CINTA PARA ANAK JURAGAN

CINTA PARA ANAK JURAGAN
Pertemuan Tiga Keluarga


__ADS_3

Hallo pembaca yang Budiman,


Tolong baca setiap episode tanpa skip ya?


supaya tahu alurnya kayak apa. Aku sebenarnya kurang setuju kalau ada yang bilang Mentari egois. Egoisnya dari segi mana ya?


Terus yang minta agar Erdana jangan poligami, apakah deskripsi cerita ini nggak dibaca?


Selamat membaca part ini. jangan lupa komentari sifat masing-masing tokohnya.


************


Wisnu menjadi bingung kenapa Erdana meminta semuanya berkumpul di rumah bukit yang ada di desa.


Keluarga dokter Satria sudah sampai. Jeslin akhirnya menyusul.


"Ada apa ini ya?" tanya Naura.


Jeslin yang sebenarnya sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh anak-anak mereka memilih diam dan hanya mengangkat bahunya untuk menunggu anak-anak mereka datang.


Setengah jam kemudian, mobil Erdana sampai.


Naura langsung berdiri untuk menyambut anak dan menantunya namun langkahnya terhenti melihat Mentari ada juga bersama mereka dengan penampilan yang sangat berbeda.


"Ya Allah, Mentari?" Naura menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia kagum sebenarnya dengan penampilan Mentari namun melihat tubuh kurus Mentari, Naura sangat terkejut.


Mentari memeluk Naura sambil menahan air matanya yang hampir meleleh. Ia tahu percakapan ini akan tidak mudah. Apalagi dengan keluarga dokter Satria.


Setelah memeluk Naura, Mentari pun menyalami semua orang tua yang ada di ruangan itu. Paling akhir, ia memeluk ibunya.


"Ada apa, bang? Ayah jadi bingung mengapa abang meminta kita semua berkumpul di sini?" tanya Wisnu membuka percakapan.


Erdana menarik napas panjang beberapa kali. Ia duduk di samping Yasmin sedangkan Mentari tepat di samping Yasmin. Tangan Yasmin masih melingkar di lengan Mentari.


"Ayah, ibu, ayah Satria, ibu Gayatri dan juga ibu Jeslin, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan mengenai hubunganku dengan Mentari dan Yasmin." Erdana menelan ludahnya yang terasa pahit. "Aku ingin kalian tahu bahwa Mentari juga adalah istriku."


"Abang?" Naura yang lebih dulu bersuara. "Kau bicara apa?"


"Jadi kau mau berpoligami? Tidak ku ijinkan anakku dimadu." kata Satria. Ia terlihat mulai emosi.


Jeslin memejamkan matanya. Ia dapat melihat bagaimana Mentari terluka.


"Mentari memang pernah menjalin hubungan denganmu tapi bukan berarti setelah kalian bertemu kembali maka seenaknya saja kalian menjalin hubungan kembali. Ingat Erdana, Yasmin adalah anak kesayanganku. Tak ku ijinkan siapapun menyakitinya. Lebih baik kalian bercerai saja karena memang Yasmin kan tak mencintaimu." kata Satria lagi.


"Ayah. Dengar dulu. Sebenarnya, sebelum aku dan Yasmin menikah, aku sudah lebih dulu menikah dengan Mentari." kata Erdana.


"Apa-apaan ini? Wisnu, Naura, jadi kalian menipu anak kami?" Satria langsung berdiri dari tempat duduk nya. Gayatri menarik tangan suaminya dan memintanya untuk duduk.


"Dengar dulu, mas. Anak-anak belum selesai bercerita. Jangan cepat tersulut emosi."

__ADS_1


Satria mendengarkan Gayatri. Ia duduk walaupun sesungguhnya rasa marahnya belum juga hilang.


"Abang, sejak kapan kau menikah dengan Mentari? Dan Jeslin, apakah kau tahu?" tanya Naura sambil menatap sahabat baiknya itu.


"Aku juga baru tahu setelah Erdana dan Yasmin menikah." jawab Jeslin tanpa bisa menahan air matanya. Ia menatap putrinya. Ia tahu kalau Mentari tak boleh terlalu tertekan. Itu akan sangat berpengaruh pada proses pemulihannya.


"Ceritakan, bang!" ujar Wisnu sedikit tak sabar.


