Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
flashback


__ADS_3

💙💙💙💙💙💙💙💙💙


Flashback on


Dion berjalan sambil merangkul tubuh kirana setelah memberikan pelajaran pada berliana dan tante nya,dion membawa kirana masuk ke dalam mobilnya yang sudah ada supir nya jadi dia duduk dibelakang bersama kirana.


Kirana merasa tubuhnya sangat lah lengket karena dia sudah menyiram sirup yang berwarna merah ke tubuh juga baju nya,dia ingin membuka baju nya didalam mobil dan itu terlihat oleh dion


"kau mau apa hah?" tanya dion menatap kirana yang sudah membuka dua kancing baju depannya juga didepan supir pribadinya


"aku mau buka baju....ini sangat lengket"jawab kirana yang terus membuka kancing baju nya membuat dion menarik tangan kirana, dion tidak ingin kulit mulus istrinya dilihat oleh orang lain.


"kenapa sih?ini sangat lengket...."bentak kirana kesal karena dion menghalanginya membuka baju nya


"ada orang lain disini....aku ngak mau tubuh mu dilihat orang " jawab dion yang tau kalau kirana marah


"aku pake tank top sayang....juga celana hot pants " ucap kirana lembut karena dia tau kekhawatiran dion


"tetap ngak boleh....kita akan buka dirumah saja skalian kamu mandi,nanti aku yang mandiin" jawab dion membantu membersihkan wajah kirana dengan tissue basah yang ada didalam mobil


"huuufff...." Kirana menghela nafasnya,mau tak mau dia harus menuruti perkataan dion.


Sesampainya dirumah,kirana keluar lebih dulu dengan cepat. Dia ingin langsung masuk kedalam kamar nya tapi tak lama dari belakang dion langsung menggendong tubuh kirana ,kirana secara refleks mengalung kan tangannya dileher dion. Dia tersenyum melihat dion yang jalan begitu cepat,kemudian dia mengecup bibir dion saat mereka sudah sampai didalam kamar mandi kamar nya

__ADS_1


"terima kasih sayang...."ucap kirana dan kini turun dari gendongan dion


Kirana ingin mengisi bathup mandi,tapi tangan dion lebih dulu menghidupkan kran air hangat disana dan menuangkan sabun aroma terapi. Dion berjalan menghampiri kirana yang sudah membuka baju nya dan hanya memakai tank top juga hot pants nya,dia membantu kirana untuk membuka tank top nya membuat kirana terkejut


"apa yang kau lakukan?aku bisa sendiri,keluar lah....aku ingin berendam " ucap kirana menepis tangan dion


"aku juga ingin mandi sayang,aku akan menemani mu" jawab dion sambil mengelus perut kirana yang sudah membesar


"iiissshh....kau ini,kita kan harus pergi ke pesta pernikahan teman mu itu sih....apa kau lupa?jadi cepat lah...." ucap kirana yang tau maksud dan tujuan dion


Dion tersenyum saja saat kirana sudah masuk kedalam bathup,dia pun membuka kemeja juga celana panjang nya. Dia ikut masuk kedalam bathup dimana kirana sudah berendam dengan tubuh polosnya,kirana membulatkan matanya menatap ke arah dion yang tidak mendengarkan ucapannya


Kirana tidak bisa berkata-kata lagi,dia hanya memejamkan matanya. Tubuh nya terasa sangat lelah ,dia ingin menenangkan hati dan membuat tubuhnya rileks.


"maafkan aku....semua karena aku,aku hampir membuat kita kehilangan dia" bisik dion pelan dengan tangannya mengelus perut kirana yang membesar


"ini yang ku takuti,makanya dari awal aku tidak ingin menikah....aku tidak ingin orang yang aku cintai dan sayangi disakiti oleh musuh ku,aku juga tidak bisa selalu berada disamping nya untuk melindunginya....maafkan aku"ucap dion sambil terus memeluk kirana dengan lembut


Kirana tersenyum mendengar ucapan Dion,dia menangkup wajah dion dengan kedua tangannya dan menatap matanya dengan tajam. Mata dion terlihat sendu,dia benar-benar tidak menyangka jika saja kirana tidak memiliki ilmu bela diri pastinya dia akan kehilangan kirana juga anak mereka.


