
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Rara menatap ke arah akmal,wajah akmal sudah memerah. Terlihat akmal sangat marah,dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh hingga mereka sampai didepan gedung apartemen milik akmal.
Akmal kembali membuka pintu mobil nya dan menarik tubuh Rara keluar ,akmal terus menarik tubuh Rara dengan kuat membuat rara berjalan terseok-seok.
"sayang....kamu kenapa sih?" tanya Rara yang mencoba melepaskan dirinya
Akmal tidak menjawab,dia terus menarik tangan Rara hingga mereka sampai di apartemen miliknya. Akmal masuk lebih dulu dan melepaskan tangan Rara,Rara mengelus pergelangan tangannya yang sudah memerah agak kebiruan.
"siapa pria itu?" tanya akmal ketus
"dia dolly,teman lama yang aku ceritakan tadi....dia ba.." jelas Rara dan dipotong oleh akmal
__ADS_1
"dolly?teman lama atau selingkuhan mu? "tanya akmal sambil menatap tajam pada Rara
Rara tersenyum, dia senang karena akmal akhirnya cemburu pada nya berarti akmal sudah benar-benar mencintainya. Akmal melihat senyuman diwajah Rara,dia terkejut karena Rara malah tersenyum
"kamu cemburu sayang?aku senang kau cemburu berarti kau.."ucap Rara dengan wajah senang nya tapi lagi-lagi dipotong oleh akmal
"aku tidak cemburu,aku hanya ingin memastikan sesuatu...apa anak dikandung mu itu benar anak ku?" ucap akmal membuat jantung Rara berhenti
deg
"aku hanya memastikan kalau dia anakku,jangan sampai aku tau kalau anak itu anak pria lain. Maka aku tidak akan segan-segan melenyap kan mu dan bayi mh,jadi katakan sekarang" jelas akmal
"kau...kau tidak percaya pada ku?jadi selama ini kau hanya menganggap ku wanita murahan yang bisa tidur dengan semua pria?aku...aku tidak menyangka aku bisa mencintai pria seperti mu,pria yang memiliki pemikiran sempit" ucap Rara sambil terus menangis
__ADS_1
"jawab saja sekarang,sebelum aku tau semua nya dari mulut orang lain" bentak akmal
"kau lebih percaya ucapan orang kan,kau bisa menganggap ucapan orang benar. Semua terserah pada mu,aku tidak perlu mengatakan siapa ayah dari bayi ku. Toh....kau telah meragukannya hiks...hiks..." jelas Rara yang kini sudah terkulai dilantai
Akmal melempar vas bunga yang ada diatas meja ke sembarang arah,hingga pemecahannya mengenai tangan Rara.
"aawww...."teriak Rara kesakitan,dia sudah merasakan sakit dipinggang dan pergelangan tangannya. Kini dia juga harus merasakan sakit di tangannya,dia mencabut serpihan kaca ditangannya hingga darah mengalir dari tangannya. Akmal tidak memperhatikannya,dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Memikirkan jika benar anak didalam perut Rara bukan anaknya,selama ini dia sangat mencintai Rara tapi dia tidak bisa membayangkan jika hal itu benar
"jika kau ragu dengan ku juga bayi ku....kau bisa meninggalkan ku,aku tidak apa-apa....(Rara menarik nafasnya dan melanjutkan ucapannya) lagi pula aku memang ingin pergi saat itu,tapi kau malah melarang ku kan" jelas Rara sambil menutupi luka di tangannya, memang tidak begitu dalam. Darah nya pun hanya sedikit karena kacanya hanya berupa serpihan kecil saja,tapi tetap terasa sakit ditangannya
Rara berdiri dan masuk kedalam kamar nya,dia duduk di pinggiran tempat tidur sambil menangis. Tubuhnya bergetar,dia tidak menyangka semuanya jadi seperti ini. Dia hanya berpikir untuk membuat akmal cemburu tapi kenapa akmal malah meragukan dirinya,Rara masuk kedalam kamar mandi dan berendam
Sementara itu akmal memilih untuk keluar,dia ingin menjernihkan pikirannya. Dia ingin mencari tau kebenaran nya,dia menghubungi beberapa anggotanya agar mencari tau semuanya.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya....makasih😘😘😘😘😘