"Kami menikah di Amerika, ayah. Ayah Gading yang langsung menjadi walinya." Lalu Erdana menceritakan proses pernikahan itu terjadi.


"Selama ini, aku meminta Erdana untuk merahasiakan pernikahan kami karena sebenarnya aku masih ingin mengejar karirku. Aku belum ingin punya anak sebab aku ingin jika anakku lahir maka aku yang mengurusnya sendiri. Dalam hal ini, aku yang salah. Ayahku diam karena aku yang memintanya. Dan dia meninggal dengan membawa rahasia pernikahan siri kami. Jangan salahkan Erdana." Mentari langsung bicara. Ia sungguh tak mau Satria menyalahkan Erdana. "Saat aku tahu kalau Erdana memperkosa Yasmin dan akhirnya Yasmin hamil, aku juga yang meminta Erdana untuk tidak menceritakan pernikahan siri kami kepada siapapun. Aku meminta Erdana untuk segera menalak aku. Makanya aku pergi dan menghilang dari kehidupan Erdana."


"Kak Mentari sudah banyak berkorban. Ia rela meninggalkan kak Erdana agar kami bisa menikah. Tanpa ia tahu kalau di kepalanya ada tumor dan pada saat yang sama ia juga hamil." Yasmin langsung menyela perkataan Mentari.


"Ha...hamil?" teriak Naura sangat terkejut. Ia memandang Jeslin. "Kau pasti tahu kan Jeslin?"


Jeslin mengangguk.


"Tumor? Kau sakit, nak?" tanya Gayatri. Jiwanya yang lembut langsung tersentuh mendengar penyakit Mentari.


"Aku sudah dua kali menjalani operasi. Mudah-mudahan tumornya nggak akan tumbuh lagi." ujar Mentari berusaha terlihat tegar.


"Di mana anakmu? Apa yang terjadi dengan kehamilan mu, Tari?" tanya Wisnu.


"Aku melahirkan anak laki-laki." jawab Mentari dengan dada yang sesak. Ia menatap Yasmin


Sungguh ia tak ingin menyakiti Yasmin karena anak Yasmin meninggal.


Satria menatap anaknya. "Yasmin, sejak kapan kau tahu kalau Erdana sudah menikah dengan Mentari?"


"Sebelum aku dan kak Erdana menjadi suami istri yang sebenarnya. Kak Erdana menceritakan tentang pernikahan sirinya dengan kak Mentari. Dan aku yang meminta kak Erdana untuk tak berhenti mencari kak Mentari." Yasmin memandang Mentari. "Allah mendengar doaku. Kami akhirnya bertemu."


Gayatri menatap anaknya. Ia tahu kalau hubungan Yasmin dan Erdana sudah membaik. Yasmin memang sering curhat padanya. Namun yang ia tak mengerti, kenapa anaknya terlihat begitu tenang?


"Jadi kamu akan berpoligami? Kamu tahu kalau poligami itu bukanlah hal mudah kan? Ayah pernah mengalaminya, bang. Dan itu justru hampir mencelakai ibumu." ujar Wisnu sambil memegang tangan Naura yang memang duduk di sampingnya.


"Jadi aku harus bagaimana? Aku juga tak mau ada di posisi ini. Namun semuanya sudah terjadi. Aku tak bisa mengabaikan Mentari dan anakku. Aku juga tak bisa melepaskan Yasmin. Aku menyayangi keduanya dan ingin menjaga keduanya." kata Erdana dengan penuh keyakinan.


"Lepaskan anakku. Biarkan Yasmin sendiri. Dia juga masih muda. Kalian tak memiliki anak." kata Satria terlihat mulai kesal.


"Jika paman Satria memaksa Erdana untuk melepaskan Yasmin, maka aku juga tak mau bersama Erdana." Ujar Mentari dengan suara yang keras dan tegas.


"Ayah, ibu. Biarkan kami menjalani hubungan ini. Kami bertiga sudah setuju untuk menjalani poligami. Aku yakin kak Erdana akan sangat adil. Itulah mengapa aku justru menyerahkan diriku pada kak Erdana setelah kak Erdana menceritakan tentang pernikahan sirinya dengan kak Mentari. Aku siap menjalani semua ini. Berikan kami waktu untuk bersama. Jika memang setelah menjalaninya ternyata kami tak bisa, salah satu diantara kami pasti akan ada yang mengalah." Yasmin mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Tapi...." Kalimat Naura terhenti saat melihat Elmira masuk sambil memeluk baby As yang menangis.


