CINTA PARA ANAK JURAGAN

CINTA PARA ANAK JURAGAN
Curahan Hati Emak dan Erdana


__ADS_3

Ku awali bab ini dengan mengucapkan terima kasih untuk semua pembaca. Baru di novel ini saling perang komentar.


Erdana, Yasmin, Mentari dan Prayuda semuanya orang baik. Mereka berada dalam lingkaran kisah cinta yang sebenarnya mereka sendiri nggak mau jalani.


Mentari awalnya egois karena selalu memikirkan karirnya. Ia juga dekat dengan Prayuda karena mereka tinggal di apartemen yang sama. Erdana sangat mendukung karir Mentari dan Erdana juga setuju Mentari mengejar mimpinya. Sampai akhirnya tragedi pemerkosaan itu terjadi Mentari pergi agar Erdana bisa menikah dengan Yasmin. Saat pergi Mentari sakit dan sedang hamil. Jika Mentari egois, ia bisa saja kembali dan mengatakan kehamilannya. Namun dia sendiri menanggung semua luka, sakit dan berjuang antara hidup dan mati. Saat takdir menyatukan mereka kembali, Mentari kan awalnya tak mau poligami karena ia tak ingin Yasmin bercerai dengan Erdana. Mentari setuju dipoligami karena Yasmin mengancam akan meninggalkan Erdana jika Mentari tak mau juga bersama Erdana.


Erdana awalnya salah. Karena ia memang memperkosa Yasmin dalam keadaan mabuk (Ingat ya, bukan dalam keadaan sadar). Walaupun awalnya ia tak mau, namun demi nama baik keluarga Yasmin, Erdana setuju menikah. Melepaskan Mentari untuk bersama Yasmin bukan perkara yang mudah. Mereka 7 tahun bersama. Kalaupun akhirnya Erdana mulai menyukai Yasmin, itu hal yang wajar. Mereka sudah tinggal bersama selama 1 tahun. Ada momen2 khusus yang membuat hati mereka berdua terbuka. Dan Erdana, jujur tentang pernikahannya dengan Mentari sebelum ia menyentuh Yasmin. Yasmin bisa saja menolak, namun dia kan akhirnya mau disentuh oleh Erdana walaupun tahu kalau Mentari adalah istri pertama Erdana. Yasmin juga yang menginginkan poligami namun ternyata, hatinya ternyata tak siap. Yasmin yang masih muda begitu mudahnya bilang siap dipoligami. Namun kenyataannya ia tak bisa, hatinya kesepian, dan Prayuda datang sebagai sahabat dan membuat Yasmin justru nyaman dengan semua perhatian Prayuda. Rasa nyaman berubah menjadi cinta.


Yasmin diperkosa adalah sebuah peristiwa yang tak menyenangkan. Namun ternyata ia bisa mengatasi rasa kebenciannya pada Erdana bukan karena orang lain. Namun karena kebersamaan mereka. Yasmin berusaha ikhlas menjalani pernikahan poligami. Dan dia berulang kali mengatakan kalau perasannya berubah BUKAN KARENA ERDANA TAK ADIL namun ternyata dialah yang tak bisa mengatasi perasannya sendiri. Yasmin sendiri yang memutuskan hidup nya mau kayak apa seperti : melanjutkan S2 dan menyembunyikan peristiwa penculikan Andre. Bahkan Yasmin memilih belum mau hamil karena alasan sekolahnya tapi ia tak mengatakan apapun pada Erdana. Memang alasan Yasmin Krn tak ingin menambah beban pikiran Erdana, tapi bukankah seorang istri harusnya minta persetujuan dari suami?


Yasmin masih muda, pikirannya memang masih labil, dia butuh seseorang yang secara utuh mampu memberikan perhatian yang dia butuhkan. Dan Prayuda datang bukan karena disengaja. Mereka dekat karena situasi. Mereka dipertemukan bukan rencana Prayuda yang ingin menganggu rumah tangga Yasmin. Keadaan lah yang membuat mereka saling jatuh cinta.


Prayuda pernah mencintai Mentari. Namun ia akhirnya berhasil move-on setelah Mentari menikah dengan Erdana. Kalau ia akhirnya ia jatuh cinta pada istri Erdana yang lain, itu juga bukan kemauannya. Hatinya yang begitu kuat terikat pada Yasmin sehingga berulang kali ia mencoba namun ia gagal pindah ke lain hati. Tapi Prayuda tetap menjaga sikap nya. Prayuda tetap sopan walaupun tersiksa dengan perasannya.


