Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
@@@@


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Pagi nya,matahari terasa begitu terik nya,dini sudah bangun lebih dulu. Dia melihat wajah ryan yang masih terlelap disampingnya,dini menatap tubuhnya yang hanya menggunakan underware berwarna hitam itu. Dia melihat cairan bekas percintaan mereka semalam,memang ryan tidak membuka underware miliknya dan hanya menyibakan nya saja.


Dini memilih untuk bangun karena hari sudah mulai menjelang siang,dia ketiduran karena biasanya dia bangun selalu pagi bahkan saat hamil seperti ini dini jarang sekali bisa tidur dengan nyenyak. Mungkin karena dia tidur langsung mencium pemilik aroma yang selalu membuatnya nyaman,karena biasanya jika dia tidak bisa tidur maka dia akan memeluk kemeja milik ryan yang pernah diambil nya tanpa sepengetahuan ryan.


Dini sudah selesai mandi dan bersiap untuk ke dapur membantu bibik,dia merasa kasihan pada bibik nya itu yang melakukan semua nya sendiri. Dini melihat bibiknya sudah memasak roti juga kue yang sudah diletakan diatas meja,dini menghampiri bibik nya dan menyapa bibik nya


"pagi bik....maaf aku terlambat bangun nya" ucap dini dengan lembut sambil mengambil nampan berisi roti ,dia pun mulai memasukan roti yang sudah dingin itu kedalam plastik kemasan dan menyusunnya di dalam keranjang agar mudah dibawa kedepan dan menyusun nya di etalase toko.

__ADS_1


"ini sudah siang sayang...."jawab bibik tersenyum dan menggeleng "tidak apa-apa kau bangun siang,selama ini kau kan jarang bisa tidur nyenyak" ucap bibik lagi,karena memang dini tidak bisa tidur. Jika itu terjadi maka dini lebih memilih membuat roti dan kue hingga pagi tiba dan bila dia kelelahan,baru dia bisa tidur dengan nyenyak.


"kau harus sering-sering dipeluk oleh suami mu,agar waktu istirahat mu lebih teratur sehingga kau bisa lahiran secara normal seperti mau mu" ucap bibik yang membuat mata dini membulat sempurna.


"hhmmm.....trus kamu juga harus sering-sering melakukannya,agar jalannya membesar dan dia bisa keluar dengan cepat tanpa rasa sakit " ucap bibik nya lagi sambil tersenyum melihat wajah dini yang sudah memerah.


Dini hanya mendengar kan ucapan bibik nya saja,sebenar nya dia merasa malu tapi mau tak mau dia memang harus mengikuti ucapan bibik nya. Dia tidak ingin melahirkan dengan operasi cesar, karena dia pernah melihat dokter yang melakukan kesalahan pada bayi atau ibu nya membuat nya sedikit takut. Apalagi perutnya harus dibelah,entah itu menggunakan laser atau pun pisau baginya itu terasa sangat mengerikan.


Ryan yang sudah bangun dan terlihat rapi,berjalan mendekati dini. Perutnya sudah sangat lapar,dia mengecup kening dini didepan umum membuat dini merasa malu

__ADS_1


cup


"sayang....ayo sarapan,aku sudah lapar." ucap ryan tanpa rasa malu,dia ingin mengajak dini untuk sarapan bersama walaupun bukan dibilang


"hhmm....sebentar,disini masih ramai " jawab dini masih dengan malu dilihat oleh sebagian pembeli disana.


"pergi lah,kalian makan dulu....biar bibik yang urus disini sebentar " ucap bibik yang kini mengambil alih pekerjaan dini


Ryan tersenyum senang menatap bibik dini,kemudian dia menarik dini menuju dapur. Disana memang sudah di hidangkan makanan ,karena tadi bibik dan dini memasak makanan untuk mereka juga seperti biasa nya

__ADS_1


bersambung


Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2