
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Didalam kamar,ratih melihat arman dengan duduk dipinggiran tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Dia mendekati arman dan membawakan ember berisi air hangat didepan nya,arman menatap ratih dengan lembut
"apa anak-anak sudah tidur?"tanya arman karena yang dia tau kalau ratih mengantarkan anaknya untuk tidur dikamar ibu nya
"sudah mas,ini...Aku bawain air hangat,kamu bersih-bersih saja dulu. Maaf ya cuma bisa pake ember karena didalam kamar ku ngak ada alarm mandi nya " ucap ratih memberikan ember dan handuk pada arman
"ngak apa-apa kok,hhmm....ini rumah milik ibu apa mengontrak ?" tanya arman menatap ratih
"ngontrak mas....ibu ngak punya rumah,sewaktu ibu nikah sama ayah. Ibu tinggal sama nenek dari ayah,kemudian saat nenek meninggal rumah itu dijual karena ayah kami lebih dulu meninggal jadi kami tidak mendapatkan uang warisan. Semua warisan nenek di ambil oleh paman ,adik nya ayah" jelas ratih mengingat betapa sulitnya kehidupan mereka saat ayah nya sudah meninggal
"ngak apa-apa,setelah urusan kita selesai disini....kita bawa ibu dan didi pindah kerumah orang tua ku" ucap arman lembut,membuat ratih menggelengkan kepalanya
"ngak usah mas....aku ngak mau ibu dan didi menyusahkan mas arman" jawab ratih merasa tidak enak
"tadinya aku ingin menjual rumah itu,karena sudah tidak ada lagi yang menempati rumah itu. Kau tau sendiri kan,kedua orang tua ku sudah meninggal. Aku juga tinggal di apartemen milikku yang lebih dekat dengan rumah sakit,jadi hanya ada pelayan disana yang selalu membersihkan rumah itu. Dari pada ibu dan didi mengontrak disini,mendingan tinggal dirumah itu. Apalagi kita bisa sering-sering menjenguk mereka karena jaraknya lebih dekat,mau ya sayang...." jelas arman dengan lembut
"tapi....bagaimana ya?aku terserah ibu aja lah mas..tapi bagaimana sekolah didi mas?" ucap ratih akhirnya
"biar aku yang bicara sama ibu,kamu tenang saja. Aku yakin ibu dan didi pasti setuju,urusan sekolahnya nanti aku pindahkan ke sana saja" jawab arman sambil mengelus lembut pucuk rambut ratih
__ADS_1
Arman membersihkan wajahnya di ember yang diberikan oleh ratih,kemudian dia melihat ratih yang sedang duduk dipinggiran tempat tidur menunggu nya. Sebenarnya ratih bukan sedang menunggu nya,tapi ratih sedang merasa gugup menghadapi malam pertama mereka
Arman mendekati ratih dan duduk disampingnya,melihat itu...ratih ingin berdiri dan membawa ember yang dipakai arman keluar,dia masih merasa sangat gugup. Tapi tangannya langsung ditarik oleh arman hingga dia terjatuh dipangkuan arman,arman tersenyum senang merasakan pantat ratih menyentuh batangan miliknya yang sudah lama tidak diasa
"kamu mau kemana hhmm?"tanya arman menatap wajah ratih yang sudah merona
"ii...itu,aku akan bawa embernya keluar dulu" jawab ratih masih gugup
"besok saja,sekarang kita harus menikmati malam pengantin kita....aku sudah menunggu saat ini cukup lama" bisik arman dengan suara tertahan
Ratih merasa malu mendengarnya,dia menangkup wajah arman dan bèrinisiatif mencium arman lebih dulu. Ratih mengecup kening,kedua pipi dan berakhir di bibir arman yang sudah mencuri ciuman pertamanya dulu. Berawal dari kecupan,tapi tengkuk ratih langsung ditahan oleh arman saat arman merasakan bibir ratih ingin melepaskan bibirnya.
"hah...haha...hah" terdengar suara nafas ratih tersengal-sengal sambil memukul dada bidang arman,membuat arman tersenyum
Arman memeluk tubuh ratih dan menyesap aroma tubuh nya,dia mulai menggendong ratih dan merebahkannya di tempat tidur nya. Dengan perlahan dia mulai mengecup kembali wajah ratih dan berakhir di leher ratih,tangannya sudah membuka kancing piyama milik ratih dan melepaskannya begitu saja.
Ratih masih menikmati sentuhan yang dilakukan oleh arman tanpa menyadari kalau dirinya sudah polos,arman melepaskan pakaian ratih dengan cepat. Dia pun membuka kemeja dan celana yang dipakainya,ratih memperhatikan tubuh atletis arman dan dia mengalihkan pandangannya saat matanya menatap batangan milik arman yang sudah berdiri tegap.
Arman mulai menciumi tubuh ratih setiap inci nya hingga sampai di daerah sensitif nya,dengan lidahnya arman menelusuri daerah yang dipenuhi bulu halus itu. Ratih kembali memejamkan matanya,dia menikmati sentuhan lidah arman hingga daerah itu basah. Arman mulai memasukan batangan nya yang sudah berdiri tegak,dia membasahi miliknya dengan saliva nya sendiri kemudian mengarahkannya ke daerah sensitif ratih yang juga basah.
Arman mendorong miliknya sedikit demi sedikit karena walaupun sangat basah tapi tetap sangat sulit untuk masuk sepenuhnya,ratih mencengkeram selimut yang berada dibawahnya. Dia merasakan sakit yang lumayan menurutnya,dia memejamkan matanya. Arman terus berusaha hingga terdengar suara robekan dibawah sana
__ADS_1
krek
"aah.....sakit" ucap ratih sedikit pelan,dia tidak ingin ada yang mendengarnya karena dinding dikamar nya tidak kedap suara. Apalagi di rumahnya kini masih banyak sanak saudaranya,dia akan sangat malu jika suara de*sa*han nya didengar oleh yang lainnya
"sakit ya?sabar ya sayang,sedikit lagi pasti enak"bisik arman yang kini miliknya sudah terbenam seutuhnya ke dalam liang kenikmatan milik ratih
Ratih merasakan kejanggalan dibawah nya,rasanya sangat sesak didalam nya. Dia sudah membayangkan milik arman yang masuk kedalam miliknya yang sempit
Arman mencium bibir ratih,memberikan rasa lembut agar ratih terbuai sambil memacu dan memompa miliknya dibawah sana. Arman terus membuat ratih dengan kecupan-kecupan kecil didaerah dada nya hingga ratih tidka terlalu merasakan sakit ,ratih terlihat mulai memejamkan matanya dan menikmati gerakan yang dilakukan oleh arman.
De*sa*han pun kembali keluar dari dalam mulut ratih,perlahan tapi pasti arman sudah memompa ratih hingga kedua nya mencapai puncak bersama-sama.
cup
"terima kasih karena sudah menjaga kesucian mu untuk ku"ucap arman sambil mencium bibir ratih kembali.
Malam ini arman terus memeluk ratih dalam tidurnya,dia memberikan kehangatan pada ratih walaupun malam ini terasa panas karena dinding rumah ratih yang sempit juga tidak ada nya ac dirumah itu.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih😘😘😘😘😘
__ADS_1