
💙💙💙💙💙💙💙
Setelah pergulatan yang panas,bima menghempaskan tubuhnya disamping surti. Dia tidur dengan memeluk tubuh surti yang polos,surti hanya membalas pelukan nya saja.
"tuan....anda memakai pengaman kan?aku ngak mau hamil" ucap surti yang memikirkan nasibnya kedepan,karena bima mengatakan akan berpisah dengan nya setahun kemudian.
Bima mendorong tubuh surti dengan lembut dan melepaskan pelukannya, dia menatap tajam pada surti . Dia tidak suka mendengar pertanyaan surti mengenai dirinya tidak ingin hamil anaknya
"kenapa?kau tidak mau mengandung anakku?"tanya bima dengan kesal
"kan....tuan bilang kita menikah selama setahun saja,setelah itu kita akan berpisah. Tuan juga mengatakan kalau kita tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing, apalagi anda bilang anda tidka akan tertarik dengan tubuh ku yang kampungan seperti ini tapi kenapa anda melakukannya?" jelas surti dengan bibir nya yang sudah cemberut
__ADS_1
Bima menarik dagu surti dengan jari telunjuknya dan mengecup bibirnya dengan lembut,membuat surti mengerjapkan matanya tak percaya. Bima tersenyum menatap surti yang terlihat sangat polos ,dia kembali memeluk tubuh surti dengan erat.
"aku sudah mencintaimu,jadi perkataan ku dulu jangan diingat lagi. Sekarang....kau harus mengandung anakku,anak kita. Aku ingin kau segera hamil" jawab bima sambil tersenyum senang menatap wajah surti
Surti masih tidak percaya ucapan bima ,tapi dia berusaha untuk mulai menjalankannya walaupun dia masih ragu. Bima menggendong tubuh nonik dan membawanya kedalam kamar mandi,meletakan surti didalam bath up yang sudah berisi air hangat dengan aroma terapi yang menenangkan.
Setelah selesai dia kembali menggendong surti keluar,karena daerah sensitif surti masih terasa sakit dan perih. Bima menyadari nya dari tatapan surti yang terlihat masih sakit,makanya saat mandi tadi dia bertahan untuk tidak menyentuh surti lagi walaupun rasanya dia ingin sekali. Bima tidak tega melihat surti kesakitan lagi,surti sudah berpakaian. Bima kembali masuk kedalam kamar mandi,dia juga ingin membersihkan dirinya kembali.
Surti tersenyum melihat bima berjalan ke alarm mandi,dia suka dengan perlakuan bima yang terlihat perhatian pada nya. Surti ingin merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur,saat dia menyibakan selimut yang ada disana terlihat bercak darah miliknya. Membuatnya terkejut dan teringat dengan kejadian panas yang dilakukannya tadi dengan bima,dia menutup wajahnya karena malu.
"iiii....itu....hhmm" jawab surti gugup,dia bingung harus menjelaskan apa pada bima karena dia merasa malu.
__ADS_1
"kenapa?itu tanda cinta ku pada mu,terima kasih karena kau sudah menjaganya untukku...kau memang jodoh ku" bisik bima membuat surti semakin malu
"aku akan menggantinya" ucap surti tapi bima masih mengeratkan pelukannya
"tidak usah,besok saja. Malam ini kita akan tidur di sini,di atas saksi cinta kita" jawab bima lembut ,surti diam dengan wajahnya yang memerah.
Bima melepaskan pelukannya,dia mengambil pakaiannya dilemari dan mendekati surti yang sudah naik ke atas tempat tidur lebih dulu. Dia memeluk tubuh surti dengan lembut dari belakang,dia menciumi leher surti dari belakang membuat surti merasa geli.
"apa masih sakit?"tanya bima lembut,surti hanya menganggukan kepalanya saja
"huuufff....ya sudah,kalau begitu tidur lah"ucap bima yang kini sudah memejamkan matanya,dia tidak ingin melahap surti lagi karena surti masih merasa kesakitan
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih😘😘😘😘😘😘