Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
Ratih - arman


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Permainan dikamar mandi pun akhirnya selesai,acara mandi bersama juga sudah mereka lakukan. Saat ini mereka sudah tertidur diatas tempat tidur dengan posisi saling memeluk hingga pagi tiba,cahaya sudah masuk melalui sela-sela jendela kamar arman.


Ratih menggeliatkan tubuhnya,tubuhnya merasa pegal karena terus dipeluk oleh arman tanpa dilepaskan. Ratih memandang wajah tampan dokter duda didepannya ,dia tidak menyangka dia akan melakukan hal-hal gila tadi malam. Walaupun tidak membuatkan kehilangan kesuciannya tapi seperti nya hanya mimpi bisa melakukan hal konyol begitu.


Ratih ingin bangun dan menyiapkan sarapan seperti biasanya,tapi tangan arman masih memeluk perutnya. Ratih mencoba mengangkat tangan arman dan ingin memindahkannya tapi tangan arman semakin mengerat, ratih menghela nafasnya. Niatnya mau bangun tanpa membangunkan arman tapi sepertinya dia memang harus membangunkan arman


"tuan....tuan...lepaskan pelukannya,aku mau bangun " bisik ratih membuat arman membuka matanya perlahan-lahan,arman tersenyum sambil terus memeluk tubuh ratih dengan erat.


"tuan....aku mau buat sarapan untuk ntn anak-anak" ucap ratih sambil mengelus tangan kekar arman yang berada di perutnya, tak lama terasa tangan arman mengendur dan terlepas.


Ratih bangkit dan berjalan mengutipi pakaiannya yang berserakan dilantai,dia mengingat kejadian malam tadi yang membuatnya sangat malu. Dia tidak menyangka dirinya seberani itu pada arman,kemudian dia mengetuk-ngetuk keningnya . Merutuki kebodohannya karena mengikuti naluri nya yang menikmati sentuhan arman


Setelah selesai berpakaian ,dia ingin keluar tapi pintu masih terkunci dan kunci nya entah berada dimana karena arman yang menyembunyikan nya tadi malam. Dengan menghela nafas,akhirnya dia kembali lagi mendekati arman dan mengelus lengan arman agar arman bangun

__ADS_1


"tuan...tuan....dimana kunci pintu nya?aku mau keluar" ucap ratih dengan kesal


Arman pun membuka matanya,dia menatap wajah bantal ratih yang terlihat menggemaskan dengan rambut yang sedikit acak-acakan. Arman menepuk-nepuk bibirnya dnegan jari telunjuknya ,dia memejamkan matanya kembali.


"apa?"tanya ratih bingung


"kiss me first"bisik arman lembut


"iiissshh....si duda ini,yang benar saja. Masak iya aku cium duluan" batin ratih malu,karena selama ini selalu arman yang menciumnya lebih dulu


"sayang...hhmmm" bisik arman sambil memonyongkan bibirnya agar ratih mengecup nya


"pa....ma....buka pintu nya" teriak kedua putri arman


"tuan....cepatlah,anak-anak sudah bangun dan mereka pasti lapar" ucap ratih dengan wajah khawatir

__ADS_1


"ngak salah aku ingin menjadikan mu istriku,kau sangat menyayangi anak-anak " jawab arman sambil tersenyum


"iiissshh. ...cepatlah, kasihan anak-anak" ucap ratih lagi


"maka nya cepat cium aku,anak-anak sudah kelaparan itu" ucap arman menatap wajah ratih yang sudah memerah


cup


Mau tak mau akhirnya dia mencium bibir arman sekilas tapi tangan arman menahan tengkuk ratih hingga mereka melakukan ciuman yang lumayan panas. Ratih mendorong dada bidang arman karena dia mendengar suara teriakan anak-anak nya,arman tersenyum menatap wajah merah ratih.


Arman meraba dibawah bantal nya,dia mengambil kunci yang diselipkannya disana. Ratih menatap nya dengan kesal


"ternyata diletakan disitu toh, pantes saja ngak ketemu-ketemu" batin ratih kesal


Arman memberikan kunci itu pada ratih,dia kembali memejamkan matanya lagi karena hari ini adalah hari weekend dan seperti biasanya jika dihari weekend dia akan menghabiskan waktu bersama kedua anaknya juga ratih. Beberapa bulan ini selalu seperti itu,semenjak dia putus dengan sonia.

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih😘😘😘😘😘😘


__ADS_2