel Erdana yang ketinggalan. Tiba-tiba ia ingat sesuatu. Dan senyum pun mengembang di bibirnya.
Ponsel Erdana selalu menggunakan password yang Mentari sudah sangat hafal. Yaitu tanggal lahir ibu Naura.
**Yas, malam ini kita nonton ya**?
**Kamu suka film dengan genre komedi kan**?
**Kayaknya ada film bagus di bioskop**
Tak lama kemudian , datanglah balasan dari Yasmin.
Tumben mengajak aku nonton.
Tapi ok lah. Kita ketemuan di bioskop.
mana?
Mentari melihat daftar film di ponselnya. Ia pun memilih salah satu bioskop yang ada di sebuah mall lalu ia mengirimkan alamatnya pada Yasmin.
Kita ketemuan di sana aja ya, kak?
Aku tadi pagi kan nggak sempat bawa
mobil. jadi aku naik taxi online saja dari
sini. Kita nonton yang pertunjukan jam setengah tujuh saja ya? Supaya pulangnya
nggak larut.
Mentari tersenyum membaca balasan Yasmin.
Ok, sayang. Jangan lupa makan siang ya?
Saat Mentari baru selesai mengirim pesan yang terakhir, Erdana pun masuk ke dalam ruangan.
"Sayang?" Erdana terkejut melihat Mentari yang datang.
Mentari langsung berdiri dan menyambut suaminya. Keduanya berpelukan dan Erdana mengecup dahi istrinya itu.
."Aku mau mengajak mas makan siang. Sebenarnya mau mengajak Yasmin juga tapi dia nggak bisa meninggalkan rumah sakit."
"Kebetulan aku sudah lapar. Mau makan di mana?"
__ADS_1
"Di mana saja. Oh ya, tadi Yasmin menelepon aku dan mengajak aku dan mas nonton film. Tapi aku nggak mau ke bioskop karena nggak tahan dengan bau banyak parfum. Bawaannya ingin muntah. Jadi mas saja yang pergi. Dia menunggu di bioskop xxx."
"Tumben Yasmin ajak nonton."
"Kalian kan sama-sama sibuk. Apa salahnya memiliki waktu berdua?"'
Erdana menatap Mentari dengan hati yang bergetar. "Ri, kamu beneran nggak sakit hati saat aku bersama Yasmin? Bukankah dulu kamu orangnya sangat posesif? Aku tersenyum pada cewek lain saja kamu pasti cemburu."
Mentari menyentuh pipi Erdana dengan tangan kanannya. "Dulu aku memang posesif. Namun kalau Yasmin boleh membuka hatinya untuk menerima aku, kenapa aku tidak? Kalau Yasmin siap dipoligami asalkan madunya adalah aku, mengapa aku tidak? Aku banyak belajar keihklasan dari Yasmin. Dan aku nggak mau membuat kamu pusing karena bingung bagaimana bersikap untuk aku dan Yasmin."
"Sayang.......!" Erdana memeluk Mentari. Ia tak tahu harus berkata apa lagi. Hatinya ingin selalu bersama Mentari, menemani masa-masa kehamilan istrinya itu. Namun sisi hatinya yang lain juga sering memikirkan Yasmin. Ia juga ingin selalu bersama Yasmin.
"Ayo makan, Er. Anakmu juga sudah lapar." kata Mentari sambil memegang perutnya.
"Ayo!" Keduanya pun keluar dari ruangan Erdana sambil bergandengan tangan.
***********
Yasmin langsung tersenyum saat melihat Erdana memasuki mall. Ia terlihat tampan dengan celana kain dan kemeja putih yang digulung sampai ke sikunya.
"Sudah lama menunggu?" tanya Erdana sambil melingkarkan tangannya di pinggang Yasmin.
"Aku baru tiba 5 menit yang lalu."
"Sudah lihat film nya?" tanya Erdana saat keduanya melangkah menuju ke bioskop yang letaknya ada di lantai 3 mall itu.
"Kan kakak yang mengirim gambar filmnya padaku. Kakak juga yang sudah membeli tiketnya lewat online."
Erdana menghentikan langkahnya. "Aku? Bukankah kata Mentari tadi kalau kamu yang menelepon dan mengajak kita untuk nonton bersama namun karena Mentari sering merasa mual ditengah banyak orang, makanya ia nggak ikut."
"Kakak yang mengirim pesan padaku dan mengajak untuk nonton bersama." Yasmin mengeluarkan ponselnya dan menunjukan bukti pesan Erdana padanya.
Sebelum Erdana bicara, ponselnya berbunyi. Ada panggilan Videocall dari Mentari.
"Kakak yang merencanakan semua ini ya?" tanya Yasmin.
"Selamat bersenang-senang, ya? Aku yakin kalian akan suka dengan filmnya. Aku sudah nonton trailer nya di YouTube."
Erdana hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia baru menyadari kalau semua ini adalah ulah istrinya itu.
"Bye...bye papa...., bye.....bye....mama Mimin." ujar As. Ia memang memanggil Yasmin dengan sebutan Mimin.
Setelah Erdana menyimpan kembali ponselnya, ia segera menggandeng tangan Yasmin."Ayo, kita langsung ke bioskop."
Yasmin bahagia. Sebenarnya kalau mau dikata, ini kencan pertama mereka sambil menonton bioskop.
Film yang dipilih oleh Mentari adalah film bergenre komedi-romantis. Banyak orang yang ternyata menyukai film ini.
Erdana membeli 2 kotak popcorn dan 2 gelas minuman dingin. Saat terdengar panggilan masuk, keduanya segera menuju ke teater 2 tempat film itu akan diputar.
"Yasmin....!"
