
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Bima melingkarkan tangannya di perut surti,dia mulai memejamkan matanya hingga terdengar nafasnya yang teratur menandakan kalau bima sudah tidur. Surti mengangkat tangan bima dan membalikan tubuhnya menghadap ke arah bima,wajah bima terlihat sangat lelah.
Surti memandangnya dengan lembut,tapi kemudian dia mengingat ucapan bima yang mengatakan kalau pernikahannya akan berakhir selama setahun. Dia membuang nafasnya dengan kasar,bagaimana bisa dia berpikir untuk terus mengharapkan bima padahal pernikahan mereka karena terpaksa. Surti ikut tertidur dipelukan bima,tangannya juga membalas pelukan yang dilakukan oleh bima
Pagi nya,surti bangun lebih dulu. Dia membersihkan dirinya dan berjalan menuju dapur setelah selesai mandi,didapur surti menyiapkan bahan makanan untuk sarapan mereka. Dengan cekatan surti sudah menyelesaikan masakannya,karena memang dia sudah terbiasa dalam urusan dapur.
Setelah menyusun makanan untuk sarapan,surti ingin membangunkan bima untuk sarapan tapi tak disangka bima sudah keluar dari kamarnya dengan wajah terlihat segar. Bima menatap surti yang sudah mengambilkan makanan didalam piringnya
"hhmm....apa tuan ada alergi makanan?tolong beritahu aku,siapa tau aku salah memasak" ucap surti yang kini sudah mengambilkan bubur ayam kedalam piring bima
__ADS_1
"tidak ada...semua aku makan" jawab bima santai
Tadi nya Surti ingin membuat siomay bandung ,tapi dia sedikit ragu karena takut nantinya bima memiliki alergi dengan makanan. Walaupun sudah menjadi suaminya tapi surti tidak pernah mengetahui siapa bima atau apa saja yang disuka dan tidak disukainya
Bima memakan masakan surti dengan lahap,kemudian dia menatap surti yang sudah selesai makan dari tadi. Dia melihat surti memasukan bubur ayam buatannya kedalam wadah stereform, dengan cabai dipisah didalam plastik kecil. Bima mengernyitkan dahi,dia bingung kenapa surti membungkus bubur ayam itu
"untuk siapa?"tanya bima menatap surti penuh selidik
"ini buat si kembar dan yang satunya untuk mas raja" jawab surti tersenyum
"siapa itu?"tanya bima bingung dan surti hanya tersenyum
__ADS_1
"si kembar adalah anak dari pak duda yang tinggal dua unit dari sini sedangkan mas raja...dia sekuriti disini,apa tuan tidak mengenal mereka?" jawab surti menatap bima,bima hanya menggelengkan kepalanya karena dia tidak pernah bersosialisasi dengan tetangga juga sekuriti disini. Dia hanya tiduran saja di apartemen jika dia datang kesini,tidak pernah keluar kemana pun
"tapi mereka mengenal tuan kok"ucap surti sambil tersenyum
"kapan kau mengenal mereka?"tanya bima penasaran
"baru beberapa minggu yang lalu,kalau mas raja ketemu saat ke supermarket dan dia membantu aku hhmm....terus si kembar saat bermain di taman bawah,aku sering kerumah mereka bahkan nginep disana waktu itu" jelas surti masih mengingat dia menginap beramai-ramai diruang televisi milik pak duda dengan mbak ratih juga si kembar,membuatnya ingat di kampung saat tidur bersama keluarga nya diruang tamu saat mendapatkan pemadaman listrik.
"kau menginap disana?kenapa ?"tanya bima dengan nada kesal
"hhmm...malam itu aku takut,karena ada perampokan didepan gedung apartemen. Rumah yang bercat biru didepan itu,jadi mbak ratih menyuruh ku untuk menginap dan tidur bersama diruang televisi mereka"jelas surti gugup karena dia tau sepertinya bima kesal mendengar nya
__ADS_1
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih😘😘😘😘😘