Jadi siapa yang salah dibalik semua peristiwa ini? Nggak ada. Karena bukan Mentari yang mencari Erdana lagi melainkan takdir yang mempertemukan mereka. Bukan Erdana yang ingin poligami namun ia juga tak mampu melepaskan Yasmin atau Mentari. Bukan Erdana pula yang tak adil membagi waktu, Yasmin sendirilah yang dengan sengaja memberikan ruang agar Erdana dan Mentari bisa sering bersama.


Jika dikatakan Mentari menang banyak karena sakit dan kehamilannya, memangnya Mentari yang memilih untuk mendapatkan penyakit itu? Mentari yang memilih hamil lagi? Pernahkah Mentari memanfaatkan rasa sakitnya untuk mendapatkan perhatian lebih dari Erdana?


Kalau Yasmin akhirnya jatuh cinta pada Prayuda, apakah salah Mentari atau Erdana? TIDAK! Karena hati tak bisa memilih kemana ia akan pergi. Yasmin sudah berjanji ingin menjauh dari Prayuda namun keadaan lah yang membuat mereka justru semakin dekat.


Jadi siapa yang salah? Salahkan saja aku ya? Karena membuat plot ceritanya seperti ini. Ini semua ide dariku. Aku sendiri yang menginginkan cerita seperti ini.


Jodohkan dan takdir di dunia novel di tangan Mak Author๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Semangat ya bacanya. Love you all


***************


"Kau ingin melepaskan Yasmin? Tapi karena apa?" tanya Elmira tak mengerti. "Bukankah pernikahan kalian baik-baik saja? Apakah ada yang terjadi dan aku tak tahu?"


Erdana menyandarkan punggungnya di sandaran bangku. "Aku, bukan lagi pria di hati Yasmin."


"Yasmin selingkuh? Nggak mungkin, ah." Elmira menggeleng tak percaya.


"Dia bukan selingkuh, namun perhatian dari seseorang membuat ia merasa nyaman. Perhatian yang mungkin tak bisa ia dapatkan dariku karena aku harus bersama Mentari." Erdana tertunduk.


"Tapi kan selama ini kamu adil, Er. Justru kedua istrimu yang ingin agar kamu lebih memperhatikan yang lain. Atau, pernahkah waktumu bersama Yasmin justru kau habiskan untuk Mentari?"


"Tidak! Kamu tahu kan Mentari, dia akan mengusirku jika aku bersamanya pada hal itu adalah gilirannya Yasmin."


"Atau mungkin karena frekwensi pertemuan mu dengan Yasmin yang kurang?"


Erdana mengangkat bahunya. "Entahlah. Hari ini, hatiku terluka saat melihat Yasmin menangis untuk pria lain. Aku melihat ketakutan yang sangat besar dalam tatapan matanya saat melihat pria itu terluka. Dia memang memelukku namun dia bilang tak ingin pria itu pergi. Bahkan ketika ia pingsan, ia mengucapkan nama pria itu sambil menangis."


"Er....!" Elmira mengusap bahu saudaranya. Ia juga merasa terluka.


"Aku mencintai Yasmin, El. Aku tak rela jika harus kehilangan dia. Namun, bagaimana bisa aku menahannya, jika hatinya sudah untuk pria lain? Aku tak menyalahkan Yasmin. Aku tahu selama ini ia juga berusaha melupakan pria itu. Itu dapat ku rasakan setiap kali kami bercinta."


"Pikirkan sekali lagi, Er. Jangan dulu gegabah. Melepaskan Yasmin akan membuat hatimu terluka, tapi menahan Yasmin juga akan membuat kau semakin terluka. Yasmin memang masih muda. Ia sebenarnya gadis yang baik. Polos dan ia juga menyayangi Mentari. Bagaimana jika Mentari sadar dan akhirnya ia tak setuju kau berpisah dengan Yasmin? Bukankah Mentari mengatakan kalau ia bersedia bersamamu asalkan kau tetap bersama Yasmin?"


Erdana mengusap wajahnya kasar. Ia menarik napas panjang beberapa kali. "Tolong berjaga di sini, ya? Aku ingin sholat Zuhur di mushola rumah sakit."


Elmira mengangguk. Ia menatap saudara kembarnya yang pergi menuju ke pintu keluar.


