Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
rumah kita


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


"biar saya periksa" ucap lusi yang ingin berdiri tapi tubuhnya masih ditahan oleh markus


"anda bisa nona?"tanya pak totok penuh harap


"saya dokter pak" jawab lusi lembut,lusi menatap markus agar dia bisa melepaskan dirinya. Saat ini dia juga malu diperlakukan seperti itu didepan orang lain,entah kenapa dua begitu gugup bertemu dengan markus lagi.


Markus melepaskan pelukannya,dia berjalan mengikuti lusi yang sudah berjalan lebih dulu didepan nya bersama pak totok. Lusi masuk kedalam kamar istri nya pak totok,ternyata dihalaman belakang ada sebuah kamar yang cukup besar dan juga langsung memiliki kamar mandi didalam nya.


"mungkin markus membuatnya agar pak totok dan istrinya bisa menjaga rumah dan membantunya disini" batin lusi yang memperhatikan sekelilingnya sewaktu dia berjalan melewatinya


Lusi melihat seorang wanita paruh baya yang sedang berbaring ditempat tidur,kemudian dia mulai memeriksanya. Sekitar beberapa menit,akhirnya dia tersenyum dan menatap ke arah pak totok.

__ADS_1


"sepertinya istri anda sedang hamil" ucap lusi dengan sopan


"selamat ya pak" ucap lusi


"ta....tapi bagaimana mungkin?kami sudah tua dan benarkah itu?" tanya pak totok seakan tak percaya,karena usianya yang sudah kepala empat harus memiliki seorang anak walaupun memang dia sangat menginginkannya karena selama menikah belum ada seorang anak pun yang mereka dapatkan


"memangnya kenapa kalau sudah tua pak?kalau tuhan sudah mengijinkan maka anda juga akan mendapatkan seorang anak,walaupun dalam waktu yang cukup lama" jelas lusi sambil mengelus perutnya.


Lusi keluar dari kamar pak totok,dia berjalan ke arah ruang tamu dan memakan banyak manisan dan asinan buah. Setelah itu dia mengambil kunci mobil miliknya,dia ingin segera pulang dna menyiapkan dirinya untuk memulai hidup baru nya ditempat yang baru juga.


"kau mau kemana?"tanya markus yang sudah memeluk lusi dari belakang


"hhmm....aku ingin pulang dan istirahat"jawab lusi seadanya saja

__ADS_1


"sudah aku katakan,mulai saat ini...rumah ini adalah rumah mu,kau akan tinggal disini selamanya bersama ku" jelas markus


Lusi terkejut mendengarnya ,dia membalikan tubuhnya menghadap ke arah markus. Saat ini mereka sudah berhadap-hadapan,lusi menangkup wajah markus dengan kedua tangannya. Dia tidak ingin markus mengetahui siapa ayah bayi nya ,apalagi keluarga nya sudah mengusir dirinya. Dia tidak mau nantinya markus diejek oleh pria lain karena bersama nya,wanita yang dulu nya sering bercinta dengan sesuka hatinya.


"kamu bisa mencari wanita yang baik markus,aku Tidak pantas untuk mu dan tidak mungkin kau mau membesarkan anak milik orang lain kan?" ucap lusi dengan santai,padahal didada nya dia sudah menahan kesakitan nya karena mengatakan anak orang lain.


"maafkan ibu nak" batin lusi


"aku tidak akan membesarkan anak orang lain,karena anak itu adalah anakku" jelas markus dengan percaya diri,karena dia sudah menyelidiki semuanya. Lusi bertemu dan bercinta dengan pria lain sekitar setahun yang lalu ,sedangkan pria yang dekat dengannya hanya bima dan dirinya jadi bisa dipastikan kalau dirinya lah ayah dari anak nya.


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya.....makasih 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2