Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
pak hartono-bu raya


__ADS_3

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Pak hartono menarik tubuh bu raya dan membawanya kedalam pelukannya,bu raya membalas pelukan pak hartono hingga tangannya merasakan basah dibagian punggung pak hartono. Bu raya melihat telapak tangannya yang sudah penuh dengan darah,dia baru ingat jika pak hartono terkena sayatan di daerah punggungnya


Bu raya melepaskan pelukannya,dia berdiri dan menarik tangan pak hartono menuju ke kamar nya. Pak hartono hanya mengikuti langkah kaki bu raya dengan tangannya yang masih di genggam oleh bu raya,dia terkejut karena abu raya mengajaknya kedalam kamarnya.


"kemejanya dibuka pak" ucap bu raya sambil berjalan ke arah kamar mandi dan masuk kedalam nya


Pak hartono tersenyum,dia merasa jika bu raya ingin bercinta dengannya. Dia sudah sangat senang sekali,dia membuka kemejanya juga membuka celananya dan hanya menyìsakan boxer miliknya saja.


Bu raya keluar dari dalam kamar mandi membawa handuk kecil juga air hangat didalam baskom,dia terkejut melihat pak hartono yang sudah membuka celana nya juga. Dengan wajah memerah dia berjalan mendekati pak hartono yang sudah senyum-senyum sendiri di sofa kamarnya,bu raya sudah duduk di sebelahnya


"pak....kenapa anda membuka celana ?saya hanya bilang kemeja anda " ucap bu raya lembut


"hah?" tanya pak hartono bingung dengan ucapan bu raya

__ADS_1


"saya hanya ingin mengobati luka sayatan anda yang dipunggung,bukan ingin bercinta dengan anda" jawab bu raya sambil menahan tawa nya


Wajah pak hartono sudah memerah karena malu,dia salah sangka. Dia pikir kalau bu raya ingin melakukannya dengan nya,dia berdiri dan ingin mengambil celananya yang diletakan disandaran sofa. Tapi tangan bu raya menahannya,dia menatap mata bu raya dengan tatapan yang berbeda.


"nanti saja....sekarang biar saya obati dulu lukanya" ucap bu raya yang mengambil air hangat dan membersihkan sisa-sisa darah yang berada di pinggiran luka itu.


Pak hartono kembali duduk,dia menatap sekeliling kamar bu raya. Disana ada terpajang foto pernikahan bu raya dengan suami nya,dia menatap ke arah bu raya dengan lembut


"dimana opa nya nadia"tanya pak hartono penasaran


"maaf,saya tidak bermaksud...."jawab pak hartono dan langsung dipotong oleh bu raya


"tidak apa-apa pak,hhmm....lukanya sudah saya obati" ucap bu raya yang sudah ingin berdiri dan tangannya ditarik oleh pak hartono hingga bu raya jatuh dipangkuannya.


"hhmm....maaf kan saya bu raya,tapi apa anda tidak ingin menikah lagi?"ucap pak hartono yang sudah mendekap tubuh bu raya diatas pangkuannya.

__ADS_1


"saya belum terpikir ke sana,masih banyak yang saya khawatirkan" jawab bu raya yang berusaha lepas dari pelukan pak hartono


"khawatir?apa ini mengenai nadia?"tanya pak hartono seperti tau ke khawatiran bu raya


"itu salah satu nya,saya ngak mau meninggalkan nadia atau pun membuat nadia kehilangan kasih sayang. " jawab bu raya yang berusaha melepaskan tangan pak hartono dari pinggangnya


"bisakah bapak lepaskan tangan anda dari saya?"tanya bu raya yang saat ini menatap ke arah pak hartono


"maafkan saya,tapi jika kelakian saya bangkit karena menyentuh tubuh anda. Padahal selama ini banyak wanita yang ingin saya sentuh tapi benda ini tidak mau berdiri dengan benar seperti saat ini,saya rasa anda mengerti " ucap pak hartono dengan tenang tanpa malu


Bu raya memang dari tadi sudah merasakan benda tumpul milik pak hartono berdiri dengan tegak,sehingga mengganjal di belahan pan*tat nya membuatnya merasa risih dan ingin segera turun dari pangkuan pak hartono


bersambung


Jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2