Sementara itu, Yasmin yang mendengar percakapan Erdana dan Elmira menjadi sedih. Ia duduk di lantai sambil memeluk kedua lututnya yang ditekuk. Punggungnya bersandar di dinding rumah sakit. Yasmin memejamkan matanya. Mengingat bagaimana pernikahannya dengan Erdana terjadi. Ia juga mengingat bagaimana kebaikan hati Prayuda sudah mengikis rasa yang mulai ia miliki untuk Erdana. Yasmin tak ingin semua ini terjadi. Namun akhirnya semua telah terjadi.


"Yas, apa yang kamu lakukan di sini? Ibu mencari ke mana-mana." Gayatri memegang anaknya dan membantu anaknya berdiri. "Ayo kembali ke kamarmu. Kau harus makan dulu."

__ADS_1


Yasmin menurut. Ia tak mau berdebat dengan ibunya. Ia pun kembali ke kamarnya.


***********


Jeslin menatap suaminya. Yuda terlihat sangat lelah. "Mas, ayo makan dulu!"


Yuda tersenyum. Ia bahagia Jeslin ada bersamanya saat semua ini terjadi. Jeslin memberikannya kekuatan.


"Terima kasih, sayang."


Jeslin mengatur makanan untuk Yuda di atas meja yang ada di depan sofa. Yuda yang baru keluar dari kamar mandi langsung menuju ke sofa yang ada di ruangannya itu.


"Pasti kamu capek kan? Setelah berjuang untuk anakku, kau harus berjuang untuk anakmu. Sungguh tragedi yang tak pernah kita pikirkan."


"Dan anak-anak kita, keduanya masih kritis. Entah siapa yang akan pergi dan siapa yang akan bertahan."


Jeslin memegang tangan suaminya. "Kita makan, setelah itu sholat Maghrib bersama."


Yuda mengangguk. Ia bersyukur karena sejak menikah dengan Jeslin, sholatnya menjadi semakin teratur. Jeslin adalah sosok perempuan yang membimbingnya kembali ke jalan Allah.


*************


Satu Minggu kemudian......


Ada senyum di wajah Erdana saat melihat putri kecilnya yang tidur setelah menghabiskan susunya. Ada rasa lega di hatinya saat mengetahui bahwa kesehatan putrinya semakin baik walaupun ia masih menggunakan alat bantu pernapasan.


Selama satu minggu, Erdana juga tak pernah pulang ke rumah. Jika ia kangen sama As, maka ia akan Videocall. Ia juga sedih karena As selalu menangis mencari mamanya. Elmira bahkan rela menunda bulan madunya hanya untuk menjaga As di rumah. Erdana sungguh bersyukur karena kakak kembarnya itu sangat memperhatikan kehidupannya.


Yasmin, setiap sore, selesai melaksanakan tugasnya di rumah sakit, pasti akan datang ke rumah sakit tempat Mentari dan juga Prayuda dirawat.


Prayuda sudah melewati masa kritisnya walaupun sampai sekarang ini ia belum sadar. Sedangkan Mentari, ia masih dalam kondisi koma, bahkan kemarin ia hampir meninggal karena detak jantungnya yang kembali berhenti berdetak. Para dokter harus kembali bekerja keras dengan alat kejut jantungnya agar Mentari bisa bernapas kembali.


Hubungan Erdana dan Yasmin pun terasa menjadi dingin karena Yasmin lebih banyak diam saat mereka duduk bersama di depan ruangan Mentari.


Hari ini adalah hari minggu. Yasmin datang setelah sarapan pagi. Saat ia tiba di depan ruangan Mentari, Erdana tak ada di sana. Kata perawat, Erdana sedang mandi di ruangan dokter Yuda.


Yasmin melihat keberadaan Mentari yang masih terbaring tak berdaya. Wajah Mentari terlihat masih sangat pucat. Bibirnya bahkan terlihat kering.


Sampai kapan kau akan seperti itu kak? Sampai kapan kakak akan tidur terus? Tak ingin kah kakak melihat baby Azhra yang sangat cantik itu? Aku juga sangat membutuhkan kakak. Aku ingi mencurahkan isi hatiku padamu. Bangun dong kak!


Yasmin tak dapat menahan air matanya. Ia sungguh tertekan dengan semua ini.


Tiba-tiba, Yasmin melihat dokter Yuda berlari menuju ke ruang perawatan Prayuda.


"Ada apa?" tanya Yasmin pada seorang perawat.


"Dokter Pra membuka matanya."