"Maaf, baby As kayaknya sudah mencari mamanya. Sudah aku bujuk untuk diberikan susu namun dia terus menangis." Kata Elmira merasa tak enak menganggu percakapan mereka. Diana yang adalah pengasuh baby As memang tak ikut ke Jakarta.


Naura terkejut melihat wajah baby As. Mengingatkan ia akan wajah Er saat ia masih bayi.

__ADS_1


"Ya Allah, ini anak kalian? Jeslin, kamu tega sekali tak mengatakan padaku mengenai keberadaan anak ini." Air mata Naura langsung mengalir. Ia berdiri dan mendekati Elmira. Segera dipeluknya baby As dengan perasaan haru.


"Sayang......, cucuku ." Naura mencium baby As dengan linangan air matanya. Baby As menatap Naura dan ia tiba-tiba saja tangisnya berhenti. "Papa...pa...pa...." ujarnya dengan wajah lucunya. Tentu saja wajah Naura tak asing baginya karena Mentari selalu menunjukan foto keluarga Erdana pada anaknya.


"Ya, Allah. Dia lucu sekali." Tangis Naura semakin dalam. Di dekap nya cucunya itu dengan penuh kasih sayang. Ia langsung jatuh cinta pada anak itu pada pandangan pertama.


Gayatri juga menatap anak itu. Hatinya tersentuh. "Mentari, mengapa kau tak mengatakan kehamilan mu pada Erdana? Untungnya kalian cepat bertemu. Anakmu butuh ayahnya."


Satria nampak semakin tak suka. "Yasmin, ikut ayah!"


Yasmin mengikuti ayahnya yang berjalan ke luar rumah. Erdana ingin ikut juga namun Wisnu menahan tangan putranya.


"Biarkan mereka bicara, bang." ujar Wisnu membuat langkah Erdana terhenti.


Yasmin menghentikan langkahnya di teras depan. Ayahnya sudah menunggu di sana.


"Ada apa, ayah?"


Satria menatap putrinya. "Nak, cerai saja dari Erdana. Ayah tak mau kamu terluka."


"Ayah, aku yang meminta kak Erdana untuk bersama juga dengan kak Mentari. Pengorbanan kak Mentari sudah terlalu besar. Aku siap menjalani takdir yang digariskan Allah bagiku. Mau bagaimana lagi? Aku juga nggak mau pisah dari kak Er. Aku sudah menyayanginya, ayah. Aku mohon!"


Satria mengusap wajahnya kasar. Ia sungguh tak mengerti dengan jalan pikiran anaknya. Ia memang tersentuh mendengar pengorbanan Mentari yang sangat luar biasa. Tapi ia juga tak mau kalau sampai Yasmin terluka.


"Yasmin, kau siap berbagi dengan wanita lain?"


"Kalau wanita itu adalah kak Mentari, aku siap ayah. Aku sangat yakin kalau kak Mentari nggak akan sirik padaku. Kami sudah saling mengenal semenjak kecil."


Satria memeluk putrinya. Sesungguhnya ia tak rela Yasmin diduakan. "Apakah kamu yakin, nak?"


"Aku sangat yakin, ayah."


Satria memejamkan matanya. Merasakan sakit di hatinya. Namun ia sadar. Yasmin sudah dewasa. Anaknya punya hak untuk menentukan hidupnya sendiri.


***********


Suasana di ruang tamu kembali hening setelah baby As tertidur dalam gendongan Mentari. Bayi itu baru saja selesai menghabiskan sebotol susunya.


Satria dan Yasmin masuk.


"Sayang, ayo kita pulang!" ajaknya pada Gayatri.


Gayatri mengangguk patuh.


Satria menatap Erdana. "Kalau sampai Yasmin terluka karena poligami ini, aku tak segan-segan untuk menghancurkan mu, Erdana." ujar Satria lalu segera menarik tangan istrinya meninggalkan rumah bukit.


**********


Bagaimana kisah ini berlanjut?

__ADS_1


Dukung emak terus ya guys?


__ADS_2