
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Akmal mulai mendengarkan penjelasan mengenai semua yang dilihatnya dan juga apa yang dikatakan Rara pada keluarganya,Rara yang sangat mencintai suami nya tapi suaminya yang tidak mempercayainya membuat hatinya sangat sakit. Bahkan Rara menginginkan untuk membesarkan anaknya sendiri,hal itu membuat akmal meneteskan air mata dan terkejut
"maaf....maafkan aku,ini semua karena ucapan mereka yang tidak bertanggung jawab tapi aku sudah membereskan mereka" gumam akmal dan itu didengar oleh pak karno
Pak karno juga melihat air mata akmal dan tak lupa dia mengabadikannya, pak karno menelpon anak nya dan menunjukan wajah akmal yang menangis . Rara menatapnya dan ikut menangis melihatnya
"maaf tuan,nona Rara seperti nya tidak ingin bertemu dengan anda. Jadi tolong jangan mengganggu nya dulu untuk sementara waktu,agar kandungannya bisa baik-baik saja" jelas pak karno
"tapi pak....saya benar-benar kehilangan Rara,saya ingin memeluknya dan merindukan nya. " ucap akmal masih dengan tangis nya
"benarkah?kau pasti bohong,kau tidak percaya pada ku dan aku katakan sekali lagi kalau anak ini bukan anak mu. Carilah kebahagiaan mu akmal,aku tidak apa-apa. Aku disini baik-baik saja" ucap Rara membuat akmal membulatkan matanya,dia menatap ponsel pak karno yang terhubung dengan Rara
__ADS_1
Nomor ponsel Rara sudah tidak aktif lagi,makanya akmal tidak bisa menghubunginya selama seminggu ini. Dia benar benar merasa frustasi sekali dan hampir gila karena memikirkan Rara
"dia anakku ra....anak ku,tolong jangan pisahkan kami...aku mohon" jawab akmal masih dengan air matanya yang jatuh di pipinya tapi kali ini lebih deras dari yang tadi
"jangan seperti ini akmal,dia bukan anak mu. Tolong jangan buat aku merasa bersalah" ucap Rara
"sayang...maafkan aku,aku mohon...Ijin kan aku menjemputmu,ku mohon" ucap akmal memelas,dia sudah sangat rapuh sekali karena tidak ada Rara didekatnya.
"tolong sayang....aku salah,ku mohon...jangan buat aku seperti ini" ucap akmal sambil terus menangis
"baiklah....jika kau memaksa,kau boleh kesini. Jemput aku,aku mau malam ini kau sudah ada disini jika kau tidak datang maka aku tidak akan menemui mu dan menerima mu lagi " ucap rara dan langsung mematikan ponselnya.
Pak karno mengelus punggung akmal yang masih menangis,dia berusaha menenangkan akmal. Dia tau kalau Rara masih mencintai akmal,begitu juga dengan akmal. Tapi sifat egois keduanya membuat mereka terpisah,pak karno sering melihat Rara yang melamun. Dia tidak ingin terjadi hal buruk pada bayi Rara,karena Rara sudah banyak membantu keluarganya apalagi uang perawatan anaknya semua di tanggung oleh Rara
__ADS_1
"saya yakin kalau nona Rara sangat mencintai anda tuan,tapi dia malu untuk mengakuinya....dia sering terlihat melamun jika di kampung ,pasti dia juga memikirkan anda tuan " jelas pak karno membuat akmal semangat
"pak tolong antarkan saya ke kampung anda...saya ingin menjemput istri saya," ucap akmal sambil menyentuh tangan pak karno
"saya lelah,anda pasti tau kalau saya baru saja sampai tuan..."jawab pak karno
"aku tau pak,anda hanya perlu duduk manis saja. Biarkan semua nya di atur oleh anggota saya pak" jelas akmal
Akmal tersenyum,dia mengambil ponselnya dan menelpon anggotanya yang ternyata masih stand by didepan rumah pak karno. Pak karno dna akmal pun keluar dan menuju kampung halaman pak karno dimana Rara berada
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih😘😘😘😘😘😘
__ADS_1