CINTA PARA ANAK JURAGAN

CINTA PARA ANAK JURAGAN
Berkah Bulan Madu


__ADS_3

"Assalamualaikum, istriku. Selamat pagi." Sapa Prayuda saat Yasmin membuka matanya di pagi hari.


"Waalaikumsalam salam imam ku."


Prayuda mengecup dahi Yasmin. Tubuh keduanya masih sama-sama polos setelah pergulatan panjang dari sore sampai tengah malam.


Mereka bahkan makan malam disaat jam sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Dan selesai makan pun, mereka masih bercinta satu kali lagi sebelum akhirnya tertidur karena kelelahan.


"Masih capek?" tanya Prayuda sambil membelai wajah Yasmin dengan tangannya.


"Sedikit. Namun rasa lelah ini dikalahkan dengan rasa bahagia saat bangun dan melihat wajahmu, sayang."


Prayuda mengecup bibir Yasmin. "Begitu juga yang aku rasakan. Aku baru saja memeriksa ponselku. Ada 10 kali panggilan dari papa Yuda. Lalu ada pesan dari ibu Gayatri yang menanyakan apakah kita akan sarapan atau tidak."


"Astaga. Memangnya ini sudah jam berapa?"


"Jam 10 pagi."


Yasmin terkejut. Selama ia tinggal di Amerika, ia tak pernah bangun sesiang ini walaupun ia capek bekerja.


"Mereka pasti sudah selesai sarapan kan?"


"Mereka bahkan sudah pergi jalan-jalan. 5 menit yang lalu adikku baru saja menelepon dan menyampaikan bahwa mereka sudah pergi berbelanja. Kalau ayah Satria dan ibu Gayatri sudah berangkat ke LA, paman Wisnu dan bibi Naura katanya sudah berangkat ke Chicago, Erdana, Mentari dan kedua anak mereka sudah pergi ke Washington DC."


"Ayah Yuda dan Ibu Jeslin masih tinggal?"


Prayuda tersenyum. "Masih. Mereka ingin jalan-jalan di New York selama 2 hari. Setelah itu kayaknya masih mau jalan-jalan sebelum pulang ke Indonesian."


"Mereka semua kayaknya mau berlibur."


"Kamu ingin kita kemana?" tanya Prayuda sambil menyentuh hidung Yasmin dengan hidungnya.


"Kemana pun juga mau. Namun hanya 2 Minggu saja. Setelah itu mas kan akan masuk kuliah, aku juga ada persiapan ujian akhir."


"Kita ke Korea?"


Mata Yasmin membulat. "Benarkah? Ah, aku akan puas melihat oppa Korea."


"Apa? Kalau begitu ganti tempat saja. Kita ke Afrika."


"Kok Afrika, sayang?"


"Di sana tak ada Oppa Korea." Prayuda melepaskan pelukannya lalu tidur membelakangi Yasmin.


"Ih ..., mas cemburu?" Yasmin mencolek pinggang suaminya namun Prayuda tak bergeming. Ia justru memejamkan matanya.


"Mas....., mas sayang .....!" Yasmin memeluknya dari belakang, menempelkan tubuh polosnya sambil membelai dada Prayuda.


"Jangan dekat-dekat."


Yasmin mencium punggung polos suaminya secara berulang-ulang. "Baiklah. Aku setuju kita ke Afrika. Aku kan sudah bilang siap kemana saja asalkan denganmu. Karena mas adalah imam ku, lelaki terbaik yang Allah berikan padaku. Mas juga adalah hidupku. Seribu Oppa Korea pun tak akan membuat aku berpaling padamu. Maaf kalau aku membuatmu sakit hati ya?"


Prayuda langsung membalikan badannya. Ia menatap istrinya sambil tersenyum. "Kita akan ke Korea."


"Ke Afrika saja. Nggak masalah."


Prayuda tersenyum lalu dengan penuh sayang ia mengecup bibir istrinya. "Kita ke Korea. Tapi ada syaratnya."

__ADS_1


"Apa?"


"Setiap kali kamu tersenyum pada Oppa Korea, berarti kita akan bercinta satu kali."


"Jadi kalau aku tersenyum 10 kali dalam sehari pada Oppa Korea maka kita akan bercinta sebanyak 10 kali?"


"Iya."


Yasmin tersenyum. "Aku suka itu....."


"Dasar kamu nakal ya?" Prayuda kembali mencium istrinya dan mulai merayu dengan sentuhannya.


"Mas, aku lapar." rengek Yasmin.


"Aku janji nggak akan lebih dari 10 menit."


"Mana bisa hanya 10 menit?"


"Ini namanya ekspres di pagi hari."


"Ih, mas.....nggak enak hanya 10 menit."


"15 menit."


"Nggak mau."


"30 menit."


"1 jam."


"Katanya lapar."


Keduanya tertawa bersama. Setelah itu tak terdengar lagi percakapan diantara mereka.


**************


Dua bulan sudah Yasmin dan Prayuda menikah. Yasmin bahkan sudah menyelesaikan studi S2 nya. Saat wisuda hanya Prayuda yang mendampinginya karena ayah dan ibu nya masih ada di Turki dalam perjalanan bulan madu mereka yang kedua.


Foto-foto perjalanan keliling Eropa dari Wisnu dan Naura juga ada di instagaram mereka. Demikian juga dengan perjalanan liburan keluarga Erdana dan Mentari. Mereka juga nampak bahagia berada di Belanda, Jerman dan Turki.


"Sayang, ini kopinya." ujar Yasmin sambil meletakan gelas berisi kopi di atas meja ruang tamu.


