
Nick mengingat kembali kejadian 2 jam yang lalu, saat ia dan Elmira berciuman dengan sangat mesra.
Saat ciuman itu berhenti karena keduanya membutuhkan pasokan oksigen untuk diri mereka masing-masing, keduanya tak mau saling menjauh. Tangan Elmira masih melingkar di leher Nick dan tangan Nick juga masih memegang tengkuk Elmira. Mata ini keduanya saling bertatapan.
"Ini salah, nona! Kita seharusnya tak boleh berciuman seperti ini. Aku hanyalah bodyguard mu. Aku tak pantas mengambil keuntungan dari situasi yang ada saat ini." Nick perlahan menjauh.
"Aku juga menginginkan ciuman ini, Nick. Aku nggak tahu kenapa, namun seperti ada magnet dalam dirimu yang selalu mendorong aku untuk dekat padamu." Kata Elmira tanpa mau menyembunyikan lagi apa yang diinginkan oleh hatinya..
Nick menatap Elmira dengan tatapan bingung. "Ini tak mungkin cinta, kan? Nona tak mungkin jatuh cinta dengan aku kan? Aku hanyalah seorang bodyguard saja. Gajiku sebulan bahkan tak sanggup membeli sepatumu."
"Kamu pikir kalau aku gadis matre?"
"Bukan begitu, nona. Hanya saja nona seorang artis besar. Apalah artinya diriku ini?"
Elmira menatap Nick. "Nick, jujurlah padaku. Apakah kau memiliki perasaan untukku?"
Nick mengangguk. "Aku selalu membunuh perasaan ku ini karena aku merasa tak pantas untukmu. Memang sungguh tak pantas."
Ada senyum di bibir Elmira. Ia langsung memeluk Nick dengan erat membuat Nick terkejut. "Terima kasih, Nick!"
Nick melepaskan pelukannya. Ia memegang bahu Elmira dan menatap gadis itu dengan lekat. "Terima kasih untuk apa?"
"Karena sudah mencintaiku!"
"Lalu? Apakah kita sekarang berpacaran?"
Elmira mengangguk malu-malu. "Kau mau kan berpacaran denganku?"
Nick tersenyum. Tangannya membelai wajah Elmira. "Aku memang suka padamu, nona. Namun bukan karena kau seorang artis. Aku suka kepribadianmu yang sederhana, tak sombong dan selalu memperhatikan orang kecil. Tapi apakah aku pantas untukmu?"
"Cinta itu soal hati, Nick."
"Aku pasti akan dibully oleh semua fans beratmu. Nona kan selaku mengatakan suka pria yang soleh, pintar mengaji dan bisa Menjadi imam yang baik. Makanya nona selalu dijodohkan dengan ustadz muda yang sedang naik daun itu."
Elmira kembali memeluk Nick. "Kau juga pria Soleh, Nick. Kau taat pada agama dan selalu membentengi dirimu dengan baik. Aku sudah membuktikannya tadi malam dan saat ini juga. Seandainya kau hanya mengejar napsu, kau pasti bisa meniduri ku semalam. Namun kau menjaga aku disaat aku justru hampir kehilangan pengendalian diriku karena terlalu terpesona dengan dirimu." .
Nick membelai kepala Elmira dengan sangat lembut. "Nona, tak dapatkah kau memikirkannya sekali lagi?"
Elmira melepaskan pelukannya dan menatap Nick. "Memikirkan apa?"
"Untuk menjalin hubungan dengan aku."
"Kau ragu padaku?"
"Aku hanya takut karir nona menjadi berantakan hanya karena aku."
"Mari kita saling membuka hati, Nick. Jika memang kita benar saling menyayangi, maka selalu akan ada jalan bagi kita untuk bahagia."
Nick kembali membelai wajah cantik Elmira dengan hati yang sangat bahagia. "Nona, bolehkah kita jangan dulu mengekspose hubungan kita pada orang lain? Maksudku, aku ingin kita benar-benar yakin dengan perasaan kita masing-masing baru akhirnya kita terbuka dan mengatakan tentang hubungan kita."
"Kamu mengatakan ini bukan karena kamu memiliki pacar kan, Nick?" tanya Elmira dengan wajah penuh selidik.
"Tidak. Aku bersumpah demi apapun juga, aku ini seorang jomblo."
"Baiklah. Kita jalani dulu hubungan kita secara diam-diam. Namun aku tak mau menyembunyikannya dari keluargaku, Nick. Aku selalu jujur dengan mereka."
