Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
pengakuan lusi


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Lusi mengecup bibir markus,kemudian dia menatap markus sambil tertawa. Markus hanya memperhatikan ekspresi yang diberikan oleh lusi,sebenarnya dia tidak ingin berhubungan dengan wanita karena menurutnya keluarga wanita itu akan menilai dirinya dengan buruk. Seornag mafia dan hanya berasal dari panti asuhan saja,bahkan saat diadopsi sewaktu kecil dulu oleh keluarga angkatnya . Mereka mendapatkan kecelakaan dan keluarga angkatnya menuduhnya sebagai anak pembawa sial,sejak saat itu markus tidak ingin berurusan dengan wanita


Setelah bertemu dengan lusi dan melakukannya ,membuat markus terus terbayang wajah juga tubuh lusi. Memang dia tidak pernah berhubungan dengan wanita makanya wajah lusi selalu terbayang,apalagi dua mengetahui kalau lusi sedang hamil. Dia langsung menyuruh orang untuk mencari tau mengenai semua yang berurusan dengan lusi,hanya dalam hitungan jam semuanya sudah bisa didapatkan oleh markus


Awalnya markus tidak tau harus bagaimana ,tapi setelah mengetahui kalau keluarga lusi mengusir lusi karena anak nya yang berada di dalam rahim lusi membuat markus semakin bersalah.


"aku ayah anak mu,jangan coba menyangkalnya....maafkan aku,karena anak ini kau diusir dari rumah mu juga keluarga mu." ucap markus yang kini memeluk tubuh lusi,lusi terkejut mendengarnya. Karena tidak ada seorang pun yang tau kalau dia diusir dari rumah nya dan keluarga nya.

__ADS_1


"kau tau dari mana?"tanya lusi yang kini melepaskan pelukannya dari tubuh markus,dia menatap markus dengan tajam


Markus tidak menjawab,dia meraih tubuh lusi dan membawanya kedalam pelukannya kemudian dia menggendong tubuh lusi dengan pelan dia berjalan ke arah kamar nya. Lusi menatap wajah markus dari dekat sambil mengelus pipi markus dengan jari-jari indah nya,sesekali dia mengecup pipi itu


"kamu tau dari mana?"bisik lusi,saat ini dia sudah memeluk markus diatas ranjang milik markus.


Tempat tidur yang begitu besar,lemari yang langsung menyatu di dinding kamar sehingga ruangan kamar itu terlihat besar. Lusi memainkan jari nya didada bidang milik markus,dia masih penasaran dengan sosok markus.


Lusi sadar,dia tidak akan bisa lari lagi dari markus. Markus pasti sudah menyelidiki semuanya,dia hanya bisa pasrah saja menerima semuanya tapi jika markus ingin meninggalkannya ...itu juga tidak masalah buat lusi,karena memang saat ini yang dia diandalkan nya hanya bayi dalam kandungannya saja.

__ADS_1


"huuufff....aku harus mulai dari mana? aku bingung "ucap lusi akhirnya


"biasanya aku meminum obat anti hamil dulu sebelum melakukannya tapi saat aku datang ke apartemen bima,aku tidak meminum obat itu karena beberapa kali aku ingin membuat bima bercinta dengan ku tapi beberapa kali juga dia menolak ku dan kau pasti tau setelah nya. "jelas lusi


"aku salah karena harus melihat bima dan istri nya bercinta,membuat aku juga ingin bercinta. Aku membuat mu terjebak dalam diriku,dia...dia memang anak mu" ucap lusi sambil mengelus perutnya


"hhmm....aku tidak apa-apa jika kau ingin tau,aku akan membesarkan anak ini . Aku tau kalau kau pasti tidak bisa menerimanya,anggap saja kau tidak pernah mendengar ucapan ku..." ucap lusi lagi sambil mengelus perutnya


"ibu disini nak....jangan takut dan tetap sehat ya" batin lusi

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih😘😘😘😘😘


__ADS_2