Yasmin dan Prayuda sudah tinggal bersama di aoartemen Yasmin.


"Iya. Terima kasih ya, sayang." kata Prayuda lalu menutup buku tebal yang baru saja di bacanya.


Yasmin pun ikut duduk di samping suaminya. Untuk sementara, Yasmin bekerja dan Prayuda bekerja di rumah sakit swasta milik keluarga William. Namun Prayuda nanti bekerja di siang hari karena setiap pagi mulai jam 8 sampai jam 1 siang, ia harus kuliah. Prayuda akan pulang ke apartemen saat jam 7 malam. Sementara Yasmin mengambil jam kerja dari pagi sampai jam 3 sore.


Yasmin membaringkan kepalanya di bahu sang suami sementara tangannya bergelut manja di lengan kekar Prayuda.


"Mas, waktu kita pergi ke Korea, aku kan dapat haid di sana. Kalau mau dihitung, itu sudah sebulan lebih." Kata Yasmin sambil memejamkan matanya, menikmati belaian Prayuda di kepalanya.


"Iya. Memangnya kenapa, sayang?"


"Itu berarti aku sudah terlambat datang bulan."


Prayuda menjauhkan tubuhnya dari sang istri agar bisa menatap Yasmin dengan seksama. "Kamu terlambat datang bulan? Apakah itu berarti kamu hamil?" Tanya Prayuda dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


"Entahlah. Tapi selama 2 hari ini aku selalu merasa sedikit mual jika melihat roti. Aku juga selalu ingin makan apel. Pada hal mas tahu kan kalau aku nggak terlalu suka apel."


"Iya. Kamu lebih suka buah pir." Prayuda memegang tangan Yasmin sambil meraba nadinya. "Sepertinya kamu memang hamil. Sayang, aku pergi beli tespack ya?"


"Ok."


Prayuda mencium perut Yasmin sebelum pergi. Untungnya di dekat apartemen ini ada sebuah apotik kecil. Sehingga tak sampai 10 menit, Prayuda sudah kembali.


Yasmin pun segera ke kamar mandi untuk melakukan test. Prayuda menunggu di depan kamar mandi dengan jantung yang berdebar-debar.


"Bagaimana?" tanya Prayuda saat Yasmin keluar.


"Aku hamil mas." kata Yasmin dengan mata yang berkaca-kaca sambil mengangkat testpack yang sudah menunjukan garis dua itu.


"Alhamdulillah." Prayuda langsung memeluk Yasmin dengan luapan kegembiraan yang tidak dapat dibendung lagi. Ia bahkan mencium Yasmin setelah itu dengan bertubi-tubi mulai dari mata, hidung, pipi lalu ke leher dan akhirnya di bibir Yasmin.


"Bulan madu kita akhirnya membuahkan hasil. Terima kasih ya Allah." Kata Prayuda lalu kembali memeluk istrinya.


*************


Mentari menatap dua buah piagam dan piala penghargaan yang diberikan padanya. Di sebuah ajang penghargaan dunia perfilman Amerika dan Eropa, Mentari meraih kemenangan sebagai kostum terbaik. Elmira juga menerima penghargaan untuk yang pertama kali sebagai pemeran perempuan terbaik.


"Sayang ....!" Erdana memeluk Mentari dari belakang. Ia juga menatap penghargaan yang diterima oleh istrinya itu.


"Kau memang sangat berbakat." Puji Erdana.


"Terima kasih, mas. Ini semua juga karena dukungan mu. Kalau kamu nggak mendukung aku, bagaimana mungkin aku bisa berhasil? Rasanya aku tak menginginkan apa-apa lagi sekarang selain mengabdikan hidupku untukmu dan anak-anak kita." Mentari membalikan badannya. Menatap mata Erdana yang selalu membuat hatinya berdebar-debar.


"Aku rasanya semakin hari semakin mencintaimu." kata Mentari lalu melingkarkan tangannya di leher Erdana.


"Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu. Aku bersyukur pada Allah karena memberikan wanita hebat seperti dirimu. Anak-anak kita juga bahagia memiliki mommy yang luar biasa. Dan yang paling membuat aku senang adalah terapi pengobatan mu akhirnya selesai. Sehat selalu ya, sayang?"


"Kamu dan anak-anak kita adalah obat terbaik untukku."


Erdana membelai wajah Mentari. Lalu ia pun mencium bibir istrinya. Ciuman yang awalnya biasa kini menjadi ciuman yang menuntut.


"Daddy.....!" terdengar suara As yang memanggil mereka. Dengan terpaksa ciuman itu pun berakhir.


"Daddy ada di sini, sayang."


As masuk ke ruang kerja mamanya. "Daddy kan bilang mau main basket bersama, As."


"Oh iya sayang. Daddy hampir lupa." Erdana menepuk jidatnya.


"Daddy suka gitu, deh. Lupa sama As kalau sudah bersama mommy." As cemberut. Erdana langsung memegang tangan anaknya.


"Ayo kita main." ajak Erdana.


"Mommy akan siapkan es cendol yang enak setelah kalian selesai main." kata Mentari membuat As tersenyum.


"I love you, mom." ujar As lalu melangkah keluar bersama papanya.


"I love you, too son."


Mentari tersenyum bahagia. Ia pun keluar dari ruang kerjanya dan menuju ke dapur. Siap untuk membuat es cendol untuk suami dan anak-anak nya.


*************

__ADS_1


Hallo semangat puasa ya semuanya.....


jangan lupa dukung emak....


__ADS_2