"jadi....kau menyesal telah menikahi ku?"tanya kirana dengan tatapan tajam nya


Dion menggelengkan kepalanya,dia melihat kemarahan dimata kirana. Dion mengecup bibir kirana sekilas,dia benar-benar tidak menyangka kalau kirana berpikiran seperti itu.

__ADS_1


"aku tidak menyesal,malah aku merasa beruntung mendapatkan istri seperti mu....aku sangat berterima kasih pada ibu yang sudah membuat mu menjadi istri ku...." jelas dion lembut


"semua nya sudah menjadi takdir kita,kita hanya perlu menjalani nya saja...karena pertemuan,jodoh,rejeki,maut sudah di atur oleh tuhan jadi kita hanya bisa menjalani nya saja..." jawab kirana


"seandainya....aku meninggal dalam keadaan dibunuh oleh musuh mu,itu memang sudah menjadi takdir ku....kau jangan merasa bersalah" ucap kirana sambil membelah rambut dion dengan lembut karena saat ini wajah dion berada di belahan dada kirana,dion hanya menganggukan kepalanya saja


Sementara ditempat lain,akmal sudah mandi terlebih dahulu sedangkan Rara masih menerima telpon dari seseorang. Dokter luna merupakan salah satu dokter yang pernah menolong neneknya ,dia mendapat kan undangan langsung dari luna. Rara yang sudah melepaskan dress nya dan hanya memakai dalaman yang senada membuat akmal merasakan hasrat kelakiannya bangkit,apalagi saat ini Rara sedang berbaring ditempat tidur dengan posisi membelakangi nya


Akmal mendekatinya dengan perlahan dan membelai daerah kewanitaan milik Rara dari belakang,membuat Rara terkejut tapi dia menyukainya saat akmal meremas bokongnya dan sesekali menggesek-gesekan jarinya disana.


"hhmmm..ahah" de*sah Rara dengan pelan dan berusaha menutup bibirnya karena Rara masih menerima telponnya


Kali ini akmal membalikan tubuh Rara menghadap ke arahnya,akmal membuka kedua kaki Rara dengan perlahan kemudian menyibakan underware miliknya hingga memperlihatkan lubang sensitif milik Rara. Lidah akmal bermain disana dan diikuti erangan dari Rara,Rara masih menahannya apalagi akmal sudah membuka handuk yang melilit di pinggangnya.


Rara membelalakan mata nya menatap benda tumpul milik akmal yang sudah on,akmal ingin memasukan nya kedalam milik Rara yang sudah basah tapi Rara menutupi miliknya dengan sebelah tangannya karena salah satu tangannya masih memegang ponselnya. Akmal menatap Rara dengan tatapan memohon agar diijinkan untuk masuk tapi Rara bangkit dan meletakan ponselnya yang sudah dimatikan terlebih dahulu, Rara me*ngu*lum benda tumpul milik akmal dan memasukkannya kedalam mulutnya hingga tidak terlihat.


"aaahh..."akmal mengeluarkan de*sa*hannya dengan pelan sambil terus mengamati wajah Rara dengan lembut.


Rara melepaskan milik akmal dan mendorong tubuh akmal agar berbaring,dia menaiki tubuh akmal dan mulai memasukannya. Rara bergerak seirama dan memacu nya dengan cepat hingga dia berteriak mengeluarkan suara nya yang terlihat seksi. Mereka melakukan nya dengan lembut dan berkali-kali, membuat rara kelelahan


flashback off....


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih 😘😘😘😘


__ADS_2