Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
######


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"aku masak dulu" ucap surti yang merasa malu di cium begitu saja oleh bima didepan mama mertuanya


"biar mama saja yang masak dengan pembantu,kamu temenin suami mu saja disini" jawab mama surti lembut


"kita masak sama-sama ya ma..." ucap surti,dia merasa tidak enak dengan mama nya bima


"udah kamu disini aja temani aku,biar mama yang masak. Masakan mama enak kok" ucap bima sambil merebahkan tubuhnya diatas sofa dan meletakan kepalanya di atas pangkuan surti


Mama bima hanya tersenyum,dia senang melihat bima yang sudah berubah dan kembali seperti dulu lagi. Bagi nya,surti adalah keberuntungan buat keluarganya.


"sayang....aku ngak enak sama mama,kamu ini manja banget sih....entar malem aku ngak mau kasih jatah sama kamu" ucap surti cemberut


"oke....biar aku aja kasih jatah kamu,kamu tinggal tenang dan menikmatinya saja" jawab bima membuat mata surti melotot

__ADS_1


Surti merasa bingung melihat bima yang semakin manja,padahal sewaktu pertama bertemu dulu bima sangat dingin dan terkesan sombong juga angkuh.


"kamu kok berubah sih?perasaan dulu kamu dingin dan angkuh"ucap surti masih dengan cemberut


"oya?masak sih?sepertinya aku biasa aja kok" jawab bima yang kini menelusupkan wajahnya diperut surti yang masih rata,dia menyibakan kaos yang dipakai surti. Dia menciumi perut surti bertubi-tubi membuat surti tertawa pelan,dia merasa geli. Dia tidak ingin mama mertuanya mendengar dirinya tertawa karena ulah anak nya yang konyol


"sayang....ih,jangan gini dong" ucap surti kesal ,dia mendorong wajah bima tapi bima malah membenamkan wajahnya diperut surti dan mengeratkan tangannya di belakang pinggang surti


Surti mengelus pucuk kepala bima sambil menatap wajah tampan suami nya itu yang kini terpejam,dia tidak menyangka jika suaminya itu akan semanja ini pada nya.


Surti langsung teringat dengan ratih,dari pada dia ditempelin suami nya ini yang membuat dirinya merasa malu jika mama bima datang maka dia akan malu.


"huuufff...."ratih menghembuskan nafasnya,dia bingung harus bagaimana.


Ratih memilih keluar dari kamar nya dan pergi ke dapur,dia ingin memasak makan malam karena sebentar lagi memang waktu nya makan malam.

__ADS_1


Saat sibuk menyiapkan bahan masakan,tangan seseornag sudah memeluknya dari belakang. Ratih sudah tau tangan siapa itu,dia memejamkan matanya. Dia tau maksud dari pelukan pak duda


"tuan....tolong singkirkan tangan anda, saya tidak ingin anak-anak melihat kebejatan papa nya" ucap ratih pelan


"kamu sudah berani bicara seperti itu pada saya ya...apa kamu ngak takut sama saya?" ucap pak duda dengan nada ancamannya


"saya ngak takut,saya ingin berhenti dari sini. Besok setelah saya menerima gaji,maka saya akan berhenti dari sini" jelas ratih sambil berusaha melepaskan tangan pak duda dari perutnya.


"kamu pikir bisa lepas begitu saja dari saya?tidak semudah itu ratih" bentak pak duda dan langsung membalikan tubuh ratih menghadap ke arah nya,dia mengangkat tubuh ratih di punggungnya kemudian dia membawanya ke dalam kamarnya


"apa yang ingin anda lakukan tuan?"teriak ratih yang kini sudah memberontak digendongan pak duda


"tuan arman....tolong hentikan,anda menyakiti saya" teriak ratih lagi,tapi pak duda malah menghempaskan tubuh ratih diatas tempat tidur. Kemudian dia berjalan ke arah pintu dan keluar,dia mengunci pintu kamar nya dari luar. Ratih berlari ke arah pintu dan menggedor pintu dengan keras sambil berteriak minta dibukakan pintu nya.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya....makasih😘😘😘😘


maaf ya baru bisa up date yang ini, satu rumah lagi pada sakit ni. Jadi sebagai emak,gimana pun sakit nya tetap ngurusin rumah dan anak yang sakit ya kan....Semoga sahabat² ku sehat semuanya ya...amiiin


__ADS_2