"Aku juga setuju. Semoga keluarga nona mau menerimaku."
__ADS_1
"Orang tuaku sangat baik, Nick. Mereka juga tak pernah memandang orang dari hartanya atau kedudukannya."
"Baiklah."
"Jadi kita sudah resmi pacaran nih?" tanya Elmira sambil menatap Nick mesra.
"Iya."
Keduanya tertawa bersama.
"Ini hadiah ulang tahun paling indah untukku, Nona. Mendapatkan cinta darimu."
"Berhentilah memanggil aku dengan sebutan, nona. Kita kan sekarang sudah resmi berpacaran."
"Baiklah, sayang."
Elmira terbelalak.
"Terdengar terlalu lebay kah?" tanya Nick.
"Aku suka."
Nick memeluk Elmira lalu mengecup dahi gadis itu dengan sangat lembut. "Aku pergi dulu ya?"
"Kamu akan meninggalkan aku sekarang? Kita kan baru saja jadian, Nick."
"Tapi aku...!"
"Temani aku, tidur. Aku yakin kalau kamu nggak akan ngapa-ngapain aku."
"Baiklah."
Nick menarik napas panjang. Ia bahagia sekaligus juga masih bingung dengan semua ini. Bagaimana jika nanti Elmira tak tahan dengan gunjingan orang karena ia berpacaran dengan bodyguard nya? Bagaimana bila hadir lelaki baik, tampan, Soleh dan juga kaya dan akhirnya bisa meluluhkan hati Elmira?
Nick membelai rambut Elmira. Ia masih belum percaya kalau artis papan atas ini sudah menjadi kekasihnya. Namun Nick berjanji akan menjaganya. Ia tak akan menyentuh Elmira melebihi batas yang ada. Ia akan membuktikan pada dunia bahwa dia lelaki baik yang pantas untuk mendampingi Elmira Adelia Furkan.
**********
Di kamar Yasmin dan Erdana, mereka masih saja ada di lantai dan saling berciuman. Sebagai pria yang berpengalaman, tentu saja Erdana tahu titik sensitif mana pada tubuh wanita yang akan membuat wanita kehilangan kontrol atas dirinya. Kini, Erdana melepaskan pertautan bibir mereka dan ciumannya turun ke leher Yasmin.
Satu tanda merah berhasil dibuat oleh Erdana di sana. Sampai akhirnya ia mencium wangi yang tak biasa ia cium. Ini bukan minyak wangi yang biasa Mentari pakai. Kesadaran Erdana perlahan kembali. Ia melepaskan tubuh Yasmin. Ia menatap Yasmin yang masih terbaring di lantai dengan tubuh yang nyaris polos.
"Maafkan aku.....! Maafkan aku....!" Erdana berdiri dan segera masuk ke kamar mandi. Ia membanting pintu kamar mandi dan segera mengguyur tubuhnya dengan air dari shower tanpa melepaskan pakaiannya. Erdana menyesali dirinya yang hampir lepas kontrol saat membayangkan diri Yasmin adalah Mentari.
Sementara itu, Yasmin perlahan bangun dari lantai. Ia menurunkan gaunnya yang sudah terangkat ke atas. Mengutuki dirinya yang begitu mudah terbuai dengan sentuhan Erdana. Yasmin menyadari ada sesuatu dalam dirinya yang terbakar. Ia memiliki gairah yang kuat saat bersama Erdana. Pada hal ia sangat membenci lelaki itu. Ia sangat sakit saat Erdana memperkosanya dulu. Kini lelaki itu dengan sangat mudah hampir mendapatkan Yasmin kembali.
Gadis itu menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup. Ia segera masuk ke dalam walk in closet dan mengganti gaunnya dengan piyama. Ia lalu melangkah ke dapur untuk membuatkan secangkir teh bagi dirinya. Ia kini merasa sangat bodoh membiarkan tubuhnya di jamah oleh Erdana.
Perlahan tangis Yasmin pecah. Ia berdiri di depan wastafel, mencuci wajahnya dan menggosok bibirnya. Ada satu bagian lagi yang ingin Yasmin bersihkan. Yaitu inti tubuhnya. Karena ia tahu bagian itu sudah di sentuh oleh Erdana. Bahkan Yasmin tadi bisa mencapai puncaknya untuk yang pertama kali hanya dengan sentuhan tangan Erdana di sana.
