
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Arman menatap kedua putrinya, dia melihat mata kedua putri nya seolah tidak percaya pada ucapannya. Mereka takut jika papa mereka menyakiti ratih,karena mereka lebih sayang dan dekat dengan ratih.
"huuufff.....sayang,kalian dengar kan ucapan papa?kalian ingin tante ratih jadi mama kalian kan?jadi kalian harus mendengar ucapan papa,mengerti kan?" ucap arman mencoba meyakinkan kedua putrinya,karena dia juga tidak ingin ratih pergi dari mereka
Tadi nya arman merasa dirinya hanya menjadikan ratih sebagai pelampiasan hasratnya karena dirinya yang sudah lama tidak mendapat kan sentuhan wanita,walaupun hanya sekedar cemal-cemol saja tapi lama kelamaan dia menjadi candu dengan tubuh ratih. Dia juga merasa nyaman melihat sifat keibuan ratih pada anak-anaknya juga dalam mengurus segala keperluannya dirumah,dia merasa tidak dapat hidup tanpa ratih. Mungkin dia sudah menyukai ratih,begitu lah yang dipikirkannya saat ini
Ratih masih menangis dan menggedor-gedor pintu kamar arman,hingga tangannya memerah dan terasa sedikit sakit. Dia mundur dan duduk dilantai,siapa tau nantinya arman kembali dna membukakan pintunya
Hati ratih masih bertanya-tanya,mengapa arman mengunci nya didalam kamar. Sebenarnya ada apa? Apa dia melakukan kesalahan?atau karena dia mengatakan ingin berhenti bekerja dari sini?Begitu banyak pertanyaan di kepalanya,dia merasa bingung saat ini.
Cukup lama arman diluar,dia membuatkan susu untuk kedua putrinya. Biasanya yang membiarkannya adalah ratih,tapi kali ini dia yang buat sendiri karena malam ini dia ingin membuat ratih menjadi istrinya. Dia juga membuat jus untuk merek berdua,dia memasukan obat penyubur kandungan kedalam jus buatannya yang akan diberikannya pada ratih.
Tok....tok...tok...
__ADS_1
Tak akan pintu pun diketuk dari luar,arman membuka pintu apartemennya dan melihat surti juga bima sudah berdiri didepan pintu. Arman terkejut dan mengernyitkan dahinya,dia bingung karena bima merangkul surti yang tadinya surti mengaku sebagai pembantunya bima
"pak duda....apa mbak ratih ada?"tanya surti
"pak duda?"tanya arman bingung,karena selama ini surti jarang memanggil namanya juga berbicara pada nya
"oh maaf....apa mbak ratih ada?"tanya surti yang sadar kalau dia keceplosan
"ratih sudah tidur,ada apa ya?"jawab arman
"oya....apa kalian tidak makan malam lebih dulu ?ini waktunya makan malam kan?"tanya surti mulai curiga dengan jawaban arman
"tante....kenapa kesini?"tanya salah satu anak kembar itu
"tante pengen ketemu sama mama ratih,dimana mama ratih?" jawab surti dan menatap si kembar secara bergantian
__ADS_1
"mama dikamar papa,kata papa kalau papa mau merayu mama ratih agar mau menikah dnegan papa dan jadi mama kami" jelas si kembar,membuat surti menatap tajam pada arman. Bima masih mendengarkan saja,dia masih menyimak pembicaraan semua nya
"eekkhm....sebaiknya kalian masuk dulu,aku bisa jelaskan" ucap arman yang mengerti tatapan surti
"dan kalian....masuk ke dalam kamar dulu,nanti papa antarkan susu kalian ke kamar" ucap arman menatap kedua putri nya
Bima mendorong tubuh surti dari belakang untuk masuk,karena dia juga penasaran dengan pembicaraan si kembar tadi. Dia juga ingin tau penjelasan apa yang akan disampaikan oleh arman
Surti duduk bersebelahan dengan bima,bima terus merangkul surti karena dia ingin arman tau kalau surti wanita nya. Sedangkan arman berjalan ke dapur,dia membawa nampan berisi dua gelas susu yang masih hangat
"sebentar,aku antar kan susu ini dulu pada si kembar" ucap arman berjalan melewati surti dan bima
tok...tok...tok...
Tak lama makanan pesanan arman datang,surti yang membukakan pintunya. Surti mengambil makanan yang di antar kan,karena sudah dibayar melalui transfer maka surti langsung masuk dan menyiapkan makanan itu didapur. Dia sudah mengenal dapur apartemen arman karena dia sering kesini,bima mengikutinya dan melihat surti yang sudah terbiasa disana
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya....makasih😘😘😘😘😘