Cinta Sang Mafia

Cinta Sang Mafia
curiga


__ADS_3

☘☘☘☘☘☘☘☘


Dini masih terus merasa mual,dia bingung dengan keadaan tubuh nya hingga dia melihat kalender meja nya yang biasa dia melingkari dengan pena jika sudah waktu nya dia kedatangan tamu bulanan nya. Matanya membulat sempurna,dia sadar kalau dia belum kedatangan tamu bulanan selama tiga bulan ini


Dini mengambil ponselnya dna menelpon nomor ryan,dia ingin memastikan sesuatu. Karena dia yakin semuanya akan baik-baik saja jika ryan memakai alat pengaman itu


"ya sayang....apa kau merindukan milik ku?"tanya ryan denagn percaya dirinya


"hhmm.....itu,waktu itu kau pakai pengaman kan?"tanya dini Dengan nada khawatir


"hhmm...kenapa?apa kau hamil?"tanya ryan yang merasa ada yang aneh dengan suara dini

__ADS_1


"tidak ada hanya saja aku ingin tau" jawab dini menutupi suara khawatirnya


"aku pakai pengaman,kalau kau hamil maka aku akan bertanggung jawab pada mu" jelas ryan,dia malah berharap dini hamil agar dia bisa bersama dini selalu


"atau mungkin dosen itu yang menghamili mu,dia selalu ada di dekat mu bahkan kalian sering jalan berdua" ucap ryan denagn sedikit kesal


"tidak....aku tidak hamil jadi kau tak perlu bertanggung jawab,aku hanya menanyakan itu saja "ucap dini dan langsung mematikan panggilan telponnya membuat ryan terkejut.


Dini merasa terkejut karena ryan pasti menyuruh orang untuk mengawasi nya,tidak mungkin dia tau begitu saja kalau dini sering jalan dengan dosen yang jadi pelanggan di toko tempat nya bekerja. Sebenarnya tidak janjian jalan denagn dosen itu,tapi setiap dini ingin pergi pasti dosen itu selalu ada disana seolah-olah mereka sudah janjian akan bertemu disana.


"aaah....aku lupa,kami melakukannya berkali-kali malam itu sedangkan aku hanya membeli satu alat pengaman waktu itu. "batin dini ,dia yakin dirinya hamil.

__ADS_1


Dengan cepat dia memakai pakaiannya,dia ingin ke apotik membeli alat tes kehamilan. Dia berjalan dengan pelan,dia yakin ryan menyuruh seseornag untuk mengikuti nya jadi dia membeli pembalut berukuran besar agar tidak terlihat kalau dia sedang membeli alat kehamilan.


Setelah membeli yang diperlukan,dini keluar dari sana. Dia memperhatikan sekitar nya,ternyata benar dugaannya kalau ada seseornag yang mengikuti nya seharian ini.


Dini masuk kedalam rumah nya dan langsung melakukan tes,dia tidka ingin menunggu pagi lagi. Setelah beberapa saat ternyata benar,dia positif hamil. Ada rasa kesal dan marah,tapi tidak mungkin dia menggugurkan kandungannya. Dia memilih untuk pergi kerumah sakit agar hasil nya lebih akurat,dia ingin melihat berapa usia kandungannya


Dini bingung harus bagaimana pergi ke rumah sakit,dia yakin orang yang disuruh ryan tau kalau dia hamil jika dia pergi begitu saja kerumah sakit. Dia ingin ke toko dan meminta antar salah satu temannya,agar orang suruhan ryan tidak melaporkan kehamilannya. Dini tidak ingin ryan tau kalau dia hamil anak nya


Tapi saat dijalan menuju toko roti, dia bertemu dengan dosen tampan itu. Dengan tersenyum senang,dini yang biasanya tidka pernah memegang tangan dosen itu kini dia menggandeng dosen itu dengan lembut membuat dosen itu bingung


Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2