Bodoh...! Bodoh.....! Bodoh....! Dasar kau bodoh Yasmin. Yasmin memarahi dirinya sendiri. Ingin rasanya ia berteriak atas kebodohannya.
Terdengar pintu kamar mandi dibuka, Erdana terlihat keluar hanya menggunakan handuk yang membungkus tubuh bawahnya. Pria itu mandi pada hal ini sudah jam 3 lewat 20 menit pagi.
Yasmin memilih untuk ada di dapur dan mencoba menikmati tehnya.
Setelah itu Yasmin tak mendengar suara apa-apa lagi. Ia menengok ke arah kamar, nampak sudah gelap. Saat Yasmin kembali ke kamar, nampak Erdana sudah tidur di atas sofa. Yasmin pun naik ke atas tempat tidur. Ia mencoba memejamkan matanya walaupun rasanya sangat sulit.
__ADS_1
**********
Ponsel Yasmin terus berbunyi dan membuatnya akhirnya bangun walaupun kepalanya sedikit sakit. Seingat Yasmin, ia baru tidur saat jam sudah menunjukan pukul setengah lima pagi.
"Hallo....!" Sapa Yasmin tanpa melihat siapa yang meneleponnya.
"Yas, kamu masih di kamar ya? Kita kan janjian siang ini mau pergi ke pulau." terdengar suara Vita dari seberang sana.
"Memangnya ini sudah jam berapa?"
"Jam setengah satu siang, nona."
Yasmin terkejut. "Baiklah. Tapi aku mandi dulu ya?"
"Kami sudah menunggu di cafe depan hotel."
"Pesankan makan siang untukku, ya?"
"Ok."
Yasmin melempar selimutnya dan segera ke kamar mandi. Saat ia membuka pintunya, ia kembali terkejut karena kembali menemukan Erdana yang ternyata sementara mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Keduanya saling berpandangan dengan perasaan malu.
Yasmin bergegas keluar dari kamar mandi. Ia menepuk kepalanya sendiri. Ini yang ketiga kalinya ia masuk kamar mandi tanpa mengetuk dulu. Salah Erdana juga yang masuk kamar mandi tanpa mengunci pintunya.
Tak lama kemudian Erdana keluar menggunakan jubah handuk. Yasmin pun masuk ke kamar mandi dan segera mandi dengan cepat karena teman-temannya sudah menunggunya.
Saat ia keluar dari kamar mandi, Erdana sepertinya tak ada. Ia pun segera Menganti pakaiannya dengan cepat. Tepat di saat itu Erdana masuk dari arah balkon. Sepertinya ia baru saja menerima telepon.
Mereka berdua saling berpandangan. Yasmin dengan cepat memalingkan wajahnya dan berpura-pura mengoles bedak di pipinya. Saat itulah Yasmin melihat ada tanda merah di lehernya. Ia segera menutupinya dengan foundation. Untung saja ia memakai kemeja, kalau tidak, tanda merah itu bisa terlihat dengan jelas.
Erdana duduk di atas sofa sambil mengenakan sepatu kerasnya. Sepertinya ia juga mau pergi.
"Aku mau pergi dengan teman-temanku." Kata Yasmin sambil memasukan semua barang bawaannya ke dalam tas punggungnya.
"Pergilah...! Tak ada acara apapun hari ini dan besok. Kita akan kembali ke Jakarta besok siang."
Yasmin segera melangkah namun belum sampai di depan pintu, Erdana memanggilnya.
"Yasmin.....!"
"Ada apa?" tanya Yasmin tanpa menoleh.
"Maaf untuk yang semalam. Aku telah salah menyentuhmu seperti itu."
Yasmin hanya mengangguk tanpa menoleh. Ia langsung keluar kamar tanpa bicara apapun.
Sesampai di luar kamar Yasmin bernapas lega. Ia sungguh tak berani menatap Erdana. Ia ingat bagaimana semalam ia mencapai puncak pertamanya hanya dengan sentuhan Erdana di...
Yasmin menepuk kepalnya sendiri. Ia berusaha melupakan hal itu. Ia ingin bersenang-senang dengan teman-temannya.
Sementara itu di lobby, Andre nampak sangat bersemangat. Ia sudah punya rencana malam ini untuk memenangkan hati Yasmin kembali.
************
Hai semua....
semoga suka dengan part ini ya??
__ADS_1
Jangan lupa dukung emak terus guys