Yasmin tersenyum bahagia. Ia melangkahkan kakinya ke sana namun baru 4 langkah, Yasmin berhenti. Ia memutuskan untuk kembali ke depan ruangan Mentari.


Ia duduk di bangku sambil menahan sejuta keinginan dirinya untuk pergi ke ruangan Prayuda.


"Yas.....!" Sapa Erdana yang baru selesai mandi. Ia terlihat segar dengan rambut yang basah walaupun harus Yasmin akui kalau Erdana terlihat semakin kurus dari hari ke hari.


"Kak. Mau sarapan?"


"Aku sudah sarapan di ruangan ayah Yuda."

__ADS_1


"Baguslah."


Erdana duduk di samping Yasmin. "Ayah Yuda senang saat mendengar kabar kalau Prayuda sudah sadar dan membuka matanya."


"Aku tahu."


"Kau tidak pergi melihat Prayuda?"


Yasmin menggeleng. Ia tahu kalau Erdana sengaja bertanya seperti itu karena Erdana sudah tahu kalau Prayuda adalah lelaki yang Yasmin Sukai.


Keduanya pun kembali saling diam.


"Yas, kapan kau akan pergi ke luar negeri untuk belajar S2?" tanya Erdana.


"Bulan depan. Tapi aku mau lihat dulu keadaan kak Mentari. Aku bisa menunda ..."


"Jangan ditunda. Pergilah dan raih semua yang ingin kau raih untuk masa depanmu. Biar aku yang menjaga Mentari."


"Tapi, kak...."


"Aku sudah tahu kalau hatimu tak lagi untukku. Aku dapat melihat semuanya saat Prayuda tertembak. Maafkan aku, Yas. Maafkan aku sampai hatimu telah tertuju pada yang lain. Rasanya memang sangat sakit. Namun mau bagaimana lagi?" Erdana tertunduk. Berusaha menahan air matanya. Hatinya bagaikan ditancapkan pisau yang sangat tajam. Merobek bagian paling dalam hatinya. Rasanya sangat sakit.


Yasmin pun menangis. Ia tak tahu lagi harus bicara apa. Keduanya saling diam. Sampai akhirnya ibu Naura datang.


"Abang, Elmira dan As ada di tempat parkir. Anak itu menangis mencari mamanya terus. Makanya ibu bawa saja ia kemari. Ibu sudah minta ijin pada pihak rumah sakit untuk mengijinkan As masuk sebentar saja. Biar As melihat mamanya."


"Bawa masuk saja, bu."


Naura menelpon Elmira. Tak lama kemudian Elmira datang bersama As. Saat melihat Erdana, As langsung berlari dan memeluknya sambil menangis.


"Daddy, As mau ketemu mommy."


Erdana menggendong anaknya dan menunjukan dari balik kaca keberadaan Mentari.


"Mommy masih sakit sayang. As harus berdoa agar mommy lekas sembuh, ya? Supaya Daddy akan bawah pulang mommy dan dede Azhra. Kita bisa main bersama di sana. Sekarang As pulang dengan aunty El. Jangan nakal di rumah ya? As harus sholat dan meminta pada Allah agar mommy lekas sembuh."


As memeluk Erdana erat. "As nggak mau pulang. As maunya di sini sama daddy."


"As harus pulang. Dokter nggak akan mengijinkan As di sini terlalu lama. As anak yang dengar-dengaran kan? tunggu Daddy, mommy dan dede pulang ya?" bujuk Erdana. As awalnya masih bersikeras untuk tinggal. Namun setelah dibujuk kembali, ia pun bersedia untuk pulang.


************


Prayuda membuka matanya. Ia sekilas masih sempat melihat punggung seorang perempuan yang meninggalkan ruangan tempatnya di rawat. Itu sepertinya Yasmin. Sayangnya, karena dada dan lengannya yang masih sakit karena bekas luka akibat bersarangnya peluru di dada dan lengannya, Prayuda tak bisa turun dari atas tempat tidur.


Yasmin yang baru saja keluar dari ruangan Prayuda merasa lega ketika bisa melihat kalau cowok itu semakin membaik keadaannya. Ia pun segera masuk ke mobilnya. Sesampai di mobil, ia menelepon seseorang.


"Please prepare my residence in America."


***********


Selamat siang semuanya....


semangat di hari Selasa....


jangan lupa dukung emak terus ya?


Sudah baca RAHASIA CINTA EDMOND?

__ADS_1


jangan lupa mampir ya????


__ADS_2