
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Dikantor akmal,papa Rara masih duduk diruangan sekretaris akmal. Bu raya sudah menerima makanan yang dibawakan oleh asistennya papa Rara,dia memakannya dengan perlahan-lahan karena papa Rara masih ada didalam ruangannya
"pak hartono....apa anda tidak pergi?"tanya bu raya setelah menyelesaikan makannya
"hhmm....aku masih ingin disini,kepala ku masih sedikit pusing" jawab papa Rara sambil merebahkan tubuhnya di sofa diruangan bu raya.
Bu raya menyelesaikan semua pekerjaannya,sesekali dia melihat ke arah papa Rara yang memejamkan matanya di sofa sampingnya. Bu raya merasa kasihan dengan papa Rara karena dia mendengar semua ucapan nya dengan akmal tadi,saat dia ingin masuk kedalam ruangan akmal karena mendengar pembicaraan itu makanya dia mengurungkan niat nya.
Saat ini papa Rara hanya memiliki toko kecil dan sebuah rumah kecil di dekat makam istri nya,dia menyerah kan semua aset besar keluarga nya pada Rara karena hanya Rara yang berhak memilikinya. Saat ini toko kecil milik papa Rara diserahkan pada orang suruhannya yang selalu membersihkan makam juga rumah kecil miliknya,memang menurutnya rumah itu kecil tapi tidak bagi sebagian orang. Rumah itu cukup besar walaupun tidak sebesar rumah utama milik papa Rara.
__ADS_1
kriiing....kriiing....
Ponsel bu raya berbunyi,dia segera mengangkatnya takut jika papa Rara akan terbangun mendengar dering ponselnya. Bu raya melihat layar ponselnya yang ternyata cucu nya yang melakukan panggilan video
"iya sayang..."jawab bu raya menatap ke arah layar ponselnya yang sudah terlihat wajah cantik cucu nya.
"oma....apakah oma masih lama?karena nadia sudah ada didepan perusahaan tempat oma bekerja"ucap nadia yang merupakan cucu perempuan bu raya yang usianya sudah sepuluh tahun itu
Bu raya lupa jika dia memiliki janji pada nadia untuk membawanya ke mall,dia ingin membeli buku juga perlengkapan sekolah cucu nya itu. Bu raya juga sudah meminta ijin pulang cepat agar bisa menemani cucu nya belanja,dia sudah berjanji pada nadia jika nadia mendapatkan juara kelas maka dia akan membelikan apa pun yang diminta oleh nadia
"hhmmm...oma,siapa yang tidur di sofa belakang " tanya nadia saat melihat papa Rara yang tertidur di belakang oma nya
__ADS_1
Bu raya menatap ke arah belakangnya,dia tidak menyangka jika nadia bisa melihat pak hartono. Bu raya tersenyum dan menatap kembali ke arah cucu nya yang masih penasaran
"beliau rekan bisnis pak akmal,kamu sudah makan sayang?" jawab Bu raya dan mengalihkan perhatian nadia
"sudah oma....ooh,nadia kirain pacar nya oma...hi..hi..." jawab nadia sambil menutup mulutnya menahan tawa
"iiish....kamu ini masih kecil kok sudah mikirin pacaran sih,siapa yang ngajarin hah?" tanya bu raya menatap tajam pada cucu nya itu
"ha...ha...ngak ada yang ngajarin oma,hanya saja oma nya saskia sudah punya pacar malah kata saskia oma nya akan menikah minggu ini....jadi nadia pikir oma juga punya pacar,kan ngak apa-apa jika oma punya pacar jadi ada yang jagain kita oma dari preman didepan itu lho oma...yang suka minta in uang oma ,nadia ngak suka" jelas nadia panjang lebar
Memang anak-anak muda didepan gang tempat kontrakan bu raya dan cucu nya tinggal selalu meminta uang pada setiap orang yang tinggal disana, dengan alasan uang keamanan tapi hampir setiap hari mereka meminta uang pada mereka jika tidak ada maka mereka akan dipukul atau dipegang bagian tubuhnya
__ADS_1
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih😘😘😘😘