
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ibu ratih membantu arman untuk berdiri, kemudian dia menatap ke arah ratih. Arman juga sudah duduk disebelah putdi nya,dia juga menatap ke arah ratih karena semua jawabannya akan diberikan oleh ratih seperti yang dikatakan ibu ratih. Berarti ibu ratih merestui nya menjadi menantu ,dia masih butuh jawaban ratih
Suasana masih hening,kedua putri kembar arman menghabiskan teh yang dibuat oleh ratih dan memakan cemilan mereka. Si kembar terus saja menggandeng tangan ratih,mereka merasa takut jika ratih tidak akan ikut pulang bersama mereka
tok....tok...tok....
Tak lama pintu pun diketuk dari luar,padahal pintu itu sudah terbuka. Mungkin karena menghormati si pemilik rumah makanya mereka mengetuk lebih dulu,ibu ratih berdiri dan menghampiri ke arah pintu.
"eh....kamu datang nak?ini....kenapa membawa banyak barang-barang?"tanya ibu ratih bingung
Pria yang ingin melamar ratih datang bersama kedua orang tuanya dengan membawa banyak bingkisan seperti hendak melamar,padahal ibu ratih tidak pernah menerima lamarannya. Ibu ratih hanya mengatakan jika ratih lah yang akan menjawab nya
"masuk lah lebih dulu,ratih juga baru sampai." ucap ibu ratih,dia menjadi semakin bingung saja.
Pria itu pun masuk bersama kedua orang tuanya,dia melihat ratih yang duduk bersama kedua anak kembar sebelahnya . Dia tersenyum melihat itu,dari dulu dia tau kalau ratih menyukai anak kecil jadi wajar jika ratih dekat dengan anak-anak.
"kak andre?"tanya ratih yang langsung berdiri,dia menghampiri pria yang bernama andre itu. Arman melihat ke arah pria yang didekati oleh ratih,apalagi dia melihat orang tua pria itu disana. Ratih menyalami kedua orang tua andre.
__ADS_1
"apa kabar ibu?bapak?"tanya ratih,ratih memang dekat dengan andre.
Andre merupakan kakak kelas ratih,sewaktu sekolah dulu ratih dekat dengan nya. Hanya saja sewaktu tamat sekolah,ratih langsung bekerja di kampungnya sedangkan andre keluar kota untuk melanjutkan kuliahnya. Dari dulu andre memang menyukai ratih,tapi dia tidak pernah mengatakannya. Kedua orang tua andre juga menyukai ratih,karena ratih juga bekerja di toko bunga milik ibu nya andre
"kami baik nak,apa kabar kamu?kenapa tidak pernah datang ke rumah kami lagi?" tanya ibu andre
"aku baik bu,silahkan duduk dulu. " jawab ratih yang kini meninggalkan kedua orang tua andre ,dia menuju dapur sedangkan diruang tamu ratih sudah ramai sekali orang.
"hai cantik....." sapa ibu andre melihat kedua putri kembar arman
"hai nek...." jawab mereka bersama-sama dengan sopan
"maaf bu,saya sudah sampaikan pada ratih tapi dia belum menjawab nya bu" jawab ibu ratih merasa tidak enak pada keluarga andre
Arman menatap andre dengan tajam,dia benar-benar tidak menyukai andre yang terlihat sangat dekat dengan ratih juga ibunya. Apalagi ratih juga begitu dekat dengan kedua orang tua andre,andre juga menatap ke arah arman. Dia belum mengetahui siapa arman sebenarnya,dia berpikir jika arman hanya datang mengantarkan ratih saja.
Tak lama ratih datang dan menyuguhkan minuman yang sama pada andre juga orang tuanya,andre tersenyum dengan manis pada ratih begitu juga kedua orang tua andre
"bagaimana jawaban mu ratih?" tanya andre to the point,dia tidak ingin kehilangan ratih
__ADS_1
"jawaban apa kak?"tanya ratih bingung,karena ibu nya memberitahukan ada yang melamarnya tapi dia tidak tau siapa?
"kau menerima lamaran ku untuk menikahi mu?"tanya andre dengan lembut
"hah?maaf....kakak bicara apa?"tanya ratih masih bingung,namun ibu menyenggol lengan ratih dan berisyarat kalau pria yang melamarnya itu adalah andre. Ratih terkejut,dia menatap ke arah andre kemudian ke arah arman yang terlihat sedih.
"hhmm....kak,aku sudah punya kekasih dan aku pulang untuk meminta restu pada ibu ku....maafkan aku" jelas ratih lembut dan sopan,arman tersenyum menatap ratih. Dia merasa menang telah mendapatkan hati ratih,paling tidak ratih memiliki rasa suka pada nya atau pada anaknya.
"siapa pria itu?apakah aku mengenalnya ?"tanya andre menatap ratih dengan tatapan sedih
Ratih menatap arman ,dia melihat senyum arman yang tulus pada nya. Andre juga mengikuti arah pandang ratih,dia juga melihat ke arah arman dengan mengernyitkan dahi nya .
"ratih...apa pria ini?" tanya andre menatap arman,ratih mengangguk.
Andre menelisik arman dari atas hingga ke bawah,dia memperhatikan keseluruhan pria yang dikatakan oleh ratih. Ada rasa tak rela dihatinya tapi dia harus tetap menerima keputusan ratih
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih....😘😘😘😘😘😘
__ADS_1