Langkah Yasmin dan Erdana terhenti mendengar panggilan itu. Elif dan Prayuda tenyata ada di belakang mereka.
"Wah, kebetulan yang tak direncanakan. Kalian juga mau menonton film ini?" tanya Elif sambil melingkarkan tangannya di lengan Prayuda.
"Iya. Yasmin sangat suka dengan film bergenre komedi romantis." kata Erdana sambil tersenyum.
"Coba kalau tahu kalian akan menonton juga. Kita bisa pesan tempat duduk berdekatan." ujar Elif lagi.
__ADS_1
Yasmin pun melingkarkan tangannya di lengan Erdana. "Mungkin sebaiknya kita tidak duduk bersama supaya bisa lebih romantis dengan pasangan masing-masing. Iya kan, sayang?" Yasmin menatap Erdana dengan mesra.
Prayuda melainkan wajahnya. Sungguh hatinya terusik melihat pasangan itu. Dan ia juga agak jengah karena tangan Elif yang melingkar manis di lengannya membuat tubuh mereka jadi begitu dekat.
"Kami masuk duluan, ya. Yuk sayang!" Yasmin segera menarik Erdana untuk masuk duluan. Entah apa yang dirasakannya. Hatinya sedikit terusik melihat kedekatan Elif dan Prayuda.
Ternyata tempat duduk Elif dan Prayuda, berada tepat di depan tempat duduk Yasmin dan Erdana. Ingin rasanya Yasmin pindah tempat duduk namun ia tak ingin Erdana curiga. Makanya, untuk mengusik rasa kesal di hatinya, Yasmin berusaha bersikap romantis pada Erdana. Sepanjang film diputar yasmin sedikit pun tak melepaskan pegangan tangannya di lengan Erdana. Sesekali Yasmin mengusap lengan suaminya dan menciumnya mesra. Bahkan ketika pemeran utama pria dan wanita itu berciuman, Yasmin pun menggoda Erdana untuk berciuman juga.
Film pun selesai. Lampu kembali dinyalakan. Yasmin tetap menggandeng tangan Erdana dan menunjukan kemesraannya dengan Erdana. Tanpa ia sadari bahwa hati Prayuda sedang terbakar cemburu. Namun Prayuda bersikap santai dan berusaha tenang.
"Sayang, ayo kita pulang! Selamat malam dokter Elif, selamat malam kak Prayuda." pamit Yasmin pada mereka. Prayuda dan Erdana pun saling melempar senyum sebelum mereka berpisah.
"Itu pacarnya Prayuda? Setahu aku kan pacarnya dokter Gisel." Tanya Erdana saat mereka pulang.
"Dokter Gisel sudah menikah, kak. Itu adalah dokter Elif. Dokter baru di rumah sakit."
"Dia cantik dan menarik. Cocok kelihatannya dengan Prayuda."
Yasmin hanya mengangguk. Namun mengapa hatinya seakan berteriak tak setuju dokter Elif dikatakan cocok dengan Prayuda?
"Sayang, kita pesan makan malam saja ya?" tanya Erdana.
"Aku nggak lapar, kak. Masih kenyang makan cemilan saat nonton tadi."
"Tetap kan harus makan walau hanya sedikit. Kamu pesan saja di restoran langganan kita supaya pas sampai apartemen, makanannya juga sudah diantar."
Yasmin mengeluarkan ponselnya. Ia memesan menu yang biasa mereka pesan.
Ketika akhirnya mereka tiba di apartemen, Yasmin memilih untuk mandi lebih dulu sementara Erdana menunggu makanan yang mereka pesan.
Aku nggak boleh kayak gini. Ini gila! Kenapa aku harus tak suka melihat mereka bersama?
Yasmin terus berbicara pada hatinya sementara ia mandi. Saat ia sudah selesai mandi, hanya dengan menggunakan jubah handuknya, Yasmin keluar kamar.
"Makanannya sudah ada kak?" tanya Yasmin.
"Ya. Mau makan sekarang?" tanya Erdana yang baru saja mengatur makan malam di atas meja.
"Kakak sudah lapar?" tanya Yasmin.
"Belum juga. Aku mau mandi dulu kayaknya."
Yasmin tersenyum. Ia mendekati Erdana, melingkarkan tangannya di leher Erdana.
"Aku kangen, kak."
Erdana tersenyum. "Aku mandi dulu." Erdana sebenarnya tergoda untuk bersama Yasmin namun ia ingin memberitahukan dirinya dulu seperti Yasmin yang sudah harum.
"Nggak mau. Aku mau sekarang." Yasmin membuka tali jubah mandinya. Ia sungguh ingin melupakan bayang-bayang Prayuda. Hanya kedekatan fisik dengan Erdana-lah yang dapat membuat Yasmin kembali fokus pada suaminya itu.
Mata Erdana terbelalak melihat tubuh polos istrinya. "Yas, aku....!" Yasmin tak membuatkan Erdana bicara lebih banyak. Ia segera mencium bibir Erdana dengan semua kemampuan menggodanya. Ia tak mau melepaskan Erdana saat ini.
Ketika ciuman mereka tak juga terlepas, Yasmin dengan cepat membuka kemeja Erdana, mendesak agar suaminya itu segera membawanya ke tangga kenikmatan yang membuatnya melayang. Yasmin ingin bercinta sampai raga dan jiwanya tak ada waktu lagi untuk memikirkan Prayuda.
************
Selamat hari Minggu....
selamat menikmati kebersamaan dengan keluarga
__ADS_1
bagaimana menurut kalian part ini?
Silahkan komentar yang banyak dan panjang, emak akan setia membaca dan membalas komentar yang manis 😍😍😍