Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
resepsi


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Ryan sudah berada di depan toko roti milik dini,mama ryan juga sudah pergi dari sana. Ryan berjalan masuk kedalam toko kecil itu,dia melihat roti-roti yang dijual disana.


Ryan melihat banyak pembeli yang sedang memilih roti-roti, terlihat dini yang sudah kelelahan tapi tetap tersenyum melayani pembeli. Sedangkan tadi dini menyuruh bibik membeli bahan-bahan untuk roti dan kue yang sudah habis,pada saat itu toko masih sepi makanya dini menyuruh bibik yang berbelanja perlengkapan dapur.


Melihat dini sudah terduduk sambil mengelus perutnya yang terlihat sedikit besar,wajah nya juga sudah dipenuhi keringat. Ryan melihat seornag wanita bertanya mengenai salah satu kue untuk ulang tahun,dia mendekati pembeli itu dan menawarkan kue ulang tahun yang ada di etalase kue yang berada didekatnya.


Ryan ikut membantu melayani pembeli dengan baik,dia mencoba bersikap ramah dan tersenyum dengan manis nya membuat semua pembeli akhirnya membeli kue juga roti yang banyak.

__ADS_1


"waaah.....suami mbak bukannya tampan saja,tapi baik dan ramah ya mbak. Beruntung sekali mbak nya dapet suami seperti itu,saya juga mau lho yang seperti itu mbak" ucap salah satu pembeli disana,membuat dini bingung


Tubuhnya sudah sangat lelah,dia menyesal menyuruh bibik untuk pergi berbelanja. Jika bibik ada disana mungkin dia akan bisa beristirahat sebentar ,kini dia hanya bisa duduk diam saja karena kaki nya sedikit pegal jika terus berdiri


"suami...." batin dini bingung,tapi dia berusaha untuk tetap tersenyum walaupun tubuh nya benar-benar sangat lelah


"kau istirahat lah,biar aku yang melayani pembeli nya " ucap ryan yang kini mengangkat tubuh dini dan memindahkannya ke sofa panjang yang berada dibelakang meja kasir. Bibik dan dini memang sengaja meletakan nya disana,agar saat bibik atau dini lelah dan tidak ada pembeli maka mereka bisa merebahkan tubuh mereka disana.


Dini hanya diam saja saat ryan mengangkat tubuhnya,karena memang dia sangat lelah sekali. Setelah dia meletakan dini di sofa,dia mulai menggulung kemeja nya dibagian tangannya. Kemudian mulai melayani pembeli yang ingin membayar,ada juga yang meminta mengambilkan kue dan roti lainnya. Dia melayani nya sambil terus tersenyum hingga akhirnya semua orang sudah pergi,ryan memberikan harga sesuai yang ada di bandrol nya karena dini dan bibik menuliskan harga-harga kue disana

__ADS_1


Ryan merasa lelah,ternyata begini rasanya melayani pembeli. Ada rasa senang tersendiri dari pada pekerjaan nya dikantor yang hanya duduk dan memeriksa berkas-berkas,disini dia seperti berolahraga. Lari kesana kesini untuk mengambil pesanan yang diingin kan oleh pembeli.


Matanya menatap ke arah dini yang sudah terlelap,dia mendekatkan dirinya dengan dini yang masih tertidur. Ryan berjongkok dibawah sofa sambil menatap wajah dini yang terlihat cantik saat tidur,matanya beralih ke perut dini yang sedikit membesar.


"katanya sudah lima bulan,tapi kok masih terlihat kecil sih?"gumam ryan sambil mengelus perut dini dengan lembut


bersambung


Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2